| |
C © updated
21122003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/kpk |
|
| |
Nama:
Erry Riyana Hardjapamekas
Lahir:
Bandung, Jawa Barat, 5 September 1949
Jabatan:
Wakil Ketua KPK
Pendidikan:
S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran,
Bandung, Lulusan 1978
Agama:
Islam
Isteri:
Yanie Netty Budiarty
Anak:
4 (empat) orang
Karir:
- 1994 2002: Direktur Utama PT Timah Tbk.
- 1991 1994: Direktur Keuangan PT Timah Tbk
- 1982 1991: Direktur PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)
- 1979 1982: Posisi terakhir sebagai Kepala Bagian Akuntansi Perum
Perumnas
- 1977 1979: Asisten Administrasi Keuangan NV Alico
- 1976 1977: Asisten Teknis pada Lembaga Manajemen UNPAD
: 1975 1976: Asisten Penjualan di PT Alinfra
Jabatan Lainnya:
- Komisaris (1996 1998) dan Komisaris Utama PT Bursa Efek
Jakarta (1998 2001)
- Komisaris Utama PT Agrakom (Januari 2000 Desember 2003)
- Komisaris merangkap Ketua Komite Audit PT Pembangunan Jaya Ancol (Maret
2001 Desember 2003)
- Penasehat & Anggota Komite Audit PT Unilever Indonesia, Tbk. (2001
2003)
- Penasehat Komisaris (sejak 2001) & Komisaris Independen PT Semen
Cibinong Tbk. (April 2002 Desember 2003)
- Komite Audit (Jan 2002 Desember 2003) & Komisaris Independen PT
Kabelindo Murni Tbk (Juni 2002 Desember 2003)
- Ketua Komite Audit & Komisaris Independen PT Hero Supermarket Tbk
(September 2002 Desember 2003)
- Komisaris Independen PT Kaltim Prima Coal (Maret Oktober 2003)
Organisasi:
- Ketua Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia 1998 - 2002
- Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia 1999 2003
- Anggota Dewan Penasihat Indonesian Mining Association (IMA) 2002
2003
- Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 1996 2003
- Anggota Dewan Penasihat Indonesian Financial Executives Association (IFEA)
1999 2003
- Anggota Dewan Penasihat Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia 1999
2003
- Anggota Dewan Penasihat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia 2002-2003
- Anggota Pengurus Himpunan Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia
- Aktif dalam kegiatan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), sebagai
Anggota Pendiri dan Anggota Dewan Penyantun.
- Ketua Badan Pendiri Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG)
2000-2003
- Anggota Komite Nasional Tentang Kebijaksanaan Corporate Governance
1999-2003
- Anggota Pendiri Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI)
- Anggota Dewan Pengurus (Executive Board) Kemitraan bagi Pembaruan Tata
Pemerintahan (Partnership for Governance Reform) 2001-2003
- Ketua Bidang Dana Badan Kerjasama Ikatan Alumni Perguruan Tinggi
Seluruh Indonesia
- Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TI-I)
2001-2003
- Anggota Dewan Riset Nasional (DRN)
- Anggota Dewan Penyantun Danareksa Research Institute
- Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan RANCAGE
- Anggota Dewan Bisnis Untuk Martabat Manusia IPPM
- Anggota Dewan Penasihat Center for the Betterment of Education (CBE)
- Anggota Tim Persiapan Pembentukan Komite Anti Korupsi
- Anggota Dewan Penasihat Yayasan Pelangi
- Anggota Penasihat Perhimpunan WANADRI
- Anggota Dewan Normatif Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia
- Pendiri dan Sekretaris Perkumpulan Membangun Kembali Indonesia
- Anggota Dewan Wali Amanat Dompet Dhuafa Juli 2003-Desember 2003
- Presiden GCS Indonesia Chapter
- Anggota Dewan Sekolah Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut
Teknologi Bandung (SBM - ITB), sejak tahun 2004
Penghargaan :
- Satyalancana Pembangunan pada tahun 1996
- Bintang Jasa Utama, tahun 1997
- Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2003 untuk Kategori Bisnis
|
|
| |
|
|
|
|
| ERRY RIYANA HOME |
|
|
 |
Erry Riyana Hardjapamekas
Demi KPK, Lepas Semua Jabatan
Erry Riyana Hardjapamekas pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 5
September 1949, melepas semua jabatannya setelah terpilih menjadi Wakil
Ketua/Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan
mantan Direktur Utama PT Timah Tbk, itu untuk menghindari adanya
benturan kepentingan dan sebagai bentuk komitmen integritas dalam
pelaksanaan tugas-tugasnya di KPK.
