| |
C © updated 31032007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Chrisye
Nama Lengkap:
Chrismansyah Rahadi
Lahir:
Jakarta, 16 September1949
Meninggal:
Jakarta, 30 Maret 2007
Agama:
Islam
Isteri:
G.F Damayanti Noor (nikah 1982)
Anak:
- Rizkia Nurannisa (Nissa), lahir 1983
- Risti Nurraisa (Risty) lahir 1986
- Rainda Prashatya (Pasha) lahir 1989 (kembar)
- Randa Pramasya (Masha): lahir 1989 (kembar)
Ayah:
Laurens Rahadi (Alm)
Ibu:
Hana (Alm)
Pendidikan:
- Lulus SMA 1967
- Teknik Arsitektur Thn.I (drop out)
- APP Trisakti Thn III (drop out)
Diskografi:
o 1977 Guruh Gipsy
o 1977 Jurang Pemisah
o 1977 Badai Pasti Berlalu
o 1978 Sabda Alam
o 1979 Percik Pesona
o 1979 Puspa Indah Taman Hati
o 1981 Pantulan Cita
o 1983 R e s e s i
o 1984 Metropolitan
o 1984 N o n a
o 1984 Sendiri
o 1985 Aku Cinta Dia
o 1985 Hip Hip Hura
o 1986 Nona Lisa
o 1987 Chrisye Terbaik
o 1988 Jumpa Pertama
o 1989 Pergilah Kasih
o 1989 Album Slow Cinta Chrisye
o 1993 Sendiri Lagi
o 1993 Best Of Chrisye
o 1996 AkustiChrisye
o 1997 Kala Cinta Menggoda
o 1999 Best Of Chrisye Vol. II
o 1999 Badai Pasti Berlalu (Re-recorded)
o 2000 Best Cinta
o 2001 Konser Tur Legendary
o 2002 D e k a d e
o 2004 S e n y a w a
o 2005 Chrisye By Request
o 2006 Duet By Request
Kompilasi ( yang memuat lagu-lagu dan atau suara
Chrisye):
1981Seindah Rembulan
1983 Musik Elit
1984 Titian Karir
1987 Lagu Terpopuler 1987
1988 Pop Kreatif 87- 88
1989 H e n i n g
1989 14 Top Pop
1989 Super Slow Selection '89
1989 Kidung
1990 20 Lagu Terpilih
1990 20 Giant Hit
1990 20 Slow Terpopuler 1990
1995 15 Slow Rock Evergreen Vol. 1
1998 15 Exclusive Hits Vol. 5
2000 Hits Of The Year
2000 Karya Apik Yovie Widianto
2000 MTV 100% Indonesia Romansa
2000 MTV Cinta
2000 Nominees AMI SHARP Awards 2000
2004 Bung Karno; Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
2004 Tentang Cinta 2
2004 Karya Guruh
2005 Dari Hati Untuk Aceh
2005 Super Star
2005 Bebi Romeo: The singer-Songwriter
2005 From Us To U (Tribute to Titiek Puspa)
2005 Super Star 2
2006 MTV Ampuh 2006
Single:
o Lilin-lilin Kecil (Lomba Cipta Lagu Remaja)
o Kemesraan (Iwan Fals, Rafika Duri)
o Asalkan Pilih Jalan Damai (Harvey M, Krisdayanti, dll)
o Side Project
o Chrisye bersama Guruh Sukarnoputra
o Untukmu Indonesiaku! II: - To My Friend on Legian Beach
o Untukmu Indonesiaku! (Seni)
o Chrisye bersama Yockie Suryoprayogo
o Musik Saya Adalah Saya :
o Musik saya adalah saya (Theme Song)
o Duka Sang Bahaduri
o Akhir Sebuah Opera
Angin Malam
Anugerah Musik Indonesia
o Best of The Best Collection (Chrisye, Ebiet G. Ade & Broery
Marantika)
o Indonesian Hits Songs Vol. 1
o Indonesian Top Pop Nav 18
o Indonesian Top Pop Nav 7 dan 14
o Karaoke Best Of Chrisye
o Karaoke Special Duet Hits Lagu-lagu Cinta
o NAV 17 dan NAV 18 Vol. II
o NonStop Senam Disco Best Indonesia
o Top Pop Indonesia Vol. 2
o Mega Hits Sinetron Karaoke (Kesan Dimatamu)
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Asem Dua no 80, Cipete, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| CHRISYE HOME |
|
|
 |
Chrisye (1949-2007) Penyanyi Pop Legendaris
Penyanyi pop melankolin legendaris ini meninggal dunia Jumat 30 Maret 2007
pukul 04.08 di rumahnya Jalan Asem Dua No 80, Cipete, Jakarta. Chrisye
bernama lengkap Chrismansyah Rahadi kelahiran Jakarta, 16 September1949,
itu sudah lama menderita sakit kanker paru-paru. Jenazahnya dimakamkan
di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Berpulangnya Chrisye tak hanya meninggalkan duka bagi istrinya, Gusti F.
