| |
C © updated 21092005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Anton Soedjarwo
Pangkat Terakhir
Jenderal Polisi
Lahir:
Bandung, 21 September 1930
Wafat:
Jakarta, 18 April 1988
Agama:
Islam
Motto Kerja:
REKONFU
Pendidikan:
:: SD, Cilacap (1945)
:: SMP, Purworejo (1949)
:: SMA, Magelang (1952)
:: Sekolah Inspektur Polisi, Sukabumi (1954)
:: Pendidikan Rangers SPMB, Porong (1960)
:: Sekolah Infanteri Officer Orientation, Fort Benning, AS (1961)
:: Susbanhan (1965)
:: Pendidikan Para Dasar, Margahayu (1967)
:: Seskoak RC IV di Lembang (1968)
:: Pendidikan Jump Master, Sukabumi (1969)
Riwayat Penugasan
:: Staf Dit. Lanta di Pare
:: Kepala Polisi Palopo, Sul-Sel (1954)
:: Ajudan Kepala Kepolisian Negara (1956)
:: Kepala Polisi Lalu Lintas, Makassar (1956)
:: Anggota Biro Organisasi Bagian Hubungan Luar Mabes Polri (1957)
:: Dan Kompi 5995 Rangers Brimob, Jakarta (1959)
:: Sekolah Ranger di Amerika (Tidak selesai)
:: Tugas Pembebasan Irian Barat
:: Danyon 32 Menpor, Jakarta (1962)
:: Dan Menpor, Jakarta (1964)
:: Dan KP-3, Tanjungpriok (1971)
:: Dan Resor 102, Malang (1972)
:: 1972-1974 : Kapolwil Malang
:: 1974-1975 : Kapus Brimob
:: 1975-1977 : Kapolda Kalimantan Barat
:: 1977-1978 : Kapolda Sumatera Utara
:: 1979-1983 : Kapolda Metro Jaya
:: 1983-1986 : Kapolri
Kegiatan Lain:
:: Ketua Umum PBVSI
Tanda-Tanda Jasa
1. Kesatria Tamtama RI
2. Pahlawan Gerilya
3. SL. Perang Kemdkaan I & II
4. SL GOM III s/d VI
5. Bintang Bhayangkara I & II
6.
7. SL. Kemerdekaan 45
8. SL. Bhakti Karya
9. SL. Kesetiaaan 24 Tahun
10. SL. Satya Dharma
11. SL. Yana Utama
12. SL. Prasetya Panca Karsa
13. SL. Sapta Marga
14. SL. Wira Dharma
15. SL. Penegak
16. SL. Dwidya Sistha
17. Bintang Maha Putra
Alamat Keluarga:
Jalan Ampera Gg Rini 125, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Telp:
782404
|
|
| |
|
|
|
|
| ANTON SOEDJARWO |
|
|
 |
Anton Soedjarwo (1930-1988)
Mantan Kapolri 1983-1986
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) 1983-1986. Sebelum
menjabat Kapolri, putra bangsa kelahiran
Bandung, 21 September 1930, ini secara berturut-turut menjabat Kapolda
Kalimantan Barat (1975-1977), Kapolda Sumatera Utara (1977-1978) dan
Kapolda Metro Jaya (1979-1983). Dia wafat dalam usia 58 tahun pada Senin
siang
18 April 1988 di di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur, setelah
dirawat 45 hari karena menderita komplikasi beberapa penyakit.
Dalam pengabdiannya, Jenderal Polisi ini telah menerima 17
penghargaan (tanda jasa), di antaranya: Kesatria Tamtama RI, Pahlawan Gerilya, SL. Perang Kemerdekaan I & II, Satya Lencana
(SL) G.O.M. III s/d VI, Bintang Bhayangkara I & II, SL. Kemerdekaan 45, SL. Bhakti Karya, SL. Kesetiaaan 24 Tahun, SL. Satya Dharma, SL. Yana Utama, SL. Prasetya Panca Karsa, SL. Sapta Marga, SL. Wira Dharma, SL. Penegak, SL. Dwidya Sistha,
dan Bintang Maha Putra
Polisi bermotto kerja ini meniti karir mulai dari Staf Dit. Lantas di Pare,
Kepala Polisi Palopo, Sul-Sel (1954), Ajudan Kepala Kepolisian Negara
(1956), Kepala Polisi Lalu Lintas, Makassar (1956), Anggota Biro
Organisasi Bagian Hubungan Luar Mabes Polri (1957), Dan Kompi 5995
Rangers Brimob, Jakarta (1959), Sekolah Ranger di Amerika (Tidak
selesai), Tugas Pembebasan Irian Barat, Danyon 32 Menpor, Jakarta
(1962), Dan Menpor, Jakarta (1964), Dan KP-3, Tanjungpriok (1971), Dan
Resor 102, Malang (1972), Kapolwil Malang (1972-1974) dan Kapus Brimob
(1974-1975).
Sejak kecil ia sudah bercita-cita menjadi polisi. Maka setelah
menyelesaikan pendidikan SD di Cilacap (1945), SMP di Purworejo (1949)
dan SMA di Magelang (1952), Anton masuk Sekolah Inspektur Polisi
di Sukabumi dan lulus 1954.
Dia juga mengikuti Pendidikan Rangers SPMB, Porong (1960), Sekolah
Infanteri Officer Orientation, Fort Benning, AS (1961) dan Susbanhan
(1965). Kemudian mengikuti Pendidikan Para Dasar, Margahayu (1967) dan
Seskoak RC IV di Lembang (1968) serta Pendidikan Jump Master, Sukabumi
(1969).
Saat mulai menjabat Kapolri, instansi itu baru mendapat wewenang dan
tanggung jawab sebagai penyidik tunggal sesuai dengan hukum acara pidana
(KUHAP). Dia pun menata arah pembangunan organisasi jangka panjang
Polri, menuju postur polisi yang terampil, tangguh, tanggap, berwibawa,
dicintai rakyat, dan mampu melaksanakan tugasnya.
Kemduian dilakukan reorganisasi Polri, Juni 1985. Organisasi staf
umum diubah menjadi direktorat. Reorganisasi ini juga dimaksudkan
membenahi penampilan polisi agar tidak berpenampilan seperti militer.
Anton berusaha keras mengubah citra polisi. Dia menindak sejumlah polisi
yang menyalahgunakan wewenang pada saat bertugas.
Selain memusatkan perhatian dan kegiatan pada tugas sebagai polisi,
Anton juga menyelinginya dengan hobi naik sepeda motor dan memelihara
berbagai jenis hewan, antara lain, burung perkutut, beo, cucakrawa,
jalak, nuri, beo, sampai burung dara, juga kuda, sapi perah, anjing
dobberman dan kodok serta tikus putih.
Dia juga masih menyempatkan waktu mengurus bola voli sebagai ketua
umum organisasi bola voli (PBVSI).
►e-ti/tsl, dari berbagai sumber, di antaranya Polda
Metro Jaya dan PDAT
** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|