| |
C © updated 20122003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Eva Riyanti Hutapea
Lahir:
Jakarta, 26 Desember 1952
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Eva Riyanti Hutapea
Antara Saya dan Anthony Salim
Jakarta, Kompas 20/12/2003 : EVA Riyanti Hutapea Chief Executive Officer
(CEO ) PT Indofood Sukses Makmur (ISM) mengaku, dalam kehidupannya ada
dua hal penting yang melibatkan emosinya. Pertama, ketika Eva memutuskan
untuk menikah dengan Bun Bunan Hutapea, dan putusan itu diambil dalam
suasana emosi yang bahagia. Kedua adalah saat Eva memutuskan mundur dari
puncak jabatan ISM pada Oktober lalu, pada saat itu susana batinnya
diliiputi perasaan yang tidak bahagia.
Namun hal itu tidak perlu ada yang disesali karena putusan itu bukan
datang tiba-tiba. Putusan itu diambil dengan pertimbangan yang sangat
matang dan demi kebaikan Indofood sendiri. Saat dirinya memutuskan
mundur, Indofood tengah berada dalam aktivitas optimal.
Oleh sebab itu, tidak perlu ada yang dirisaukan atas kemundurannya, baik
oleh pemegang saham publik minoritas maupun pemegang saham mayoritas,
serta para pekerja sendiri, karena fundamental perusahaan Indofood sudah
sangat kuat. Siapapun orangnya yang kelak duduk sebagai CEO Indofood,
tetap bisa membawa roda bisnis perusahaan ini berjalan dengan baik, dan
tetap akan menghasilkan laba.
DIA berhasil membawa ISM mengarungi gelombang krisis moneter tahun
1997/1998. Perusahaan ini-karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap
dollar AS yang tidak diduga sebelumnya, merugi hingga Rp 1,2 triliun
pada tahun 1997-berhasil meraup laba Rp 150 miliar setahun kemudian.
Tahun 1999, dengan nilai penjualan Rp 8,4 triliun, laba perusahaan naik
550 persen menjadi Rp 825 miliar. Tahun lalu nilai penjualan ISM
mencapai Rp 16,5 triliun.
Tidak heran sarjana akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
(FEUI) dan lulusan Senior Executive Program Stanford University Amerika
Serikat ini tak merasa nyaman, bila banyak orang seperti terbelenggu
pada citra Indonesia sebagai negara miskin. Pengajar FEUI ini justru
melihat peluang berkembang dan menciptakan berbagai produk baru. Ibu
dari Patricia Imelda (26), Margaret Ivana (20), dan Anastasia Emanuella
(10) ini antara lain meningkatkan nilai tambah Indomie dengan
memproduksi mi untuk kelompok berpenghasilan tinggi.
Membuat mi dengan rasa per pulau di Indonesia, setelah selera provinsi
(Indomie Selera Nusantara), dan Indomie Mutiara Lintas Keluarga Bahagia.
Selain itu, ISM juga meningkatkan proses branding terigu Bogasari anak
perusahaan ISM, minyak goreng (Bimoli), makanan bayi, minuman ringan,
hingga susu yang industrinya sedang dikembangkan.
Perempuan kelahiran Jakarta tanggal 26 Desember pada 51 tahun lalu dan
bergabung dengan Indofood sejak tahun 1994 sebagai Steering Committee
yang melakukan supervisi Indofood. Tak lama kemudian istri Deputi
Gubernur Bank Indonesia ini diangkat sebagai CEO Indofood
PADA, Rabu (10/12) malam di Hotel Le Meridien Jakarta, Eva Riyanti
Hutapea sebagai CEO PT ISM baru saja mengadakan acara prapeluncuran
(soft launch) produk terbaru Supermi yaitu "Supermi Taste of Asia" yang
ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan tinggi bersamaan dengan
mengadakan pergelaran busana karya Ramli. Rencananya, setelah ada 45
rasa dari berbagai negara Asia, barulah "Supermi Taste of Asia"
diluncurkan resmi. Namun, awal pekan ini masyarakat dikejutkan oleh
berita pengunduran diri Eva Riyanti yang telah enam tahun menduduki
posisi puncak di ISM.
Bagaimana proses Anda mengambil keputusan untuk mundur?
Niat itu sudah ada dan sudah saya pikirkan dengan matang, tetapi karena
cinta saya pada Indofood, maka untuk sampai pada keputusan itu
maju-mundur beberapa kali.
Anda sudah 22 tahun di Grup Salim lalu 10 tahun di ISM, apakah ada
perbedaan begitu besar yang membuat Anda memutuskan mundur?
Sebetulnya tidak ada perbedaan yang besar di antara saya dan Pak Anthoni
(Anthoni Salim, salah satu pemegang saham ISM). Perbedaan itu kan biasa.
Bagaimana perasan Anda ketika mengambil keputusan?
Terus terang ada dua hal penting yang saya alami dalam hidup. Pertama
adalah saat saya akan menikah, dan itu dalam suasana emosi yang happy.
Yang kedua, saat mengambil keputusan ini, tetapi itu tidak dalam keadaan
happy. Tetapi, kalau ada pekerjaan yang lebih besar, mengapa harus
merasa tidak happy, ya?
Tetapi, masih banyak cara untuk tetap di Indofood. Bisa menjadi
konsultan, dan kan juga masih bisa menelepon untuk memberi masukan.
Siapa kira-kira orang yang akan menggantikan posisi Anda?