Damayanti Noor, dan keempat anaknya Rizkia Nurannisa (Nissa), Risti
Nurraisa (Risty), si kembar Rainda Prashatya (Pasha) dan Randa Pramasya
(Masha), tapi juga sahabat dan teman sesama musisi, di antaranya Erros
Djarot yang berteman dengan Chrisye sejak 1970-an dan Guruh
Soekarnoputra.
Karir Bermusik
Chrisye yang memang hobi bermain musik, merintis karir di dunia musik
dengan bergabung dalam band Sabda Nada 1968. Band yang berdiri 1966
dengan formasi awal Ponco Sutowo, Gaury Nasution, Joe-Am, Eddy, Edit,
Roland, dan Keenan Nasution. Kemudian 1969, band itu bermetamorfosis
menjadi Gipsy Band dengan perubahan personel.
Gipsy diawaki Gauri Nasution (gitar), Onan (keyboard), Tammy (terompet/sax),
Keenan Nasution (drum), Chrisye (bas), dan Atut Harahap (vokalis). Gipsy
menjadi band dari Jakarta yang cukup disegani dan memiliki peralatan
paling mewah pada zamannya. Mereka pernah menggelar Gipsy Concert di
Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1970.
Pada 1971, formasi personel band berubah, dengan masuknya Adji Bandi,
Lulu, dan Rully Djohan. Pada tahun itu, Gipsy berangkat ke New York dan
menjadi homeband di Ramayana Restaurant selama kurang lebih satu tahun
(1971-1972).
Ketika masih di New York, Chrisye bergabung dengan band The Pro’s
bersama Broery Marantika, Dimas Wahab, Pomo, Ronnie Makasutji, dan Abadi
Soesman. The Pro’s juga merupakan salah satu homeband yang mengisi acara
di Ramayana Restaurant.
Tak beraapa lama ke Indonesia. Chrisye bersama Gipsy berkolaborasi
dengan Guruh Soekarno Putra melahirkan sebuah album rekaman rock yang
sangat luar biasa: Guruh Gipsy. Album itu memadukan unsur-unsur
tradisional gamelan Bali dan instrumen konvensional.
Setelah itu, Chrisye bersolo karir dan menghasilkan album-album rekaman
dengan materi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri maupun oleh teman-teman
dekatnya. Pada 1977, Chrisye berhasil memoulerkan tembang Lilin-Lilin
Kecil karya James F. Sundah dan memenangkan Lomba Karya Cipta Lagu
Remaja Prambors (LCLR).
Berjalan dengan warna pop slow melankolin, karir Chrisye sebagai
penyanyi semakin berkibar di belantika musik Indonesia. Album Badai
Pasti Berlalu, Sabda Alam, dan hampir semua album yang dikeluarkannya
berhasil di pasaran.
Pada 1986, Chrisye mencoba warna musik yang agak berbeda. Hasilnya
adalah album Aku Cinta Dia dan Hip Hip Hura. Album tersebut terjual
laris dan menjadi hit di banyak tangga terpopuler di Indonesia, meski
sebenarnya Chrisye merasa tidak cocok untuk membawakan lagu dengan beat
(tempo) cepat.
Selain berhasil sebagai penyanyi, Chrisye pernah mencoba untuk tampil di
layar lebar, yakni dalam film Seindah Rembulan bersama Iis Sugianto.
