| |
C © updated 31012004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/sh |
|
| |
Nama:
Elisa Lumbantoruan
Lahir:
Di Siborong-borong, tahun 1960
Istri:
Boru Butar-butar
Anak:
Dua orang
Pendidikan:
ITB Bandung, Jurusan Matematika, lulus tahun 1985
Pekerjaan:
1. Presiden Direktur, HP Indonesia 1 November 2002 hingga sekarang
2. Direktur Pelaksana, Enterprise Systems Group HP Indonesia, 1 November
2002 hingga sekarang
3. Business Director for Industry Standard Servers Business Unit for South
East Asia, 1 November 2002 hinggga sekarang
4. Direktur Pemasaran, Compaq Indonesia, 1998 hingga 2002
5. Country Marketing Manager, PT Digital Astra Nusantara, 1997-1998
6. Alliances Manager, Oracle Indonesia
7. Account Manager, PT Astra Graphia
Hobbi:
Bermain golf
Rumah Tinggal:
Bogor
Sumber:
Dari berbagai sumber, terutama Sinar Harapan.
|
|
| |
|
|
|
|
Elisa Lumbantoruan, Presiden Direktur HP Indonesia
Profesional dalam Dunia IT
Di Indonesia, integrasi HP dengan Compaq terealisasi Mei 2002 dan tak
kurang enam bulan kemudian tepatnya 1 November 2002 Elisa Lumban Toruan,
ayah dua orang anak perempuan kelahiran Siborong-borong tahun 1960 ini
dipercaya sebagai Presiden Direktur HP Indonesia. Sebelum integrasi itu,
“Pak El’, demikian dia biasa disapa para sahabat maupun oleh 271 orang
karyawannya, telah menempati posisi Direktur Pemasaran pada Compaq
Indonesia. Dan sebelumnya lagi, sebagai Country Marketing Manager pada PT
Digital Astra Nusantara, perusahaan patungan antara DEC dengan PT Astra
Graphia.
Pada tahun 1998 ketika tiga raksasa industri IT (information technology)
yaitu Compaq, Digital Equipment Corp. (DEC), dan Tandem bergabung menjadi
satu nama Compaq Computer Corp., adalah merupakan berita heboh di negeri
asalnya Amerika Serikat dan meluas hingga ke Indonesia. Namun,
penggabungan itu masih belum cukup untuk berhadapan dengan “si biru” IBM
sehingga di tahun 2002 Compaq kembali bergabung dengan Hewlett-Packard
(HP) untuk membawa satu nama HP sebagai identitas tunggal. Elisa
Lumbantoruan, 44 tahun, adalah Presiden Direktur HP Indonesia.
Penguasa pasar, itulah yang kini sangat dibanggakan oleh Elisa
Lumbantoruan. Dikatakannya, seandainya Indonesia dipetakan dimana terdapat
titik-titik pelayanan HP, maka dengan jarak dua jam saja seluruh Indonesia
sudah bisa dicapai. Kendati HP di dunia masih nomor dua, tetapi di
Indonesia posisi nomor satu sudah jatuh ke Compaq sejak bergabung dengan
DEC dan Tandem. Karena itu, penggabungan HP dengan Compaq semakin
menggelembungkan pangsa pasar HP.
Elisa menggambarkan, HP Indonesia kini memiliki lini produk yang paling
lengkap. Bahkan, dia memperkirakan belum ada kompetitor yang memiliki
product line selengkap miliknya. Mulai dari printer, PDA, notebook,
desktop, networking, server, storage, sampai services dan outsourcing.
Untuk kamera digital sengaja tidak dipasarkan secara agresif di Indonesia.
Demikian pula soal infrastruktur, Elisa yang selalu ramah dan murah senyum
ini menyebutkan HP memiliki cakupan paling luas di Indonesia. Misalnya
dilihat dari sisi purnajual yang dilakukan melalui HP Service Center
maupun Authorized Service Provider (ASP), yang mengkover seluruh
Indonesia. Kemudian, jika menginginkan kemudahan akses terhadap produk
maupun interaksi dengan HP, HP Indonesia mempunyai jaringan reseller dan
wholesaler yang juga sudah menyebar di Indonesia. Jadi, jelas dia, orang
bisa dengan sangat mudah mendapatkan produk HP begitu pula dengan
purnajualnya. “Itulah, yang menjadi keuntungan kompetitif HP Indonesia
dibanding kompetitor di pasar,” tutur Elisa, pemasar baik yang selalu
ingin bersahabat dengan siapa saja.
