| |
C © updated 13042006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
Astrid Susanto
Nama Lengkap:
Prof Dr Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto
Lahir:
Makassar, 4 Januari 1936
Meninggal:
Jakarta, 13 April 2006
Suami:
Ir Bambang Susanto (Alm)
Anak:
Tiga orang
Ayah:
Prof Soenario (mantan Menteri Luar Negeri)
Pendidikan:
- SR Jalan Ungaran, Yogyakarta (1948)
- SMP Santa Ursula, Jakarta (1953)
- SMA-B Santa Ursula, Jakarta (1956)
- Westfaelische Universitat, Munster, Jerman Barat (Dra, 1960)
- Freie Universitat, Jerman Barat (PhD, 1964)
Karir:
- Dekan Fakultas Publisistik Universitas Padjadjaran, Bandung
(1971-1975)
- Dosen Ilmu Komunikasi dan Sosiologi Pembangunan UI (1976- 2006)
- Kepala Biro Penerangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Bappenas
(1974-1983)
- Asisten Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Negara (1983-1988)
- Anggota MPR dari Utusan Golongan (1987-1992)
- Anggota Fraksi PDKB DPR/MPR (2002)
- Anggota Fraksi Kesatuan Bangsa Kebangsaan Indonesia (F-KKI)
(2002-2004)
- Dosen Program Pascasarjana (S-2 dan S-3) UI Jakarta, Universitas Sahid
Jakarta, dan Universitas Hassanudin Makassar
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Condet Pejaten 7, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| ASTRID HOME |
|
|
 |
Prof Astrid Susanto PhD (1936-2006)
Ahli Sosiologi Komunikasi
Guru Besar Sosiologi Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, yang juga
terjun dalam dunia politik (anggota DPR/MPR), ini meninggal dunia di
Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis 13 April 2006 pukul 08.55 WIB.
Jenazah puteri bangsa bernama lengkap Prof Dr Maria Antonia Astrid Sunarti
Susanto, ini dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat 14/4 pukul
11.00.
Puteri bangsa kelahiran Makassar, 4 Januari 1936, anak kedua dari
lima bersaudara, putri Prof Sunario, SH, mantan
menteri luar negeri RI, ini meninggal akibat mengalami komplikasi.
Menurut putra tertuanya, Airlangga (40), kepergiannya dirasa
mendadak sekali. Sebab sudah lama Astrid tidak pernah sakit, dan
tidak ke dokter, setelah tahun 1989 dioperasi jantung dengan teknik
gelembung balon. Setelah itu ia sehat-sehat saja.
Baru Rabu pagi, ia merasa badannya lemas sekali. Lalu dibawa ke UGD
(Unit Gawat Darurat) RS Harapan Kita. Diagnosa awal, ia terkena
stroke. Kemuadian ketahuan ia menderita diabetes. Sebelumnya penyakit
ini tak pernah terdeteksi. Lalu Kamis pagi, sekitar pukul 03.30, ia mengalami
serangan jantung. Pukul 07.30 kondisinya kritis, dan kemudian meninggal.
Isteri dari Ir Bambang Susanto, yang sudah lebih dulu meninggal
dunia, itu meninggalkan tiga putra dan dua cucu. Dia dikenal sebagai
pribadi yang mandiri dan berdisiplin.
Sejak kecil, Astrid memang berdisiplin keras, dan berani mengemukakan
pendapat.
Astrid menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Ungaran,
Yogyakarta (1948), SMP Santa Ursula, Jakarta (1953) dan SMA-B Santa Ursula, Jakarta (1956).
Lalu memperoleh gelar sarjana publisistik (Dra) dari Universitas
Westfaelische, Muenster, Jerman Barat (1960). Kemudian memperoleh gelar doktor (PhD) dari
Universitas Frei, Jerman Barat (1964), dengan disertasi
Kekuatan-kekuatan Politik di Belakang Terbentuknya Dewan Pers di
Inggris.
Astrid yang senang membaca, merajut, menyulam, dan tusuk silang, ini
memulai karir sebagai dosen Fakultas Publisistik Universitas
Padjadjaran, Bandung sampai dia menjabat Dekan (1971-1975). Kemudian dia
menjadi dosen Ilmu Komunikasi dan Sosiologi Pembangunan UI (1976- 2006).
Sempat menjabat Kepala Biro Penerangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Bappenas
(1974-1983) dan Asisten Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Negara (1983-1988).
Tahun 1987-1992, ia menjadi Anggota MPR dari Utusan Golongan. Pada
era reformasi, Astrid ikut mendeklarasikan Partai Demokrasi Kasih Bangsa
(PDKB) yang mengantarkannya menjadi Anggota Fraksi PDKB DPR/MPR (2002).
Kemudian, karena dia berseberangan dengan para kerabatnya di PDKB,
Astrid kemudian masuk Fraksi Kesatuan Bangsa Kebangsaan Indonesia (F-KKI)
(2002-2004).
Sampai akhir hayatnya, ia aktif sebagai dosen Program Pascasarjana (S-2 dan S-3) UI Jakarta, Universitas Sahid
Jakarta, dan Universitas Hassanudin Makassar. Salah satu bukunya
berjudul Komunikasi Teori dan Praktek dan Filsafat Ilmu
Komunikasimenjadi buku wajib mahasiswa komunikasi.
Sebagai ilmuwan dan akademisi ia tak pernah
berhenti. Bahkan menjelang akhir hayat, Astrid tengah menulis empat buku yang
dikerjakan secara
berbarengan. Di antaranya buku teks terjemahan dan dua buku
baru, satu di antaranya berjudul Indonesia di Awal Abad 21. ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|