ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 

 


 
  C © updated 30042004  
   
  ►e-ti/rpr  
  Nama:
Bubi Chen
Lahir:
Surabaya, 9 Februari 1938
Ayah:
Tan King Hoo
Prestasi:
Tampil di New York Fair bersama Indonesian All Stars
Festival Jazz Berlin, 1997
Salah satu dari sepuluh pianis jazz dunia terbaik, 1997
Album:
Kau dan Aku, 1976
Bubi di Amerika, 1984
Bubi Chen And His Fabulous 5
Mengapa Kau Menagis
Mr.Jazz
Pop Jazz
Bubi Chen Plays Soft and Easy
Kedamaian(1989)
Bubby Chen and his friends (1990)
Bubi Chen - Virtuoso(1995)
Jazz The Two Of Us (1996)
All I Am (1997)

 
 
     

Bubi Chen

Pianis Seluruh Jiwa


Pria keturunan Tionghoa ini mengharumkan nama Indonesia saat ia terpilih sebagai salah satu dari sepuluh pianis jazz terbaik dunia pada 1997 dan mendapat julukan Pearl from the East atau Mutiara dari Timur. Ia dikenal sebagai pianis yang seluruh jiwanya dicurahkan kepada musiknya terutama musik jazz.


Meski usianya terbilang tidak muda lagi, penampilan pianis yang kini menjadi salah satu maestro negeri ini, masih dapat dinikmati di beberapa panggung jazz sebut saja Smooth Jazz di UGM, Jazz Goes to Campus Universitas Indonesia dan beberapa pentas jazz di Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota-kota lain. Ia juga ambil bagian dalam Bali International Jazz Festival 2004 yang berlangsung pada tanggal 13 dan 14 Februari 2004 lalu.


Karyanya juga kerap menghiasi stasiun radio dalam dan luar negeri. Misalnya, radio KFAI 90.3 FM di Minneapolis, KUSP 88.9 FM di Santa Cruz, California Amerika Serikat yang menyiarkan nomor dari Bubi Chen dalam acara Global Beat.
Bubi Chen lahir 9 Februari 1938 sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara. Ia mulai mengenal musik justru bukan dari musik jazz melainkan musik klasik. Semasa kecil telinganya sudah akrab dengan alunan biola ayahnya, Tan King Hoo. Sedangkan pilihannya pada piano, hanya karena instrumen itulah yang paling mudah ia gapai saat itu.


Pada umur empat tahun, ia sudah dikursuskan pada seorang pianis berkebangsaan Italia bernama Di Lucia, untuk belajar dasar-dasar musik selama dua tahun. Setelah itu, ia kemudian belajar piano klasik pada Jozef Bodmer, seorang Swiss, selama delapan tahun.


Saat itulah, kecintaannya terhadap musik jazz semakin mendalam. Ketertarikannya mempelajari jazz lantaran sering melihat latihan dan pertunjukan kakak-kakaknya, Jopie dan Teddy Chen. Saat belajar bersama Bodmer ini, suatu ketika Bubi tertangkap basah oleh sang guru sedang memainkan sebuah aransemen jazz. Bodmer tidak marah, justru malah berpesan, "Saya tahu jazz adalah duniamu yang sebenarnya. Oleh karena itu, perdalamlah musik itu".


Hidup dalam lingkungan keluarga yang menyenangi jazz, ditambah dengan jiwanya yang ingin bebas berekspresi, membuat Bubi yang saat itu berumur 12 tahun mulai mengaransemen karya-karya klasik milik Beethoven, Chopin, dan Mozart ke dalam irama jazz. Baginya, musik jazz memiliki lebih banyak kebebasan dalam menuangkan kreatifitas, kaya improvisasi dibandingkan musik klasik yang sangat terikat dengan kaidah musik yang berlaku.


Dalam usia 17, Bubi sudah mulai mengajar, sembari mengikuti kursus tertulis di Wesco School of Music di New York, selama dua tahun. Salah satu gurunya adalah Teddy Wilson, murid dedengkot jazz, Benny Goodma.


