| |
C © updated 27122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Prof Dr Bachtiar Aly, MA
Lahir:
Istri:
Anak:
Jabatan:
- Duta Besar RI untuk Mesir (2002-2005)
Pendidikan:
-
Pekerjaan:
- Penasehat Presiden RI untuk Urusan Aceh
Alamat:
|
|
| |
Welcome
This
site is currently under construction. Please check back at a later time. |
|
|
|
| BACTIAR ALY HOME |
|
|
 |
Bachtiar Aly
Bangun Rumah Indonesia di Kairo
Pakar komunikasi Universitas Indonesia, Bachtiar
Aly mengakhiri masa tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia di
Kairo, Mesir, November 2005. Bachtiar Aly selama masa penugasannya 2002-2005,
telah mencatat banyak prestasi, di antaranya membangun Rumah Indonesia.
Selain mampu mempererat hubungan
Indonesia-Mesir seperti yang tercermin pada kepercayaan Menteri Luar
Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheith pada Indonesia untuk berperan serta
menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah saat Bachtiar berpamitan
pada Ahmed Aboul, Senin (28/11).
"Beliau juga mampu melakukan pembinaan masyarakat Indonesia di Mesir
yang tercatat sebanyak 4.488 orang dengan baik. Prinsip kepedulian dan
keberpihakan Perwakilan RI untuk warganya mampu dilakukannya secara
konsisten," kata Djumara Supriyadi SIP, salah seorang WNI yang tinggal
di Kairo.
Di bawah kepemimpinan Bachtiar, KBRI Kairo telah diresmikan juga Rumah
Indonesia, Sabtu (26/11) di El-Hay El-Assir, Nasr City, yaitu wilayah
konsentrasi dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir
(kebanyakan dari mereka menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar) sebagai
perpanjangan perwakilan RI yang berada di Garden City untuk mengurusi
bidang kekonsuleran dan kependidikan.
Bachtiar saat peresmian mengatakan dengan peresmian Rumah Indonesia ini
membuktikan kita secara konsisten menerapkan prinsip jemput bola, bukan
menunggu bola lagi. Selain itu juga diresmikan beberapa rumah daerah
seperti Grha Jatim, Griya Jateng, Istana Maimun (Medan), Rumah Riau,
Baruga (Sulawesi) dan Meuligou (Aceh). Serta masih ada beberapa rumah
daerah lain akan menyusul pembangunannya seperti rumah Jawa Barat, DKI
Jakarta dan Banten.
"Dengan semakin kuatnya organisasi mahasiswa yang terdapat di Mesir
(terdapat satu organisasi induk, 16 organisasi kedaerahan dan 13
organisasi almamater), menjadikan Mesir sebagai negara tujuan utama dan
menarik bagi para lulusan pesantren di Indonesia, yang diperkirakan
terdapat lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia," kata
Djumara.
Kecenderungan ini, kata dia, terlihat sekarang dengan semakin banyaknya
mahasiswa yang belajar ke Negara Mesir, untuk tahun ajaran baru
2005-2006 saja telah tercatat lebih dari 1000 orang mahasiswa baru yang
akan belajar di Mesir.
Saat kepulangan di Bandara Kairo, Rabu kemarin, sekitar 250 WNI memenuhi
bandara guna melepas kepulangan Bachtiar Aly ke Indonesia. "Tidak pernah
terjadi sebelumnya keramaian seperti ini di bandara dalam rangka melepas
seorang seorang duta besar," ucap Amir Syarifuddin, seorang staff local
KBRI Kairo yang telah berada di Mesir selama 29 tahun. "Ini merupakan
sejarah tersendiri bagi KBRI Kairo yang telah berdiri sejak Agustus
1947," imbuhnya. (Kairo, CyberNews, Suara Merdeka, Kamis, 01 Desember 2005).
►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|