| |
C © updated
03072005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dr |
|
| |
Nama:
Ashadi Siregar
Lahir:
3 Juli 1945
|
|
| |
|
|
|
|
| ASHADI SIREGAR HOME |
|
|
 |
Welcome
This
site is currently under construction. Please check back at a later time.
Ashadi Siregar Dosen dan Novelis
Ashadi Siregar pada tahun 1979 menerbitkan novelnya yang berjudul
Jentera Lepas (1979) yang menceritakan nasib sebuah keluarga yang
berkaitan dengan PKI sesudah peristiwa tahun 1965.
Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerbitan Yogyakarta
(LP3Y) Ashadi Siregar berpendapat, pengendalian penduduk Indonesia tetap
menjadi agenda serius. Betapa akan semakin kompleksnya persoalan yang
bakal menindih bangsa ini jika isu tentang kependudukan ditelantarkan
dalam agenda pembangunan. Alasannya jelas, Indonesia dengan jumlah
penduduk terbesar keempat di dunia-setelah China, India, dan Amerika
Serikat (AS)-akan mengalami ketimpangan yang mengganggu stabilitas.
Memang ada pandangan yang mengatakan, penduduk dengan jumlah besar dapat
saja merupakan kekuatan pembangunan. Anggapan seperti itu tentu saja
bisa dibenarkan jika penduduknya diimbangi dengan kualitas sumber daya
manusia (SDM) yang tinggi.
Negara dengan penduduk berkualitas seperti itu barangkali hanya AS (265
juta jiwa) dan Jepang (124 juta jiwa). Di kedua negara ini, penduduknya
telah menjadi aset pertumbuhan ekonominya.
Sementara untuk kasus Indonesia, seiring dengan jumlah penduduknya yang
terus meledak, sekaligus juga mengusung potensi ketidastabilan bangsa.
Persoalannya, ternyata hanya sekitar 31 persen penduduknya yang
berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) ke atas.
Atau sebaliknya, sebagian besar penduduknya hanya sampai tingkat
sekolah dasar (SD), bahkan tidak pernah sekolah. Kecuali itu, penduduk
negeri ini tergolong rendah dalam produktivitas, etos kerja, kreativitas,
derajat kesehatan, dan lainnya (Buku Sumber untuk Advokasi KB, KR,
Gender dan Pembangunan Kependudukan, 2003). ►e-ti/atur
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|