| |
C © updated 08032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/pertamina |
|
| |
Nama:
Ari H Soemarno
Lahir:
Yogyakarta, 14 Desember 1948
Agama:
Islam
Jabatan:
Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
Pendidikan:
- Studien Kolleg, Aachen University (Germany)
- Chemistry, Aachen University (Germany)
Karir:
- Staf Khusus Direktur Hilir Pertamina
- Presiden Direktur PETRAL
- Direktur Pemasaran & Niaga PT Pertamina (Persero), 11 Agustus 2004
- Direktur Utama PT Pertamina (Persero), 8 Maret 2006-sekarang
Alamat:
Pertamina Head Office:
Jalan Medan Merdeka Timur No. 1 A Jakarta-10110
Telex (62)(21)44152, 44302, 44441, 46549, 46554, Telp.(62)(21)3815111 -
Fax. 3846865, 3843882
Email :
a_sumarno@pertamina.com
DIREKSI PERTAMINA
Direktur Utama:
Ari H Soemarno
Wakil Dirut:
Iin Arifin Takhyan
Direktur Hulu:
Sukusen Soemarinda
Direktur Pengolahan:
Suroso Atmomartoyo
Direktur Pemasaran & Niaga:
Achmad Faisal
Direktur Keuangan:
Ferederick S.T. Siahaan
Direktur Umum dan SDM:
Sumarsono
|
|
| |
|
|
|
|
| ARI H SOEMARNO HOME |
|
|
 |
Ari H Soemarno Direktur Utama Pertamina
Pria kelahiran Yogyakarta, 14 Desember 1948, ini dilantik menjadi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Rabu 8 Maret 2006, menggantikan
Widya Purnama. Sebelumnya, lulusan Chemistry, Aachen University (Jerman)
ini menjabat Direktur Pemasaran & Niaga. Ari H Soemarno didampingi Iin
Arifin Takhyan (sebelumnya Dirjen ESDM) sebagai Wakil Dirut yang
sebelumnya dijabat Mustiko Saleh.
Direktur Keuangan Ferederick S.T. Siahaan menggantikan Alfred
Rohimone. Sedangkan Achmad Faisal menjabat Direktur Pemasaran & Niaga
menggantikan Ari Soemarno. Direktur Hulu dijabat Sukusen
Soemarinda menggantikan Hari Kustoro. Direktur Pengolahan dijabat Suroso
Atmomartoyo. Sedangkan Direktur Umum dan SDM
dijabat Sumarsono menggantikan Suprijanto.
Dirut Pertamina Ari H Soemarno mengatakan akan segera memecahkan
kebuntuan mengenai operatorship blok Cepu. Dia juga menegaskan keinginan
direksi baru, agar Pertamina tetap sebagai operator. Namun, katanya,
pihaknya juga akan memerhatikan kepentingan yang lebih besar.
Menteri BUMN Sugiharto yang sebelumnya sering berseberangan dengan
Direksi Pertamina di bawah kendali Widya Puenama, menambahkan,
pemerintah lebih menginginkan penyelesaian blok Cepu secara business to
business antara Pertamina dan ExxonMobil. Hanya jika benar-benar
ada kebuntuan, pemerintah baru ikut campur.
Ari yang lulusan Studien Kolleg, Aachen University, Germany, itu
adalah orang dalam Pertamina. Dia telah mengabdi kurang lebih 28 tahun
di Pertamina. Dia memulai karir di Badak LNG plant di Bontang,
Kalimantan Timur, pada 1978. Dia menghabiskan 16 tahun di Bontang,
setelah itu baru ke pusat Pertamina di Jakarta pada 1994.
Di Kantor Pusat Pertamina, karirnya terus menanjak. Dia pernah
menjabat Staf Khusus Direktur Hilir Pertamina (2001). Dua tahun
kemudian, dia dipercaya sebagai Presdir Pertamina Trading Limited
(Petral), anak perusahaan Pertamina yang bermarkas di Singapura dan
Hongkong. Lalu pada era Presiden Megawati, Ari diangkat sebagai Direktur
Pemasaran & Niaga, 11 Agustus 2004.
Namun dia pernah tersandung. Pada 2004, marak diberitakan bahwa Ari
dihukum dengan pemotongan gaji karena melanggar berbagai regulasi
tender. Diberitakan, menurut audit BPKP, saat dia menjadi pimpinan tim
tender proyek LNG Bontang, Pertamina kehilangan Rp 1,2 miliar.
Tapi hal itu tak sampi membuat kepercayaan pemerintah kepadanya
hilang. Ari yang merupakan anak Brigadir Jenderal Soemarno yang pernah
menjabat gubernur Jakarta 1960-1964 adalah adik Rini Soewandi, Menteri
Perindustrian dan Perdagangan di masa Presiden Megawati Soekarnoputri.
Dia juga dekat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo
Yusgiantoro.
Men BUMN Sugiharto, juga berkeyakinan kemampuan manajemen yang dimiliki
Ari Sumarno selama mempimpin Petral (anak perusahaan Pertamina) bisa
diandalkan memperbaiki Pertamina. Ari diharapkan mampu meningkatkan
produksi minyak Indonesia.
Sugiharto berharap, Ari mampu melakukan perbaikan di tubuh Pertamina
yang belum diselesaikan pejabat sebelumnya. Misalnya, menjalankan RKAP
(Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2006 soal bahasan Blok Cepu,
yakni menyiapkan USD 50-100 juta untuk pengeboran tahap awal.
Pergantian direksi Pertamina itu langsung dikaitkan dengan kepentingan
terutama eksplorasi Blok Cepu. Proyek ini molor karena kengototan
direksi sebelumnya yang dipimpin Widya Purnama. Namun, semua pejabat
resmi membantah sinyalemen itu.
Sugiharto meminta direksi baru segera menuntaskan beberapa persoalan
yang dihadapi Pertamina. "Terutama audit keuangan oleh auditor
independen yang hingga kini masih belum selesai," jelasnya.
Ari sendiri mengaku sanggup melaksanakan tugas yang dibebankan
kepadanya. "Kami akan berusaha melaksanakan RKAP (Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan). Saya sebagai mantan direksi lama harus konsekuen,"
tuturnya. ►e-ti/atur
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|