| BERITA |
|
|
 |
Marsekal TNI Djoko Suyanto
DPR Setuju Jadi Panglima TNI
Jakarta 07/02/06: Rapat Paripurna DPR (7/2/06) menyetujui secara aklamasi
Marsekal TNI Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI AD
Endriartono Sutarto. Dengan persetujuan DPR ini, Presiden akan
mengeluarkan Keppres pengangkatan dan kemudian melantiknya.
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Komisi I Setuju Jadi Panglima TNI
Jakarta 02/02/06: Marsekal TNI Djoko Suyanto disetujui secara aklamasi
oleh Komisi I DPR-RI menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI AD
Endriartono Sutarto. Komisi I menyatakan Djoko lolos dalam uji kelayakan
dan kepatutan yang cukup alot dan panjang. Dengan persetujuan Komisi I
ini, Djoko hanya menunggu pengesahan di Rapat Paripurna DPR
(7/2/06) untuk menjabat Panglima TNI.
Hal ini menjadi sejarah baru bagi TNI. Inilah pertama kali TNI dipimpin
Angkatan Udara. Sebelumnya, Angkatan Darat mendominasi Panglima
TNI/ABRI, hanya sekali dijabat Angkatan Laut yakni Laksamana TNI AL
Widodo.
Keputusan itu diambil dalam rapat Komisi I DPR, Kamis (2/2/2006) di
Jakarta yang dipimpin Ketua Komisi I Theo L Sambuaga dari Fraksi Partai
Golkar. Keputusan itu akan disampaikan dalam rapat paripurna yang oleh
Badan Musyawarah kemarin telah diagendakan hari Selasa (7/2/2006).
Namun, fraksi-fraksi di Komisi I juga memberikan sejumlah catatan,
dengan harapan dilaksanakan oleh Djoko setelah menjadi Panglima TNI.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) yang sebelumnya
memberikan isyarat akan "menghadang" Djoko memberikan paling banyak
catatan.
F-PDIP juga memberi catatan mengklarifikasi surat R.41/Pres/10/2004 yang
dikeluarkan Presiden Yudhoyono, menarik surat Presiden Megawati
Soekarnoputri R.32/Pres/10/2004 yang mengajukan Jenderal Ryamizard
Ryacudu sebagai calon Panglima TNI.
Menurut Sutradara Gintings, F-PDIP berharap kesalahan yang mencederai
proses ketatanegaraan dan etika kenegaraan itu tak diulangi lagi dan
menjadi yang pertama dan yang terakhir.
Anggota FPDIP Sutradara Ginting dalam pembacaan pandangan fraksi,
memang tidak menyatakan secara eksplisit dukungan atau penolakannya.
"Fraksi kami tidak mengambil keputusan apa pun. Kami persilakan komisi I
melanjutkan proses ini ke rapat paripurna," tegasnya.
Sementara itu, anggota FPDIP lainnya, Permadi, menegaskan bahwa PDIP
tidak pernah menolak Djoko sebagai calon panglima. Yang mereka ingin
klarifikasi adalah pencederaan sistem ketatanegaraan yang menyertai
pencalonan itu.
FPDIP dalam catatannya juga meminta panglima yang baru mempunyai
ketegasan sikap terhadap segala bentuk separatisme.
Fraksi Partai Golkar melalui Happy Bone Zulkarnaen menyatakan
penghargaan kepada Djoko terkait janjinya untuk siap dipecat di tengah
masa tugasnya. Pernyataan Djoko itu dinilai merupakan komitmen penting
bagi seorang pejabat publik.
Sementara itu, J.E. Habibie dari Fraksi Partai Demokrat menilai berbagai
jawaban Djoko yang terkesan normatif dan selalu menyerahkan kebijakan
pada sistem hukum yang berlaku, dalam fit and proper test, justru
menunjukkan pria yang masih menjabat KSAU tersebut menjunjung tinggi
supremasi sipil di Indonesia.
Fraksi PKB, melalui A.S. Hikam, mengatakan sangat menghargai mekanisme
rotasi yang dilakukan Presiden SBY. Presiden SBY telah melanjutkan
tradisi yang dirintis mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang mengajukan
calon dari matra laut, yakni Laksamana TNI Widodo A.S. Sebagai catatan,
FKB juga meminta panglima yang baru melarang anggotanya ikut pilkada.
Pimpinan sidang Theo L, Sambuaga menyatakan akan melampirkan berbagai
catatan dari masing-masing fraksi pada surat persetujuan yang segera
diajukan ke rapat paripurna. Rapat internal Komisi I itu dimulai pukul
09.00 dan berakhir pukul 13.30.
Untuk mengakomodasi sejumlah anggota komisi I yang belum puas atas
jawaban dalam fit and proper test, dalam rapat internal itu diputuskan
untuk mengirim surat kepada Djoko yang isinya meminta jawaban tertulis
atas semua pertanyaan yang diajukan. Ada 36 anggota komisi I yang
mengajukan pertanyaan kepada Djoko dalam fit and proper test. Sebanyak
18 penanya terakhir
menilai belum tuntas
dijawab. ►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|