| |
C © updated
25062005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Arwin Rasyid
Lahir:
Roma,Italia, 22 Januari 1957
Jabatan:
- Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, 2005
Alamat Rumah:
Jl. Simprug Golf XIV/D-1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Alamat Kantor:
PT Telekomunikasi Indonesia
Bandung
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
BERITA
Arwin Rasyid Menjalankan Mission Impossible
Arwin Rasyid, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dinobatkan sebagai
salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Warta Ekonomi.
Misinya di Telkom adalah meningkatkan penetrasi telepon, terutama di
pedesaan. Di bawah kendalinya, Telkom berhasil mendongkrak pendapatan.
Wartawa Ekonomi 28 Desember 2005: Sulit membayangkan seorang bankir
kawakan memimpin sebuah perusahaan telekomunikasi kelas dunia. Namun,
itulah yang terjadi pada perjalanan karier Arwin Rasyid. Mantan wakil
ketua BPPN ini ditunjuk menjadi dirut PT Telkom Tbk. pertengahan tahun
ini, menggantikan Kristiono.
Terpilihnya Arwin mementahkan prediksi berbagai kalangan. Pasalnya,
Kristiono jelas lebih dijagokan memimpin Telkom lantaran mempunyai track
record bagus di bisnis telekomunikasi. Bandingkan dengan Arwin yang
selama ini identik sebagai bankir karena kariernya yang panjang di Bank
Niaga, Bank Danamon, dan Bank BNI. Namun, justru namanyalah yang
terpilih menjadi dirut lewat mekanisme RUPS.
Kini Arwin memimpin misi meningkatkan peran Telkom dalam penetrasi
penggunaan telepon, terutama di pedesaan yang penetrasinya di Indonesia
baru 50%. Padahal di Cina sudah 80%. Untuk merealisasikan misi ini,
Telkom meluncurkan satelit Telkom 2, menggantikan satelit Palapa B4 yang
habis masa tugasnya.
Satelit ini akan digunakan untuk mendukung layanan komersial seperti
transmisi backbone: SLJJ, SLI, internet, jaringan komunikasi militer;
jaringan akses: internet, distance learning, satellite news gathering,
bisnis VSAT (perbankan, pertambangan); dan broadcast: TV broadcast,
audio broadcast, dan telekonferensi. Misi ini juga membuat 43.000 desa
berdering, sebagaimana tertuang dalam program Universal Service
Obligation (USO).
Dari segi profit, Telkom diperkirakan dapat meraup pendapatan US$468
juta dari bisnis penyewaan Telkom 2. Pendapatan dari Telkom 2 dihitung
dari 65% kapasitas transponder, masing-masing disewakan sebesar US$1
juta per tahun. Lalu, 24 transponder yang dimiliki Telkom dapat
beroperasi selama 15 tahun dan bisa dioptimalkan menjadi dua kali lipat.
Meski baru lima bulan memimpin Telkom, kontribusi kepemimpinan Arwin
sudah terasa. Supaya adil, lihat angkanya. Berdasarkan laporan kinerja
perusahaan yang di-launch di Jakarta beberapa waktu lalu, pada triwulan
ketiga Telkom mengalami kenaikan pendapatan sebesar 20%, dari Rp25,095
triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp30,1 triliun. “Ini
dibarengi peningkatan laba bersih dari Rp4,8 triliun pada triwulan
ketiga 2004 menjadi Rp5,7 triliun atau naik 19% pada triwulan ketiga
2005,” papar Arwin.
Suami Dotty Suraida ini juga bisa mendongkrak pertumbuhan pelanggan
selular Telkom. Saat ini total pelanggan Grup Telkom mencapai 36 juta.
Peningkatan yang cukup berarti ada di Line in Service (LIS) Flexi yang
tumbuh 244%, yakni dari satu juta pelanggan pada triwulan ketiga 2004
menjadi 3,7 pelanggan pada triwulan ketiga 2005. Untuk pelanggan
selular, tumbuh 72% menjadi 24 juta. “Hingga kuartal ketiga 2005,
Telkomsel masih menguasai pasar selular dengan market share 54%,” ucap
Arwin. (harso kurniawan) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|