| |
C © updated
07122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/mi |
|
| |
Nama:
Angelina P Sondakh, SE.
Lahir:
Armidale, 28 Desember 1977
Agama:
Kristen
Jabatan Terakhir:
Anggota DPR RI 2004-2009 dari Partai Demokrat
Pendidikan:
- SD Laboratorium IKIP Manado (1983-1989)
- SMP Katolik Pax Christi Manado (1989-1992)
- Preesbyterian Ladies College (SLTA) Sydney
- SMA Negeri II Manado (1995-1996)
- Universitas Katolik Atmajaya (1996-2000)
Pengalaman Kerja:
- Visa Officer, Australia First (1999-2000)
- PR and Marketing Director, PT Royalindo
Pengalaman Organisasi:
Wakil Ketua Umum PB Percasi (2003)
Alamat:
Puri Bintaro PB 24/3, Sektor 9 Bintaro Jaya, Tangerang 15413
|
|
| |
|
|
|
|
| ANGELINA HOME |
|
|
 |
Angelina P Sondakh
Anggota FPD DPR-RI
Welcome
This
site is currently under construction. Please check back at a later time.
Angelina Patricia Pingkan Sondakh
Kecantikan Bukan Modal Utamanya
Puteri
Indonesia 2001, Angelina Patricia Pingkan Sondakh mengakhiri masa
keputriannya dengan meluncurkan buku setebal 185 halaman berjudul
Kecantikan, Bukan Modal Utama Saya. Ia sangat menyayangkan peran yang
diberikan kepadanya selama menyandang gelar Putri Indonesia yang lebih
banyak tampil untuk acara demo kecantikan dan berbicara tak pernah jauh
dari topik kecantikan.
Perempuan cantik yang berasal dari Menado, ini dinobatkan sebagai Puteri
Indonesia tanggal 20 Juni 2001 mewakili propinsi Sulawesi Utara.
Penobatannya berlangsung di Jakarta Convention Centre, Jakarta ditandai
penyematan mahkota Puteri Indonesia oleh Bernika Irnadianis Ifada, Puteri
Indonesia 2000 disaksikan Ketua YPI BRA Mooryati Soedibyo dan Miss
Universe 2001, Denise M Quinones August asal Puerto Rico.
Angel, panggilan akrab Angelina Patricia, mengakhiri ‘keratuannya’ juga
dengan menyematkan mahkota Puteri Indonesia kepada penggantianya Melanie
Putria Dewita Sari, Puteri Indonesia 2002. Pada acara ini, pihak
penyelenggara tampaknya tidak menampilkannya secara wajar sebagaimana
lazimnya. Banyak orang menduga mungkin karena kritiknya yang demikian baik
dalam bukunya mengenai peran seorang Puteri Indonesia.
Dalam
bukunya ia menyatakan sama sekali tidak keberatan mengenai demo dan topik
kecantikan, asalkan diimbangi dengan kegiatan yang menonjolkan kriteria
lain, seperti kecerdasan intelektual. Peluncuran buku itu diadakan di
Salsa Cafe, Kemang, hari Kamis 4/7/02. Sehari setelah para finalis Putri
Indonesia 2002 menjalani proses karantina di Jakarta. Final di Teater
Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 12 Juli 2002. Peluncuran
buku itu dihadiri juga oleh penulis kata pengantar, Rheinald Kasali, dan
penulis pendamping Asteria Elanda.
Sejak remaja, Angelina sudah jadi menerima gelar "putri" dan "ratu." Gadis
kelahiran Armidale, Australia, 28 Desember 1977, ini telah meraih sejumlah
penghargaan mulai dari Juara I lomba pidato Bahasa Inggris se-Sulut tahun
1997, Juara I lomba Debat Ilmiah se-Sulut 1998, Noni Sulut (1996),
Sertifikat of Merit Achievement in Chemistry dan menjadi Duta Wisata Miss
Novotel tahun 1999. Gadis yang sangat fasih berbahasa Inggris dan Jerman,
ini lulus dari sekolah berasrama Presbiterian Ladies School Sydney,
Australia. Kemudian melanjut di Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya,
Jakarta.
Setelah itu, ia pulang ke Manado dan bekerja di sebuah perusahaan
kontraktor. Ia anak bungsu dari 5 bersaudara, puteri pasangan Prof. Dr.
Ir. Lucky Sondakh,MEc (dosen Universitas Sam Ratulangi, Menado) dan Ir
Saul Kartini Dotulong. Ia gadis yang ramah, tenang, cerdas dan tampak
dewasa. Tutur katanya halus. Puteri yang hobi membaca ini juga mampu
memainkan keyboard dan organ.
