| |
C © updated 20102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE
Lahir:
Pengging, Jawa Tengah, 5 Juli 1943
Jabatan:
Menteri Pekerjaan Umum RI
Agama:
Islam
Istri:
Sri Suwarningsih
Jumlah Anak:
Tiga orang
Pendidikan:
S-2 Pasca Sarjana Land and Water Dev. IHE-Delft, Netherland, 1977
S-1, Teknik Sipil Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, 1969
Pengalaman kerja:
Dirjen Pengembangan Permukiman Depkimpraswil, 3 Januari 2001-21
Oktober 2004
Asisten I Bidang Pengembangan Pembangunan Perumahan Negara, 1997-1999
Direktur Bina Program, Direktorat Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum,
hingga 1997
Direktur Bina Program, Departemen Pekerjaan Umum
Inspektorat Wilayah, Departemen Pekerjaan Umum, 1992-1993
Alamat:
Departemen Pekerjaan Umum
Jalan Pattimura No. 20
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Telp. (021) 722.2804
Sumber:
PDTI dan pkpps abplp <abplp@yahoo.com>
|
|
| |
|
|
|
|
Djoko Kirmanto
Menteri Pekerjaan Umum
Dia kembali berkiprah ke habitatnya. Mantan Sekjen Depkimpraswil yang
mengawali karir di Departemen Pekerjaan Umum (PU) sebagai Site Engineer
Pembangunan Pondasi Jembatan Karang Semut, Yogyakarta tahun 1969-1971,ini
dipercaya menjabat Menteri PU Kabinet Indonesia Bersatu. Dia dan segenap
karyawan menyambut gembira kembalinya nama departemen ini, DPU.
Djoko Kirmanto, bagi kalangan pejabat /karyawan di lingkungan
Departemen ini adalah sosok yang bekerja keras. Dia mulai meniti karir di
Departemen PU sejak 1970 menjadi pegawai harian pada Prosida Ditjen Air.
Di kalangan rekan-rekannya di Dep. PU, pria kelahiran Pengging (Klaten
Jawa Tengah), tanggal 5 Juli 1943 dikenal akrab dengan rekan sejawat dan
anak buah dan selalu peduli terhadap masyarakat bawah.
Posisi terakhir, Djoko Kirmanto sebelum pensiun pada November 2003 sebagai
Sekjen Depkimpraswil di bawah Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah,
Soenarno. Sebelumnya semasa Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah (Kimbangwil)
yang dipimpin Erna Witoelar, Djoko Kirmanto menjabat sebagai Dirjen
Pengembangan Permukiman mulai dari tahun 1999 sampai tahun 2001.
Ayah dari tiga orang anak ini menamatkan pendidikan terakhirnya di Land
and Water Development IHE - Delft Belanda sehingga meraih gelar Dipl. HE,
sedangkan di Indonesia Djoko mendapatkan gelar insinyur dari Tehnik Sipil
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Djoko yang beristrikan Sri
Suwarningsih ini mengawali karirnya di Departemen PU sebagai Site Engineer
Pembangunan Pondasi Jembatan Karang Semut, Yogyakarta tahun 1969 sampai
1971, kemudian menjadi Pegawai Prosida Ditjen Air.
Riwayat karirnya berturut-turut Asisten Perencana Proyek Irigasi Sadang
Sulsel, Deputi Teknik Proyek Pekalen Sampean Jatim, Deputi Kepala Staf
Teknik Proyek Irigasi IDA Jakarta. Pernah menjabat sebagai Pemimpin Proyek
Banjir Jaya Ditjen Air, Inspektur Jenderal , Direktur Bina Program
Direktorat Cipta Karya, serta Asisten I bidang Pengembangan Pembangunan
Perumahan Negara.
Setelah pensiun, Djoko masih sempat menjabat sebagai Dewan Pengawas (Dewas)
dari BUMN di bidang perumahan, Perum Perumnas. Di samping itu juga pernah
menjabat sebagai Komisaris Bumi Serpong Damai.
Dalam karirnya, dia sangat perhatian pada sektor perumahan, serta
merupakan salah satu yang mendorong pembangunan perumahan secara
horisontal di kota-kota besar sebagai upaya mengurangai permukiman kumuh.
Djoko dalam salah satu pertemuan dengan wartawan pernah mengatakan,
timbulnya permukiman kumuh ditengah kota disebabkan warga yang ingin
tinggal tidak jauh dari lokasi tempatnya bekerja. Akhirnya mereka
membangun rumah di areal yang dilarang seperti bantaran kali karena
harganya jauh lebih murah.
►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|