Masuk tahun 50-an, Bubi membentuk Chen Trio bersama saudaranya Jopie dan Teddy Chen. Di tahun yang sama ia juga bergabung dengan Jack Lesmana Quartet yang kemudian berganti menjadi Jack Lesmana Quintet.


Tahun 1959, bersama Jack Lesmana, ia membuat rekaman di Lokananta. Rekamannya yang bertitel Bubi Chen with Strings pernah disiarkan oleh Voice of Amerika dan dikupas oleh Willis Conover, seorang kritikus jazz ternama dari AS.


Di tahun 1960-an, namanya sudah dikenal hingga Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Tergabung dalam Indonesian All Stars, bersama Jack Lesmana (alm), Maryono (alm), Benny Mustafa, Kiboud Maulana, dan kakaknya kakaknya Jopie Chen, rombongan puncak pemain jazz pribumi ini tampil sukses meramaikan New York Fair. Mereka lalu tampil di Berlin Jazz Festival pada tahun 1967. Setelah itu mereka rekaman dan menelorkan album yang kini menjadi barang langka, "Djanger Bali". Album ini digarap bersama seorang klarinetis ternama asal Amerika Serikat, Tony Scott.


Bubi tercatat menghasilkan banyak album. Rekamannya dengan judul Kau dan Aku, bersama Jack Lesmana, Benny Likumahua, Hasan, dan Embong adalah sumbangan manisnya di pertengahan 1976. Selain itu, ada dua buah rekaman lain yang eksotik, berupa eksperimen jazz dengan beat reog yang dibuatnya pula. Sedangkan pada 1984, bersama jagoan-jagoan jazz seperti John Heard, Albert Heath, dan Paul Langosh, ia membuat rekaman di Amerika dan diedarkan di Indonesia. Rekaman itu diberi judul Bubi di Amerika. Album lainnya antara lain Bubi Chen And His Fabulous 5, Mengapa Kau Menagis, Mr.Jazz, Pop Jazz, Bubi Chen Plays Soft and Easy, Kedamaian (1989), Bubby Chen and his friends (1990), Bubi Chen - Virtuoso(1995), Jazz The Two Of Us (1996), All I Am (1997) dan sebagainya.


Dalam Festival Jazz Berlin tahun 1997, Bubi sempat membawa alat musik siter atau kecapi di atas pianonya, mendengungkan musik-musik Indonesia di tanah Eropa. Di situ pulalah ia membuat harum nama Indonesia, karena terpilih sebagai salah satu dari sepuluh pianis jazz terbaik dunia saat itu, dan mendapat julukan Pearl from the East atau Mutiara dari Timur. Bahkan oleh majalah jazz Down Beat, ia dianggap sebagai Art Tatum dari Asia. Art Tatum sendiri dalam musik jazz dianggap sebagai bapaknya piano. Nama Bubi bersama Indonesian All Stars, juga tercatat di buku besutan Joachim-Emst Berendt, Jazz A Photo History.


Sebagai pianis, Bubi dikenal sebagai seorang pemain bebob, yaitu jenis aliran musik dalam jazz yang terdengar lebih keras, progresif, dan ekspresif, dibandingkan Swing. Dan, karena bebop membutuhkan teknik permainan yang tinggi, di Indonesia tercatat hanya Bubi, musisi yang piawai memainkan aliran ini. Meskipun demikian, keahliannya memainkan jemari pada piano mengalir ke semua gaya, entah itu bebob, swing, maupun cool jazz.


Selain musik, bapak empat anak ini juga memiliki kecintaan pada fotografi, yang ia geluti sejak umur 18 tahun, serta menggemari hobi elektronika dan merakit pesawat perang. Di rumah yang asri di Surabaya, ia memiliki koleksi ribuan piringan hitam dan CD musik jazz, dan koleksi buku-buku perang dan pesawat rakitannya.


Sepanjang hidupnya, Bubi Chen sangat konsisten mengabdikan dirinya bagi musik jazz. Bubi Chen juga menularkan ilmu yang dimilikinya. Beberapa di antaranya cukup dikenal antara lain Abadi Soesman, Hendra Wijaya, Vera Soeng dan Widya Christanti. ►atur

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero