| |
C © updated 17022009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
BIODATA
Nama:
Dedi Soedharma, Prof. Dr.DEA
Lahir:
Sukabumi, 18 Februari 1946
Agama:
Islam
Pendidikan:
- S1 IPB, S2 dan S2 USTL Prancis
Karir:
- Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB
- Kepala Pusat Peneltian Lingkungan Hidup (PPLH) Institut Pertanian
Bogor (IPB)
|
|
| |
|
|
|
|
| DEDI SOEDHARMA HOME |
|
|
 |
Dedi Soedharma, Prof. Dr.DEA
Ahli Ekologi Laut Dedi Soedharma, Prof. Dr.DEA, Guru
Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB, kelahiran Sukabumi, 18 Februari
1946. Pemilik NIP 130367093 yang ahli biologi laut dan ekologi laut, ini
juga menjabat Kepala Pusat Peneltian Lingkungan Hidup (PPLH) Institut
Pertanian Bogor (IPB).
Lulusan S1 IPB, S2 dan S2 USTL Prancis, ini mengajar mata kuliah
Terapan Teknologi Pemanfaatan Mikro Algae & Zooplankton, Ekologi Laut
Tropis, Teknologi Pemanfaatan Mikro Algae, Running Water Sistem, Biologi
Laut dan Widya Selam.
Berbicara tentang komposting dan pengelolaan sampah, Dedi Soedharma
mengatakan pengelolaan berbasis komunal masyarakat dianggap salah satu
alternatif. Menurutnya, komposting berbasis masyarakat mampu menumbuhkan
kesadaran dari tingkat hulu atau sampah rumah tangga. Sebab, sampah
inilah yang sulit untuk dikendalikan karena kebiasaan yang tidak sehat.
Dedi mengatakan, dengan komposting yang dilakukan secara baik dan
terorganisir mampu menciptakan wilayah yang ramah lingkungan. Karena
komposting harus dilakukan dengan menggerakkan masyarakat.
"Komposting adalah upaya menekan jumlah sampah secara terpadu dengan
melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mekanismenya, masyarakat
mengumpulkan dan memilah sampah organik dan non-organik yang diolah
melalui komposting," jelasnya.
Menurutnya, komposting bisa berjalan baik bila dilakukan secara
profesional dan bisa menghasilkan uang. “Harus ada lahan sebagai gudang
sampah, personel yang melakukan proses komposting, fasilitasnya ada,
terorganisir secara lembaga dan dukungan serta bantuan pemerintah,”
ujarnya.
Sampah yang diolah melalui komposting, otomatis menjadi kompos. Kompos
inilah yang bisa dijual untuk digunakan para petani karena kompos bisa
menyuburkan tanah. ►Mangatur
L Paniroy -TokohIndonesia.com
|
|