| |
C © updated 04032004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/sh |
|
| |
Nama:
Arya Damar
Lahir:
Agama:
Lahir:
Pendidikan:
Teknik Elektro, ITB Bandung, lulus tahun 1986
Karir:
PT Indosat, 1986-1990
PT Aplikanusa Lintasarta, 1990-2000
Direktur UtamaPT Artajasa Pembayaran Elektronis, 2000-sekarang,
Hobi:
Penikmat musik jazz dan musik klasik, main musik, dan olahraga
renbang dan golf
Keluarga:
Anak ketiga dari empat bersaudara
Orangtua:
Nama ayah M. Sidik dan ibu Djuwita |
|
| |
|
|
|
|
Arya Damar
Integrasi Mesin ATM Antarbank
Adalah bukan lagi istimewa jika setiap nasabah bank memiliki kartu ATM.
Semua bank telah menjadikan kartu ATM sebagai pelayanan standar. Namun
akan sangat istimewa jika setiap mesin ATM bisa melayani semua kartu tanpa
pandang nama bank penerbit. Impian itulah yang diwujudkan oleh Arya Damar,
Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis sebuah anak perusahaan PT
Indosat Tbk. Integrasi antarbank dalam mesin ATM akan memudahkan setiap
nasabah bertransaksi.
ATM Bersama dari Artajasa yang telah lama dikenal itu menawarkan mesin ATM
yang bisa digunakan secara bersama oleh nasabah dari 28 bank penerbit,
sementara ATM Link terbatas untuk digunakan oleh bank-bank pemerintah.
Kini, oleh Arya Damar penggunaan bersama itu mulai ditingkatkan kadarnya.
Jika selama ini terbatas untuk penarikan dana tunai dan transfer antar
rekening sesama bank penerbit, oleh alumnus ITB jurusan Teknik Elektro
tahun 1986 ini penggunaan ATM Bersama sudah benar-benar bersama. Seperti
menarik dana tunai, transfer antar rekening sesama bank penerbit, ditambah
transfer antar rekening semua bank peserta ATM Bersama.
Sangat memudahkan setiap nasabah melakukan transaksi keuangan. Di antara
28 bank itu, ikut bergabung bank-bank swasta nasional, Bank Pembangunan
Daerah (BPD), bahkan bank-bank asing seperti ABN Amro, Bank Commonwealth,
dan Standard Chartered Bank.
Segala sesuatu yang bersifat tantangan sangat disukai oleh putra ketiga
dari empat bersaudara pasangan M. Sidik dan Djuwita ini. Memecahkan
masalah serta menemukan hal-hal baru mendorongnya untuk semakin kreatif.
Dia, misalnya, sebagai pimpinan di Artajasa merasa gundah dengan minimnya
pengetahuan masyarakat terhadap layanan elektronis. Masyarakat tidak
terbiasa menggunakan ATM di bank lain. Damar mengakui, ada banyak sebab
yang mendasarinya. Misalnya, kekhawatiran terjadinya masalah kartu ATM
tertelan, uang tidak bisa dikeluarkan. Semua menjadi serba merepotkan
jadinya. Bahkan, nasabah pun merasa enggan membayar fee untuk setiap
kemudahan yang diperoleh. Padahal, “fee sangat kecil dibandingkan dana
yang ditarik dan waktu yang bisa dihemat nasabah,” kata Damar.
Menjadi profesional selulus ITB Bandung, Arya Damar memilih Indosat
sebagai tempat pertama bekerja. Dia awalnya dipercaya menangani komunikasi
data. Tak heran, ketika Indosat mendirikan PT Aplikanusa Lintasarta
sebagai perusahaan khusus penyedia jasa komunikasi data keuangan dan pusat
informasi pasar uang, Arya Damar diminta turut membidani hingga posisi
terakhir general manager. Buah ketekunannya di situ sangat dihargai
perusahaan sehingga ketika PT Artajasa didirikan tahun 2000 Arya Damar
ditunjuk langsung sebagai Direktur Utama.
Walau menangani sesuatu yang sama sekali baru dia tidak gamang. Di
Artajasa dia lebih banyak berkutat dengan piranti lunak atau software. Dia
berpesan ke para karyawannya, perusahaan akan sulit memperoleh pelanggan
namun jika masyarakat tahu tentang jasa yang ditawarkan maka para karyawan
tinggal duduk saja. Oleh perusahaan induk, agar semakin fokus didirikanlah
PT Artajasa Pembayaran Elektronis untuk mengambil alih jasa pelayanan ATM
Bersama dan ATM Link yang telah 13 tahun disediakan oleh PT Aplikanusa
Lintasarta. Sementara, Lintasarta konsentrasi pada penyediaan jasa
komunikasi data keuangan dan pusat informasi pasar uang.