Lulusan S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran,
Bandung, 1978,memegang banyak jabatan sebelum terpilih menjadi Anggota
KPK. Antara lain dia menjabat Komisaris Utama PT Agrakom (Januari 2000
Desember 2003), Komisaris merangkap Ketua Komite Audit PT Pembangunan
Jaya Ancol (Maret 2001 Desember 2003), Penasehat & Anggota
Komite Audit PT Unilever Indonesia, Tbk. (2001 2003), Penasehat
Komisaris (sejak 2001) & Komisaris Independen PT Semen Cibinong Tbk.
(April 2002 Desember 2003), Komite Audit (Jan 2002 Desember 2003) &
Komisaris Independen PT Kabelindo Murni Tbk (Juni 2002 Desember 2003),
Ketua Komite Audit & Komisaris Independen PT Hero Supermarket Tbk
(September 2002 Desember 2003) dan Komisaris Independen PT
Kaltim Prima Coal (Maret Oktober 2003).
Selain itu, dia juga aktif di berbagai organisasi. Antara lain:
- Ketua Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia 1998 - 2002
- Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia 1999 2003
- Anggota Dewan Penasihat Indonesian Mining Association (IMA) 2002
2003
- Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 1996 2003
- Anggota Dewan Penasihat Indonesian Financial Executives Association (IFEA)
1999 2003
- Anggota Dewan Penasihat Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia 1999
2003
- Anggota Dewan Penasihat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia 2002-2003
- Anggota Pengurus Himpunan Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia
- Aktif dalam kegiatan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), sebagai
Anggota Pendiri dan Anggota Dewan Penyantun.
- Ketua Badan Pendiri Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG)
2000-2003
- Anggota Komite Nasional Tentang Kebijaksanaan Corporate Governance
1999-2003
- Anggota Pendiri Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI)
- Anggota Dewan Pengurus (Executive Board) Kemitraan bagi Pembaruan Tata
Pemerintahan (Partnership for Governance Reform) 2001-2003
- Ketua Bidang Dana Badan Kerjasama Ikatan Alumni Perguruan Tinggi
Seluruh Indonesia
- Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TI-I)
2001-2003
- Anggota Dewan Riset Nasional (DRN)
- Anggota Dewan Penyantun Danareksa Research Institute
- Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan RANCAGE
- Anggota Dewan Bisnis Untuk Martabat Manusia IPPM
- Anggota Dewan Penasihat Center for the Betterment of Education (CBE)
- Anggota Tim Persiapan Pembentukan Komite Anti Korupsi
- Anggota Dewan Penasihat Yayasan Pelangi
- Anggota Penasihat Perhimpunan WANADRI
- Anggota Dewan Normatif Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia
- Pendiri dan Sekretaris Perkumpulan Membangun Kembali Indonesia
- Anggota Dewan Wali Amanat Dompet Dhuafa Juli 2003-Desember 2003
- Presiden GCS Indonesia Chapter
- Anggota Dewan Sekolah Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut
Teknologi Bandung (SBM - ITB), sejak tahun 2004
Suami dari Yanie Netty Budiarty dan ayah 4 (empat) orang anak ini tahun
1994 2002 menjabat Direktur Utama PT Timah Tbk, 1991 1994 Direktur
Keuangan PT Timah Tbk, 1982 1991 Direktur PT Tambang Batubara Bukit
Asam (Persero), 1979 1982 sebagai Kepala Bagian Akuntansi Perum
Perumnas, 1977 1979 Asisten Administrasi Keuangan NV Alico, 1976
1977 Asisten Teknis pada Lembaga Manajemen UNPAD dan 1975 1976
Asisten Penjualan di PT Alinfra. Dia juga sempat menjabat Komisaris
(1996 1998) dan Komisaris Utama PT Bursa Efek Jakarta (1998 2001).