Lengkap dan beragamnya produk HP membuat Elisa kini leluasa memasuki semua
segmen pasar, tidak seperti sebelumnya didominasi korporasi yang
mengharuskannya fokus ke industri vertikal yang berat-berat amat seperti
industri manufaktur, telekomunikasi, perbankan, dan pemerintahan. Menurut
dia, sekarang HP Indonesia bisa masuk ke pasar konsumen seperti notebook,
desktop, personal digital assistant (PDA), dan printer. Selain korporasi,
dia juga bisa masuk ke usaha kecil dan menengah atau SMB (Small and Medium
Business). Suami dari boru Butar-butar yang memilih tetap tinggal di Bogor
ini berujar, seluruh segmen pasar bisa dimasukinya membuat HP berbeda
dengan kompetitor.
Elisa lalu membagi bisnisnya ke dalam empat kelompok, yakni kelompok
imaging and printing, personal system, enterprises system, dan services
dimana masing-masing kelompok mempunyai suatu target dan dijalankan
sebagai entitas bisnis yang harus bisa mempertahankan profitabilitas dan
pertumbuhan.
Di kelompok printer, misalnya, jika dulu pasar mempersepsi printer HP
mahal, sekarang dengan ketersediaan produk low end Elisa kini mempunyai
produk-produk seperti ink jet, desk jet yang harganya cukup kompetitif.
Dari segi fungsi, kata dia kini printer HP sudah multi purpose printer
yang menyatu dalam satu alat saja, yaitu printer yang sekaligus bisa untuk
scanner, fotokopi, dan faksimili.
Tingginya inovasi yang terjadi di HP membuat Elisa sibuk mematenkan
beragam produk unggulan baru sebab produk itu harus segera dimunculkan ke
pasar. Pernah, dalam tempo 12 bulan saja, misalnya, dia harus mendaftarkan
1.600 paten baru di Indonesia yang menggambarkan pencapaian tertinggi
dalam sejarah implementasi atas inovasi yang terjadi pada HP.
Penggemar golf ini tergolong tipe pekerja keras. Bukan hal aneh jika
hingga larut malam dia masih bekerja di kantor. Bahkan, sosok sebagai
manusia sibuk sudah dimulainya saat masih kuliah di ITB Bandung, jurusan
Matematika, yang ditempuhnya antara tahun 1979 hingga 1985. Ketika masih
kuliah itu dia sudah pandai cari uang dengan mengajar matematika di
sejumlah pusat bimbingan belajar untuk SMA di Bandung. Sebelum bahkan
hingga setahun setelah tamat menjadi sarjana pun, profesi yang digeluti
Elisa adalah dosen matematika dan komputer di sejumlah institut maupun
universitas yang ada di Bandung dan Jakarta. Karena itu, sekarang ini dia
justru merasa terdampar bekerja di dunia teknologi informasi. Sebab, ayah
dan ibunya yang guru SD dan SMP sangat menginginkannya meneruskan profesi
pengajar, dan kalaupun menjadi dosen itu adalah buah sebuah ketekunan.
Sebagai profesional, Elisa pertama kali memasuki dunia IT pada tahun 1986
saat diangkat sebagai account manager di PT Astra Graphia. Karirnya cukup
baik dan melesat bagus di sini. Dia lalu ingin mencoba memasuki industri
IT lain, pilihan itu jatuh ke Oracle Indonesia, perusahaan piranti lunak
terbesar kedua dunia yang didirikan dan dipimpin oleh Larry J. Elison,
dari Amerika Serikat. Di sini pun dia cukup baik, menjabat sebagai
Alliances Manager selama dua setengah tahun, dan mulai populer di berbagai
kalangan terutama wartawan karena keramahan dan sikap simpatiknya. Nah,
ketika terjadi kekosongan Country Marketing Manager pada PT Digital Astra
Nusantara karena pejabatnya memilih hidup melayani Tuhan, nama yang banyak
disebut-sebut pengisinya adalah Elisa Lumbantoruan. B.T. Lim, Presiden
Direktur Digital Astra ketika itu tidak bisa berbuat lain selain
memilihnya sebagai tenaga pemasar yang paling bisa diandalkan.
