| |
C © updated 20082005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ricky l photo |
|
| |
Nama:
H.M. Aziz Syamsuddin, SE., SH., MH., MAF.
Lahir:
Jakarta, 31 Juli 1970
Agama:
Islam
Istri:
Hj. Nurlita Zubaedah
Anak:
1. Syafira Harum Syamsudin (8 tahun)
2. Karim Nugroho Syamsuddin (7 tahun)
Ayah:
H. Syamsuddin Rahim
Ibu:
Hj. Chosiah Hayum
Jabatan Sekarang:
o Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR-RI (Periode 2004-2009)
dari Daerah Pemilihan II Provinsi Lampung (Kabupaten Lampung Tengah,
Kota Metro, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan).
o Koordinator Hubwil Sumatera (Lampung, Sumatera Selatan, Jambi,
Bengkulu, Sumatera Barat, dan ...) FPG DPR-RI.
o Anggota Komisi III (Bidang Hukum, Perundang-undangan, & Keamanan) DPR-RI.
o Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI.
o Anggota Tim 7 Pencari Fakta Kasus Munir DPR-RI.
o Anggota Kaukus 21 (Gabungan Anggota DPR-RI dan DPD-RI Periode
2004-2009 dari Provinsi Lampung).
o Anggota Panitia Khusus (Pansus) Konflik Poso DPR-RI.
o Anggota Pansus Pembahasan RUU tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2005
tentang Penangguhan Berlakunya UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial Menjadi UU.
o Anggota Pansus Pembahasan RUU tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun
1997 tentang Peradilan Militer.
Riwayat Pendidikan:
Sedang Menyusun Desertasi Program Doktoral (S-3) Bidang Hukum
Pidana, di Universitas Padjadjaran, Bandung (2004-sekarang).
Meraih gelar Magister Hukum (MH) (S-2) Spesialisasi Hukum HAM, di
Universitas Padjadjaran, Bandung (2001-2003).
Meraih gelar Master of Applied Finance (MAF) (S-2) Spesialisasi
Keuangan dan Pasar Modal, di University of Western Sydney, Napean,
Australia (1996-1998).
Meraih gelar Sarjana Hukum (S-1), Universitas Trisakti, Jakarta
(1990-1994).
Meraih gelar Sarjana Ekonomi (S-1), Universitas Krisnadwipayana,
Jakarta (1990-1994).
SMA Negeri 2 Padang, Sumatera Barat (1986-1989).
SMP Negeri 3 Tegalboto, Jember, Jawa Timur (1983-1986).
SD Negeri 3 Patrang, Jember, Jawa Timur (1977-1983)
Alamat Kantor:
DPR/MPR-RI Gedung Nusantara I Lantai R. 1028 28, Jl. Jenderal
Gatot Subroto, Senayan, Jakarta 10270. Telp. (021) 5755232
Jl. Petogogan I/35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12160.
E-Mail:
syam35@indosat.net.id
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI: 01
02
03
04
05
06
07
08 = M Aziz Syamsuddin (02)
Loyalis Partai Golkar Sejati
Memberikan komitmen total pada partai merupakan jati diri Aziz
Syamsuddin dalam melakoni politik praktis. Baginya, mencurahkan segenap
energi (pikiran, waktu, dan bahkan hal-hal yang bersifat materi) sebagai
wujud loyalitas dan dedikasi kepada Partai Golkar merupakan satu hal
yang tidak bisa ditawar-tawar lagi (conditio sine qua none).
Ikatan emosionalnya pada partai berlambang Pohon Beringin ini telah
terbentuk sejak dirinya masih memakai seragam putih abu-abu.
Sejak dia untuk pertama kalinya memiliki hak pilih, waktu pelajar SMA,
pilihan politiknya pasti diberikan kepada Partai Golkar.
Bahkan, dia selalu nimbrung dan menceburkan diri ke dalam lautan massa
yang menghadiri forum-forum kampanye Pemilu yang digelar Partai Golkar.
Menurutnya, sikap itu sangat berkaitan dengan keyakinan dan ideologi.
