A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 02122009-24062003  
   
  ► e-ti/businessweek  
  Nama:
Prof. Dr. Boediono
Lahir:
Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Agama:
Islam

Pekerjaan:
- Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
- Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
- Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
- Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
- Dosen Fakultas Ekonomi UGM

Alamat:
Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan

 
     
 
BOEDIONO HOME

Centurygate:

Bendera Yakin Datanya Valid

TokohIndonesia 3/12/2009 | Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) serta jaringan aktivis Jakarta dan Jawa Barat menyatakan bahwa datanya tentang aliran dana Bank Century ke lingkaran kekuasaan SBY-Boediono sebagaimana dirilis di Posko Bendera, Jakarta, Senin (30/11) adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Centurygate

Para Penerima Dana Century?

Jakarta, 01/12/2009: Sungguh mengejutkan nama putra Presiden SBY dan dua pimpinan Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres SBY-Boediono serta Partai Demokrat disebut-sebut menerima aliran dana Bank Century. Namun, penyebutan nama-nama itu masih patut diragukan, sebab sumbernya disebut dirahasiakan.

 

Kasus Bank Century

Boediono Tepis Dana untuk Capres

Jakarta, 26/11/2009: Mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden Boediono menepis dugaan bahwa dana talangan untuk penyehatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun sebagian digunakan untuk kampanye Partai Demokrat dan Capres-Cawapres SBY-Boediono pada Pemilu 2009.

 

Nominasi

Kabinet SBY-Boediono

Jakarta 03/9/2009: Presiden dan Wakil Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono belum menetapkan dan mengumumkan susunan kabinet 2009-2014. Namun, beberapa nama yang diprediksi dinominasikan sudah banyak beredar. Di antaranya, Joko Soeyanto atau Agus Wijoyo jadi Mendagri.

 

Hasil Pilpres

SBY-Boediono Menang, Teruji di MK

Jakarta 12/8/2009: Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai pemenang Pemilu Presiden 8 Juli 2009. Kemenangan itu pun sudah diuji di persidangan MK dengan menolak gugatan pasangan Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

 

Pilpres

SBY-Boediono, Menang Satu Putaran

Jakarta 9/7/2009: Keinginan Tim Kampanye Capres-Cawapres SBY-Boediono serta prediksi LSI-1 dan LSI-2 terwujud. SBY-Boediono menang satu putaran dalam Pilpres 8 Juli 2009. Bedasarkan hasil quick count beberapa lembaga, SBY-Boediono menang mutlak sekitar 60 persen.

 

Prof. Dr. Boediono

Ekonom Bertangan Dingin

Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Capres SBY (Partai Demokrat), ini seorang ekonom profesional bertangan dingin. Tangan dingin Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979, ini terbukti selama menjabat Menteri Keuangan pada pemerintahan Megawati, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (resuffle Senin (5/12/2005), maupun sebagai Gubernur Bank Indonesia. 

 

Pilpres 2009

SBY-Boediono, Tegakkan Presidensial

Jakarta, 12 Mei 2009: Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan memilih berpasangan dengan Boediono (Gubernur Bank Indonesia) sebagai Cawapres. Pilihan ini dilakukan guna menegakkan sistem presidensial. Pasangan ini akan dideklarasikan Jumat 15 Mei 2009 di Bandung.

 

 

 

 

 

         

Presiden SBY

Minta Boediono Masuk Tim Ekonomi

Medan, 2/12/2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah meminta Boediono, mantan Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (Presiden Megawati) untuk masuk memperkuat tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Presiden menilainya mampu mengelola makro-ekonomi yang kini belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter.

 

Dr. Boediono

Ancaman Krisis Lagi

Indonesia terancam menghadapi krisi lagi dalam memasuki tahun 2004. Hal ini mungkin terjadi jika Negara Kesatuan Republik Indonesia secara bersama-sama gagal mengatasi tiga program yakni berakhirnya program Dana Moneter Internasional Desember 2003, Pemilihan Umum 2004, dan soal integritas wilayah. Masa transisi pascaprogram IMF sangat rawan, bukan hanya menyangkut masalah dana, tetapi juga menyangkut rasa percaya (confidence) pasar.

     

Prof Dr Boediono

Ekonomi Penentu Demokrasi

Bangsa Indonesia telah memilih jalur demokrasi untuk membangun negara ini. Pilihan itu adalah benar. Selanjutnya, dengan menarik pelajaran dari pengalaman sendiri dan pengalaman negara-negara lain yang mengikuti jalur ini, bangsa Indonesia memperoleh gambaran mengenai jalan yang kemungkinan akan dilalui ke depan.

 

Dr. Boediono

Jangan Wariskan Ekonomi Bobrok

Jakarta, Kompas - Siapa pun yang terpilih pada pemerintahan yang akan datang, sebaiknya mendapatkan tongkat estafet perekonomian yang baik yang on going (berjalan), bukan ekonomi yang bobrok. Apa opsi yang dipilih pemerintah saat ini untuk mengakhiri program Dana Moneter Internasional akan turut menentukan perekonomian seperti apa yang akan diwariskan pemerintahan saat ini kepada pemerintahan yang akan datang.