Penikmat musik jazz dan klasik ini merasa sangat yakin akan prospek jasa
yang ditawarkan Artajasa. Sebab keuntungan bukan hanya bisa dinikmati
nasabah melainkan oleh setiap bank penerbit kartu peserta ATM Bersama.
Disebutkannya, sebagai misal, jika ingin mendirikan sendiri mesin ATM
dibutuhkan biaya paling tidak 15 ribu – 20 ribu dolar AS per unit mesin,
belum termasuk biaya lain seperti sewa tempat, pemeliharaan, integrasi
mesin, dan harus mengisi uang tiap kali periodik. Semakin banyak mesin ATM
didirikan semakin banyak uang tunai yang mesti disediakan. Namun, ”Kalau
beban ini dibagi bersama, nasabah nyaman dan bank diuntungkan,” simpul
Arya Damar, yang untuk menjaga kebugaran tubuh harus berenang minimal tiga
kali seminggu.
Sebagai produk teknologi canggih Arya menyebutkan tingkat kegagalan
(dispute) bertransaksi di ATM Bersama atau ATM Link atau pembayaran secara
online, adalah sangat kecil. Kalaupun gagal, kata Arya, biasanya lebih
banyak terjadi karena uang di ATM sedang kosong, atau perangkat komputer
bank penerbit kartu sedang bermasalah. Untuk itulah, demikian Asrya Damar,
didorong pentingnya memberi kepuasan kepada masyarakat maka dalam setiap
kerjasama dengan bank selalu ditandatangani Service Level Agreement.
Dimana, bank wajib menjaga service level-nya dengan cara wajib mengisi
uang di ATM. Kesalahan yang bisa ditolerir hanya tiga persen.
Ada yang berbeda antara jasa ATM Bersama saat ditangani Lintasarta, dengan
kini oleh Artajasa kendati pengendali di belakang layar tetaplah nama sama
yaitu Arya Damar. Dia mengakui, walau telah 13 tahun menawarkan jasa namun
tingkat pengetahuan masyarakat tentang fasilitas pembayaran ATM Bersama
secara elektronis masih terbatas. ”Awalnya, saya hanya berpikir untuk
menjadikan bank jadi satu dan efisien. Soal sosialiasi adalah tanggung
jawab bank untuk memberi layanan ini kepada nasabahnya. Sama sekali tidak
pernah memikirkan apakah masyarakat kemudian akan mengetahuinya,” aku Arya
Damar, yang dulu penggemar permaian golf namun harus dihentikan akibat
cidera kaki yang dialaminya. Kesadaran itulah yang membuatnya kini mulai
aktif menjadi “sales force” ATM Bersama sampaitiba muncul needs masyarakat
bahwa jasa ini memang sangat dibutuhkan.
Sebagai misal, Arya Damar mencoba memperluas jasa pelayanan di sistem
pembayaran on line atau on line payment. Untuk pembayaran tagihan
contohnya. Seperti pembayaran tagihan telepon, listrik, kartu kredit,
kredit sepeda motor, dan peluang-peluang lain yang masih terbuka luas.
Sebagai perbandingan, pada ATM Bersama dan ATM Link transaksi penarikan
dana tercatat 900.000 transaksi per bulan, sedangkan pembayaran secara
online mencapai 2 juta transaksi setiap bulannya. Arya Damar mengakui
pendapatan terbesar perusahaannya ada pada on line payment yang mencapai
60 persen. Perbandingan lain, jika di negara tetangga Malaysia yang
penduduknya jauh lebih kecil dari Indonesia namun mampu mencatatkan
400.000 transaksi elektronis perhari, sedangkan di Indonesia perbulan
hanya 900.000 transaksi.
Ketertinggal itu bagi Arya Damar justru menjadi peluang bisnis yang
terbuka luas. Dan dia yakin akan mampu mengejar ketertinggalan itu.
Langkah ke arah itu sudah direncanakannya. Salah satunya adalah menawarkan
jasa transfer antarbank melalui ATM Bersama. Dengan ini, jika ingin
mentransfer uang ke rekening lain yang berbeda dengan bank penerbit kartu
ATM milik nasabah, kini nasabah tidak perlu lagi membawa uang tunai sebab
dengan kartu di ATM Bersama transaksi dimaksud bisa dilakukan. Oleh Arya,
jumlah peserta ATM Bersama juga ditingkatkan menjadi 32 bank. Kartu ATM
Bersama dipersiapkan pula merangkap sebagai kartu belanja atau debit card,
sehingga, di setiap outlet yang menyediakan jasa debit ATM Bersama
pemegang kartu tidak perlu membayar belanjaan secara tunai melainkan
tinggal gesek. ►ht
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|