Kalau tanya kepada saya, saat ini ada 35 orang yang bisa menjadi
kandidat, yaitu mereka yang berada di dewan direksi dan kepala divisi,
serta wakilnya. Posisi ini terbuka untuk siapa yang bisa memenuhi syarat
yang ditentukan, karena ini perusahaan publik.
Namun,yang jelas kan ada Komite di dewan direksi yang ditunjuk oleh
dewan komisaris untuk menyiapkan calon pengganti saya. Mungkin mereka
punya calon, tetapi kan tidak di eskpos. Mungkin kelak kalau sampai pada
saatnya akan dibuka. Saya pun juga punya calon, tetapi itu kan tidak
mungkin saya buka.
Tidakkah kepergian Anda akan mempengaruhi saham ISM?
Saya tidak akan meninggalkan ISM tanpa perhitungan matang. Di IMF ada
48.000 karyawan, sudah ada sistem yang mantap di IMF. Kalau dibilang CEO
berhenti lalu saham anjlok, saya pikir saham ISM tidak mungkin turun
lebih rendah lagi dari saat ini yang Rp 750 per lembar karena seharusnya
nilai saham ISM adalah Rp 2.000.
Kenapa bisa begitu karena ISM memiliki harta karun sangat besar. Di
balance sheet kelihatan bahwa pada tahun 1995 ISM mengakuisisi Bogasari,
waktu itu nilainya Rp 800 miliar. Pada April 1999 ada pembelian senilai
Rp 1,5 triliun berupa perkebunan, Bimoli Bitung Manado, Indomarco, dan
Inti Boga Sejahtera yang masing-masing 80 persen sahamnya dikuasai ISM.
Silakan hitung sendiri nilainya saat ini, jadi Indofood tidak akan
bangkrut.
ISM juga masih punya hedging yang nilainya 310 juta dollar AS dengan
harga Rp 4.500 per dollarnya. Hedging ini akan jatuh tempo tahun 2005
sebesar 50 juta dollar AS dan tahun 2007 sebesar Rp 250 juta dollar.
Ekspor juga masih bisa ditingkatkan dari nilai saat ini sebesar 250 juta
dollar AS per tahun, walaupun sebagian besar masih dalam bentuk
komoditas. Begitu juga dengan Indomarco yang masih bisa disinergikan
dengan usaha ISM lainnya. ISM punya banyak harta karun yang bisa dipanen
oleh CEO berikut.
Tidakkah Anda merasa sayang meninggalkan perusahaan yang Anda besarkan
dan saat ini perusahaan dalam posisi baik?
Saya berprinsip, pemimpin yang baik dan belajar dari pengalaman kita
bersama pada masa lalu, lebih baik meninggalkan posisinya pada saat
puncak daripada saat berada di bawah. Yang penting, saya pergi dengan
meninggalkan fundamental yang baik.
Bagaimana prinsip Anda dalam menjalankan bisnis?
Uang saya anggap rata, saya melihat uang mengejar saya. Kalau orang
berprinsip take and give, maka saya give and take. Saat give saya sudah
merasa lega, dan ketika take tidak merasa bersalah karena sudah memberi
lebih dulu.
Prinsip lain adalah leading without power. Saya ingin membuktikan dulu
kehadiran saya tanpa Indofood. Mungkin orang menghindar juga (dari saya)
ya... Ini yang ingin saya lalui juga.
EVA Riyanti dalam kesempatan sama bertutur mengenai berbagai idenya yang
sudah dituangkan dalam kerangka kerja, tetapi belum sempat diwujudkan.
Menurut dia, dari begitu banyak ide yang dia kembangkan untuk
memperbesar ISM, baru 10 persen saja yang terealisir. Di antara yang
belum sempat terealisir adalah pembentukan perusahaan manajemen,
holding, dan investasi yang dia namai Permata International Ltd.
Perusahaan ini rencananya akan dijalankan oleh para pensiunan ISM.
"Ketika kita bekerja di sebuah perusahaan, kita disuruh untuk mempunyai
rasa memiliki terhadap perusahaan. Akan tetapi, ketika tiba waktunya
harus pensiun, atau berhenti, kita harus berhenti. Jadi, seperti ada
konflik. Lalu saya pikir mengapa kita tidak membuat orang bekerja seumur
hidup. Jadi, saya tidak hanya memikirkan produk, tetapi juga bagaimana
orang-orang yang bekerja di ISM."
"Saya berprinsip yaitu pergunakan harta dan talentamu untuk masyarakat.
Saya tidak takut miskin karena ide, talenta, itu melekat pada saya. Saya
percaya bahwa harta itu titipan, sehingga karenanya kita harus memberi.
Itu membuat saya tenang. Karena tenang, saya bisa bekerja lebih keras."
Apa rencana Anda setelah Mei 2004 nanti bila rapat umum pemegang saham
menyetujui permintaan Anda untuk mundur?
Buat saya apa yang terjadi saat ini barangkali ada baiknya juga. Mungkin
kalau saya terus di ISM akan stagnan. Siapa tahu ada perusahaan yang
kurang baik kinerjanya yang bisa saya kembangkan menjadi seperti
Indofood. Di bank-bank dan di BPPN ada banyak aset yang kinerjanya tidak
memuaskan, mau diapakan perusahaan-perusahaan ini? Mungkin yang
diperlukan orang untuk mengelola.(tom/nmp/ast) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|