| |
C © updated 24012006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama
Boenjamin Setiawan
Lahir
-
Isteri:
-
Anak:
- -
Ayah:
Ibu:
Pendidikan:
- Dokter (S1) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- PhD (S3) bidang farmakologi dari University of California, AS
Pekerjaan:
- Pendiri dan Komisaris Utama PT Kalbe Farma Tbk
Penghargaan:
- Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005
Alamat Rumah:
J
|
|
| |
|
|
|
|
| BOENJAMIN HOME |
|
|
 |
Boenjamin Setiawan
Pendiri PT Kalbe Farma Tbk
Pendiri dan Komisaris Utama PT Kalbe Farma Tbk, Boenjamin Setiawan yang
akrab dipanggila Dr. Boen dedikasinya bagi kemajuan industri farmasi
nasional tak diragukan lagi. Di tangan Boen, perusahaan sekelas garasi
“disulap” menjadi grup farmasi terbesar di Tanah Air: PT Kalbe Farma
Tbk. Warta Ekonomi menobatkannya menjadi salah seorang Tokoh Bisnis
Paling Berpengaruh 2005.
Bicara tentang industri farmasi nasional, sulit melupakan Boenjamin
Setiawan. Kecintaannya terhadap dunia farmasi mengantarnya sebagai salah
satu tokoh industrialisasi farmasi modern nasional. Pria yang akrab
disapa Dr. Boen ini tak lain adalah pendiri sekaligus pemilik PT Kalbe
Farma Tbk., sebuah grup farmasi besar yang terintegrasi. Perusahaan
farmasi lokal ini ditaksir memiliki aset di atas Rp5 triliun. Lengan
bisnis grup ini meliputi obat-obatan, makanan kesehatan, bisnis
pengepakan, distribusi, pergudangan, dan sarana riset modern.
Boen memiliki labar belakang akademis, khususnya di bidang farmakologi
dan farmakinetik. Sebelum sepenuhnya menerjuni bisnis, peraih gelar
dokter dari Universitas Indonesia dan Ph.D. bidang farmakologi dari
University of California, AS, ini sempat beberapa tahun menjadi dosen.
Sepulang dari sekolah di AS, ia banting setir, mencoba peruntungan
dengan menggeluti bisnis farmasi. Tepatnya, pada 1966, cikal bakal Grup
Kalbe resmi berdiri.
Keberhasilan Grup Kalbe memang tak luput dari kepemimpinan pria kalem
ini. Sebagai ahli farmasi, Dr. Boen paham betul bagaimana perkembangan
farmasi global. Ia terjun langsung mengembangkan jenis obat-obatan
maupun makanan kesehatan Kalbe. Lompatan sukses Grup Kalbe terutama
ditopang oleh kejeliannya membaca ceruk pasar dengan memproduksi dan
memasarkan obat generik.
Kesuksesan Kalbe tak membuat Dr. Boen cepat berpuas diri. Kali ini ia
kembali membuat gebrakan lewat langkah merger internal. Tiga perusahaan
publik, Kalbe Farma, Dankos Laboratories, dan perusahaan distribusinya,
PT Enseval Putera Megatrading, dilebur menjadi satu. Boleh jadi ini
merupakan aksi merger internal terbesar yang pernah terjadi di bursa.
Boen tampak cukup cerdik meneropong perkembangan pasar. Merger ini akan
memperkuat posisi Grup Kalbe di industri farmasi nasional. Mereka juga
menciptakan sinergi yang kokoh antar-unit usaha untuk memperbesar pasar,
di samping tentunya menghasilkan efisiensi dalam proses kegiatan usaha.
Di luar itu, Kalbe juga melakukan sejumlah langkah strategis. Mereka
mendirikan PT Innogene Kabiotect Pte. Ltd., sebuah perusahaan riset dan
pengembangan. Kalbe juga menjalin kerja sama strategis dengan Morinaga
untuk mendirikan pabrik susu dengan investasi sekitar Rp500 miliar.
Dengan sejumlah terobosan inilah maka pantas jika Dr. Boen menjadi tokoh
bisnis tahun ini. (prananda herdiawan, Warta Ekonomi, 28 Desember 2005) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|