Keyakinannya pada garis politik yang dianut partai yang memperoleh
dukungan suara terbesar pada Pemilu Legislatif 2004 itu semakin menguat
dari waktu ke waktu.
Keberadaannya sekarang sebagai anggota DPR-RI setelah terpilih dalam
Pemilu 2004 adalah simbol dari kristalisasi sikap politik, yang sudah
tertanam dan terbangun sejak lama.
Bahkan, dia menganalogikan keteguhan pilihan politiknya dan loyalitasnya
kepada Golkar dengan keyakinannya pada Islam, agama yang dia anut.
“Mau Golkar hancur, nggak ada urusan! Karena saya sangat meyakini dan
menjiwai segenap visi dan misi Partai Golkar terhadap NKRI,’’ tandas
Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung ini, memberikan
argumen.
Keyakinan Aziz pada partai politik yang kini dipimpin H.M. Jusuf Kalla
(saat ini menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia) itu agaknya memang
sulit untuk digoyahkan.
Begitu terpakunya dia pada pendirian tersebut, sampai-sampai menjelang
pagelaran Pemilu 2004 lalu, sebuah tawaran posisi strategis sebagai
Sekretaris Jenderal (Sekjen) di salah satu partai politik dia tampik.
Dia mengaku tidak harus berpikir terlalu lama untuk menolak jabatan yang
sangat prestisius itu.
Akan tetapi, di balik keteguhan hati tersebut, dia tetap memaknai
loyalitas dan sikap politisnya itu secara bersahaja. Tanpa
dilatarbelakangi oleh ambisi yang mengebu-gebu hanya demi mendapatkan
posisi di kepengurusan pusat partai.
Sebab, partainya memiliki mekanisme tersendiri yang komprehensif dalam
proses rekruitmen kader, apalagi untuk posisi pengurus pusat.
Karena itu, tidak menjadi soal apabila dia hanya menjadi anggota biasa
–bukan pengurus— asalkan dia tetap bisa menyumbangkan sesuatu yang
berarti bagi bangsa, negara, dan rakyat Indonesia melalui panji-panji
Partai Golkar.
Singkatnya, pilihan politik itu selain berkenaan dengan prinsip dan
keyakinan diri juga karena ada dorongan untuk memberikan sumbangan peran
yang berarti bagi nusa dan bangsa.
Bukan hanya persoalan ideologis, tapi faktor rasionalitas juga
melatarbelakangi pilihannya. Secara realistis, dia memandang Partai
Golkar sudah sangat well-organized dalam hal struktur manajemen
organisasinya, sistemnya, keluasan jaringannya, dan kejelasan basis
massa (grass-root)-nya. Pada partai ini, dia juga melihat terdapat
berbagai aturan main atau koridor politik yang jelas dan diberlakukan
secara konsisten.
Sebagai generasi muda, pria muda yang pernah aktif di Badan Bantuan
Hukum, HAM, dan Lingkungan Hidup DPP Partai Golkar itu merasa terpanggil
untuk berkiprah secara konkret.
Dia menginginkan, segenap langkahnya dapat menjadikan Partai Golkar
sebagai motor penggerak bagi kehidupan bangsa menuju rakyat yang adil
dan makmur, berdasarkan aturan-aturan yang berlaku, yang dicerminkan
oleh pembangunan hukum.
Sejauh pengalamannya berkiprah di partai, anggota Departemen Hukum
Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Golkar ini belum pernah merasa
didzalimi secara politis oleh rekan sesama kader partai.
Mengapa bisa demikian? Hal itu, menurutnya, tak lepas dari bagaimana
seseorang mampu menempatkan diri di mana pun berada. “We should be
hamble,” tegasnya.
Satu hal yang lebih mendasar lagi, lanjut Sekretaris Koordinator Hubwil
Sumatera Fraksi Partai Golkar di DPR-RI ini, dirinya tidak pernah
berniat untuk mendzalimi secara politis orang lain.
Sebab, apabila seseorang berbuat jahat kepada orang lain, maka orang
tadi cenderung akan memberikan reaksi tak jauh berbeda. n m-ti/af ►
e-ti/af
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|