Ketika di tahun 1997 Compaq Indonesia didirikan untuk mengakomodasi
penggabungan Compaq dengan DEC dan Tandem, dia didudukkan sebagai Direktur
Pemasaran. Dan ketika Mei 2002 PT Compaq itu bergabung lagi dengan HP dia
tetap dipercaya sebagai direktur pemasaran, untuk enam bulan kemudian
tepat 1 November 2002 dipromosikan sebagai orang tertinggi di HP Indonesia
untuk membawahi 271 orang karyawan.
Sebagai profesional murni dia tidak lupa menaruh harapan supaya kehidupan
bisnis bisa berjalan lebih baik. Pada sisi internal HP Indonesia, dia
ingin agar entitas bisnis ini posisinya semakin tegas diantara 142
perusahaan subsidiary HP di seluruh dunia. Dia ingin HP menjadi perusahaan
IT terkemuka di Indonesia, demikian pula untuk tingkat region Asia
Tenggara harus lebih unggul atas subsidiary HP lain, hingga ke tingkatan
Asia Pasifik dan global worldwide agar semakin diperhitungkan. Dia ingin
HP Indonesia menjadi pemenang di setiap tingkatan itu.
Indikator lain keberhasilan kehidupan bisnis yang lebih baik bagi dia
adalah, bagaimana HP berinteraksi dengan pelanggan di tiga segmen pasar.
Dia mengungkapkan, implementasi HP Indonesia adalah yang terbaik saat ini
di Asia Tenggara, demikian pula pertumbuhan bisnis yang jauh meningkat
dibanding negara Asia Tenggara lain. Ini menguntungkan bagi nama baik
Indonesia secara keseluruhan. Jujur saja, kata dia, bicara Indonesia yang
terdengar hanyalah persepsi negatif.
Dengan menunjukkan hasil kerja HP Indonesia yang seluruh karyawan adalah
orang Indonesia, Elisa berharap mudah-mudahan bisa mengubah persepsi
negatif tadi. Selain sebagai Presiden Direktur HP Indonesia, Elisa adalah
juga Direktur Pelaksana pada Enterprise Systems Group HP Indonesia, serta
sebagai Business Director for Industry Srandard Servers Business Unit pada
HP Asia Tenggara. Dia memang sudah lama diperhitungkan di tingkat region
Asia Tenggara, mengingat 20 tahu terakhir ini dia sangat berpengalaman di
industri IT.
Obsesi lain dari aktivis gereja dan adat Batak ini adalah, bagaimana IT
mempengaruhi industri lain supaya tumbuh lebih cepat dan paralel dengan
itu akan pula mempercepat pertumbuhan serta pemulihan ekonomi nasional.
Dia mencontohkan bagaimana Korea Selatan bangkit dari krisis hanya dengan
modal cadangan devisa lima miliar dolar AS, namun kini sudah memiliki
devisi lebih dari 100 miliar dolar AS. ”Itu karena mereka
mengimplementasikan IT,” simpul Elisa yang praktis 20 tahun terakhir dalam
hidupnya adalah garam dan terang dalam dunia IT.
Di antara pilihan berkarir profesional, berkeluarga yang baik, memelihara
kesehatan yang prima, serta sosialisasi kehidupan dengan sesama yang
kesemuanya memberi Elisa kesibukan, dia lebih mengutamakan karir sebab
indikator keberhasilannya bisa diukur dengan mudah. Dikatakannya, karir
ditempatkannya sebagai prioritas karena dia mempunyai tanggungjawab yang
bisa diukur berdasarkan pencapaian dan ekspektasi dari si pemberi kerja.
Itu hal yang tidak ada dalam keluarga. “Tetapi saya harus menyadari, bahwa
dengan peningkatan di sisi karier konsekuensinya adalah waktu untuk
keluarga akan berkurang. Oleh karena itu kualitas pertemuan harus
diperhatikan,” kata Elisa dengan santun. ►ht
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|