| |
C © updated
19032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/wk |
|
| |
Nama:
Letkol (Purn) TNI-AL Djuanda Widjaja
Lahir:
Bandung, 10 Desember 1959
Meninggal:
Paris, 18 Maret 2006 (Pukul 03.00 atau 09.00 WIB)
Agama:
Islam
Pendidikan Umum:
- ITB Seni Rupa, Bandung, satu tahun
- FISIP Universitas WR Supratman, Surabaya
- Fakultas Hukum, Universitas Hang Tuah, Surabaya
- Visiting fellow East West Centre Hawaii
- Georgetown University, Washington DC
Pendidikan Militer:
- Akabri Angkatan Laut
- Junior Officer Maritim, Australia
- Kursus Perang Ranjau, NATO, Belgia
- Sekolah Staf di Perancis
- Komando Gabungan di College Interarmees de Defense
Karir:
- Pamen TNI-AL (mengundurkan diri tahun 1988 untuk terjun jadi
pengamat militer dan intelijen)
- Penasihat Intelijen Presiden Abdurrahman Wahid, 1999-2001
- Sekretaris Bidang Wilayah Dewan Maritim Indonesia TNI-AL
|
|
| |
|
|
|
|
| DJUANDA HOME |
|
|
 |
Djuanda Widjaja (1959-2006)
Pengamat Militer dan Intelijen
Dia pengamat militer, intelijen dan politik yang terbilang handal. Untuk
berkonsentrasi dalam profesi itu, pria lajang kelahiran Bandung, 10 Desember 1959,
berpangkat Letnan Kolonel, itu mengundurkan diri dari Korps TNI-AL tahun
1998. Namanya mencuat tatkala menjabat Penasihat Intelijen Presiden
Abdurrahman Wahid (1999-2001). Dia meninggal dunia di Paris, Sabtu 18
Maret 2006.
Letnan Kolonel (Purn) TNI-AL
Djuanda Widjaja mengembuskan napas terakhir dalam usia 46 tahun di Rumah Sakit George Pampidu,
Paris, sekira pukul 03.00 waktu setempat atau pukul 09.00
WIB akibat penyakit liver. Sebulan sebelumnya, Djuanda sering
mengeluhkan sakitnya. Lalu, dia memilih diperiksa di Rumah Sakit George
Pampidu, Paris karena
ketika belajar di Paris rumah sakit itu tempatnya berobat secara rutin.
Setelah diperiksa, diketahui dia menderita livert dan
langsung dirawat. Namun, menurut Anna Priana, kakak kandung Djuanda,
kondisinya semakin memburuk sehingga tidak tertolong. Saat mengembuskan
napas terakhir, Djuanda ditemani kakak kandungnya yang ketujuh, Metty
Widjaya.
Jenazahnya diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Senin
20 Maret 2006. Setelah tiba, disemayamkan di rumah
duka (rumah kediaman pria lajang itu semasa hidupnya) di Jalan Gunung
Karumbi No.3, Ciumbleuit, Bandung. Selanjutnya dimakamkan di Bandung.
Djuanda dilahirkan di Bandung 10 Desember 1959. Dia anak kedelapan
dari sembilan bersaudara dari ayah Widjaja dan ibu Hj Hernie Abdulmanaf.
Dari kecil, Djuanda rajin belajar. Dia termasuk orang yang banyak
menggeluti dunia pendidikan. Setamat SMA dia sempat kuliah di ITB
Seni Rupa, Bandung, tapi hanya dua smester. Dia meninggalkan ITB setelah
diterima di Akabri TNI-AL.
Selain pendidikan di Akabri, Djuanda juga mengecap pendidikan militer
di Junior Officer Maritim, Australia; Kursus Perang Ranjau, NATO,
Belgia; Sekolah Staf di Perancis; serta Komando Gabungan di College
Interarmees de Defense.
Tidak puas dengan pendidikan militer saja, Djuanda menggali
pengetahuan juga di FISIP Universitas WR Supratman, Surabaya; Fakultas
Hukum, Universitas Hang Tuah, Surabaya; Visiting fellow East West Centre
Hawaii; dan Georgetown University, Washington DC.
Pangkat terakhir perwira lajang ini adalah Letnan Kolonel. Tahun
1998, dia mengundurkan diri dari Korps AL untuk bisa aktif sebagai
pengamat dan analis sosial politik, militer dan intelijen. Saat
Abdurrahman Wahid menjabat Presiden RI, Djuanda diangkat menjadi
Penasihat Intelijen Pemerintah. Sejak itu namanya mencuat kepermukaan.
Kemudian, sampai akhir hayatnya dia dipercaya menjabat Sekretaris Bidang Wilayah di Dewan Maritim Indonesia,
TNI Angkatan Laut. ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|