ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
MILITER
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
C © updated 140603
INDEX PEJABAT   

garis

:::::: Pejabat garis

:::::: Lembaga Tinggi
garis
:::::::::::: Presiden
garis
:::::::::::: MPR/DPR/DPD
garis
:::::::::::: MA
garis
:::::::::::: Bepeka
garis
:::::::::::: DPA
garis
:::::: Kabinet
garis
:::::: Departemen
garis
:::::: Badan-Lembaga
garis
:::::: Pemda
garis
:::::: BUMN
garis
:::::: Asosiasi
garis
::::::::::: Korpri
garis
::::::::::: APPSI
garis
::::::::::: Apeksi
garis
::::::::::: Apkasi
garis
::::::::::: Lainnya
garis
:::::: MK
garis
:::::: Purnabakti
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 


Nama:
Laksamana TNI (Purn) Arief Kusharyadi
Lahir:
Malang
Pendidikan:
Lulusan AMN tahun 1967
Karir:
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL)
Deputi Operasi KSAL
Panglima Armada Barat
(Pangarmabar)

Laksamana (Purn) Arief Kusharyadi

Ungkap Kerusuhan Mei 1998


Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn) Arief Kusharyadi mengungkap Tragedi Kerusuhan Mei 1998 yang diwarnai oleh konflik elite militer. Pria kelahiran Malang lulusan AMN tahun 1967ini mengungkapkan hal itu ketika memenuhi panggilan Tim Ad Hoc Kerusuhan Mei 1998 Komisi Nasional HAM, Kamis (19/6).

Mantan Panglima Armada Barat (Pangarmabar) yang juga mantan Deputi Operasi KSAL itu memberi penjelasan selama satu setengah jam di depan Ester Indahyani Yusuf, MM Billah, dan Philips Jusuf. "Keterangan ini sangat penting untuk mengungkap, apa sebenarnya yang terjadi di balik kerusuhan Mei yang diduga diwarnai oleh konflik elite militer itu, sekaligus menunjuk siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi itu," tutur Ester di Jakarta, Jumat, 20 Juni.

Ester lalu menjelaskan secara umum apa yang diungkap Arief. "Ini pun hanya sebatas apa yang diizinkan Pak Arief. Rinciannya tak bisa saya kemukakan," ujar Ester.

Kepada ketiga anggota tim, Arief menjelaskan, waktu kerusuhan terjadi tanggal 14 Mei 1998, Arief berkeliling Jakarta dan tak melihat adanya pasukan di lapangan. Padahal, jumlah pasukan yang di bawah kendali operasi di Jakarta kala itu 110 satuan setingkat kompi. Pasukan tersebut terdiri dari pasukan Yonif 327 Brawijaya, Grup I Kopassus, Kostrad, marinir, dan tiga skuadron helikopter TNI Angkatan Udara.

Melihat kejanggalan itu, Arief lalu mendatangi lokasi parkir panser-panser marinir. Di tempat ini pun tak seorang marinir ditemukan. Karena khawatir, Arief lalu memerintahkan pasukan marinir di Surabaya datang di Jakarta.

Pasukan yang tiba di Halim Perdanakusuma ditempatkan di Cilandak. Dari markas marinir di Jakarta tersebut, pasukan disebar. "Pasukan tiba sebelum Jenderal Wiranto ke Malang," ujar Ester menirukan penjelasan Arief. *kompas
 

Arief menjabat KSAL menggantikan Laksamana TNI Tanto Koeswanto.


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), dari berbagai sumber

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero
Dilarang mengutip isi web site ini tanpa izin.