Juga, tampil sebagai bintang tamu dalam film Gita Cinta dari SMA. Walau
pernah tampil di layar perak, Chrisye mengaku tidak pandai berakting dan
bergaya. Karena itu, tidak jarang dalam penampilannya di televisi atau
panggung, Chrisye tak terlalu banyak bergerak.
Pada 2002, Chrisye merilis album yang diberi titel Dekade. Pada 12 Juli
2003, Chrisye mengadakan konser bersama arranger Erwin Gutawa (yang juga
bertindak sebagai produser) dengan tajuk yang sama dengan albumnya di
JICC. Chrisye benar-benar menggoyang Jakarta. Sebab, dia tak cuma
berjoget di atas pentas, namun juga karena hadirnya beberapa penyanyi
dan musisi yang mengiringinya menyanyi. Seperti, Fariz R.M., A. Rafiq,
Sophia Latjuba, dan Ari Lasso.
Pada Oktober 2004, Chrisye melepas album Senyawa, sebuah album
kolaborasi unik. Lewat album itu, Chrisye mencoba menjadi vokalis dari
berbagai grup musik papan atas di tanah air.
Sebuah kabar yang menyedihkan terdengar pada Agustus 2005. Chrisye harus
beristirahat total dari semua kegiatan menyanyi, baik di studio maupun
panggung. Chrisye didiagnosis mengidap penyakit kanker paru-paru.
Setelah menjalani kemoterapi enam kali di Singapura, kesehatannya
mengalami banyak kemajuan. Hampir satu tahun absen dari gemerlapnya
panggung dan televisi, pada Minggu, 28 Mei 2006, di stasiun TV Indosiar,
Chrisye memulai debut menyanyinya kembali di depan umum. Kali ini
Chrisye tampil sebagai bintang tamu dalam acara 1 Jam Bersama UNGU.
Karena kondisi kesehatan, Chrisye pun kembali jarang tampil. Namun,
sel-sel kanker yang terus menggerogoti tubuhnya tak pernah mampu
menggerus semangat bermusiknya. Pada 16 September tahun lalu, tepat saat
ulang tahunnya yang ke-57, Chrisye merilis sebuah album kompilasi pop
religi Damai Bersama-Mu bersama Erwin Gutawa. Chrisye membawakan dua
lagu, Shalawat Badar dan Thala’al Badru Alaina.
"Sudah lama saya ingin hadir lagi di belantika musik. Sejak sakit, saya
belum menghasilkan apa-apa. Sedih kalau tidak bisa berkarya. Tapi,
Alhamdulillah saya bisa melanjutkan album yang sebelumnya terhenti,"
kata Chrisye saat itu.
Dimakamkan di TPU Jeruk Purut
Jenazah penyanyi pop legendaris ini, dimakamkan di Blok AA1 Tempat
Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat 30
Maretr 2007 siang, dalam suasana keharuan yang amat mendalam dan gerimis
berkepanjangan selama prosesi pemakaman.
Banyak pelayat, di antaranya penyanyi legendaris Titiek Puspa tak
henti-hentinya meneteskan air mata selama mengikuti upacara pemakaman.
Artis lain yang juga ikut di pemakaman antara lain: Shania, Ahmad Albar,
dan Ikang Fawzi. Mereka terlihat merasakan duka cita yang amat mendalam
atas kepergian Chrisye.
Jenazah artis bernama asli Chrismansyah Rahadi dan suami dari Damayanti
Noor dan ayah empat anak tersebut dibawa dari rumah duka di Jalan Asem
II Nomor 80, Cipete, Jakarta Selatan, ke TPU Jeruk Purut dengan
kendaraan ambulans Yayasan Bung Kamboja diiringi ratusan pelayat yang
mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
"Chrisye adalah keajaiban yang tidak akan pernah kembali," kata musisi
Erwin Gutawa, salah satu kerabat almarhum yang memberikan sambutan pada
upacara pemakaman itu. Erwin mengaku sangat bangga bisa mengenal Chrisye,
sekaligus sedikit menyesalkan satu permintaan Chrisye kepada dia yang
belum dapat terpenuhi, yakni mengerjakan album "Salawat Nabi". ►
e-ti (Sumber: Graha Maya Chrisye dan lain-lain)
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|