Atas berbagai kegiatannya, Erry Riyana telah mendapat tanda jasa dari
Presiden RI atas dedikasi dan prestasinya dalam mengembangkan industri
pertambangan di Indonesia yaitu: Satyalancana Pembangunan pada tahun
1996 dan Bintang Jasa Utama, tahun 1997. Juga penghargaan Bung Hatta
Anti Corruption Award tahun 2003 untuk Kategori Bisnis.
Erry Riyana Hardjapamekas, ini
terpilih menjadi pimpinan KPK bersama Taufiequrachman Ruki, Sjahruddin
Rasul, dan Erry Riyana Hardjapemekas.Mereka terpilih melalui voting yang dilakukan dua kali oleh 44
dari 61 anggota Komisi II. Voting pertama dilakukan untuk memilih lima
dari sepuluh nama calon, sedangkan yang kedua untuk memilih satu ketua
dari lima nama yang terpilih. Pada voting pertama, masing-masing anggota
Dewan memilih maksimal lima nama dari sepuluh calon.
Perolehan suara lima calon lainnya yang tidak terpilih pada voting
pertama itu adalah Moh Yamin (22), Iskandar Sonhadji (7), Marsillam
Simandjuntak (6), Chairul Imam (4), dan Momo Kelana (1).
Berdasarkan voting kedua, Taufiequracman Ruki terpilih menjadi Ketua KPK
dengan mengantongi 37 suara. Perolehan suara empat lainnya adalah Amien
Sunaryadi (6), Erry Riyana Hardjapamekas (1), Tumpak Hatorangan
Reformasi Birokrasi
Erry Riyana Hardjapamekas mengusulkan reformasi birokrasi di lingkungan
penyelenggara negara dan pegawai negeri sipil diprioritaskan pada
perbaikan sektor peradilan. Sebab, sektor ini penting bagi penegakan
hukum.
Mengapa tidak di sektor lain, seperti bea cukai atau imigrasi? "Prioritaskan
sektor peradilan dulu. Baru nanti merambah ke sektor publik yang paling
penting, seperti imigrasi, pajak, dan bea cukai," kata Erry ketika
menjenguk Nurcholish Madjid di RS Pondok Indah kemarin.
Satgas Reformasi Birokrasi ini dipimpin langsung oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. Tugasnya membenahi penyelenggaraan negara dan pegawai
negeri sipil.
Dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi, Satgas Reformasi
Birokrasi menggunakan pendekatan melalui perbaikan sistem birokrasi.
Yakni, perbaikan sistem rekrutmen, pendidikan pelatihan, jenjang karir,
tunjangan hari tua, dan sistem imbalan.
Dalam pengadaan barang, Presiden SBY sudah mengarahkan pada sistem
e-procurement. Yakni, pengadaan barang publik yang penawarannya
dilakukan dengan transparan melalui internet. Semua pihak bisa mengakses
penawaran ini. Selama ini, sistem pengadaan barang publik tidak
transparan dan banyak jatuh ke tangan mafia. Akibatnya, sangat rawan
kebocoran anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Menurut Erry, berdasarkan monitor KPK, kinerja Satgas Reformasi
Birokrasi mulai memperlihatkan hasil positif. "Sudah ada sedikit gerakan
walaupun tidak terlalu cepat," katanya tanpa menyebut contoh hasil
positif yang sudah dibuat Satgas Reformasi Birokrasi itu. ► mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|