Menurutnya, tugas sebagai Putri Indonesia seharusnya lebih dari kehadiran
di berbagai demo kecantikan ataupun menjadi salah satu tokoh terkenal
dunia hiburan. Ia tidak sependapat dengan banyak kalangan yang menilai
keberhasilan seorang Putri Indonesia diukur jika ia bisa menjadi presenter
terkenal, laris sebagai bintang iklan dan sinetron, ataupun pekerjaan lain
yang berhubungan dengan dunia hiburan.
Ia menyoroti hal ini secara tajam dalam bukunya ‘Kecantikan Bukan Modal
Utama Saya’. Buku setebal 185 halaman dan terdiri dari lima bab ini,
berisi sejumlah pengalamannya selama satu tahun menjabat sebagai Putri
Indonesia. Ia tidak bermaksud membanggakan diri sendiri menulis buku ini.
Tapi hanya didorong keinginan untuk berbagi pengalaman yang ia dapat
selama satu tahun menjadi Putri Indonesia.
Tapi, lewat buku ini, setidaknya ia ingin meluruskan pendapat sebagian
orang yang belakangan ini cenderung beranggapan bahwa kekuatan wanita
adalah kecantikan. Kecantikan seringkali dijadikan tujuan utama, yang
akhirnya selalu menggiring pada ketidakpercayaan diri. Kecantikan haruslah
dijadikan sebagai elemen pendukung bukan kekuatan yang utama. Menurutnya,
kekuatan wanita justru seharusnya terletak pada kecerdasan intelektualnya.
Anggapan bahwa kekuatan wanita adalah kecantikan justru sudah harus
dirubah menjadi kekuatan wanita adalah EQ (Emotional Quotient) dan IQ (Intelectual
Quotient).
Hal-hal semacam ini, sering ia temui tatkala melakukan berbagai kunjungan
ke daerah-daerah. Maka, pada buku Kecantikan Bukan Modal Utama Saya itu,
banyak hal yang ia tuturkan, seperti pada bagian keduanya, Hak Mahkota Itu
Saya Miliki, menceritakan jalan menuju kecantikan sejati. Pada bagian
ketiga, Aneka Lomba yang Mematangkan Kepribadian, ia menceritakan
pengalamannya saat mengikuti sejumlah perlombaan yang menggiringnya
menjadi pribadi yang matang.
Gadis berperawakan 170 cm dengan berat 54 kg yang menggenggam motto "Ambisi
tapi tidak harus ambisius" ini menulis dalam bagian kelima bukunya,
tentang Hari-hari Putri Indonesia. Selama satu tahun sebagi seorang Putri
Indonesia, ia telah melakukan berbagai kegiatan sebagai wakil dari puteri
Indonesia, berkeliling tanah air bahkan berkunjung ke berbagai negara
untuk ikut mempromosikan segala hal yang berkaitan dengan Indonesia, baik
wisata maupun komoditi tanah air.
Gadis penggemar bubur Manado ini pernah menjadi MC acara Kadin dalam
pembukaan House of Indonesia di Bangkok, peragaan-peragaan pengantin
Lampung di Kuala Lumpur dalam Acara Asia Pacific Bridal Summit, dan
berkunjung ke Amerika Serikat atas undangan Asosiasi Kawanua. Ia berharap,
mudah-mudahan pengalamannya berharga buat Putri Indonesia berikutnya untuk
dapat mengubah persepsi sebagian wanita yang sering memandang kecantikan
itu segala-galanya.
Dalam bukunya ini, ia menyisipkan dua buah sajak, yang salah satunya
berjudul Dream. Edisi pertama buku yang diterbitkan PT Intana Grafinusa
dicetak sebanyak 3000 eksemplar. Bakat menulis memang dimiliki perempuan
yang gemar membaca ini. Ia bahkan pernah bercita-cita jadi wartawan. Pada
tahun 1994, ia pernah mengirim beberapa kali cerita pendek ke berbagai
majalah, meski semuanya harus pasrah masuk keranjang sampah. Tiga kali
kirim semuanya ditolak. “Aku rasa sudah cukup deh," kenangnya.
Setelah melepas gelar Puteri Indonesia, ia makin aktif dalam kegiatan yang
sifatnya tidak mengampanyekan kecantikan. Ia memutuskan terlibat dalam
kampanye pencegahan kepunahan primata langka Tarsius spectrum. Primata
berukuran mini, serupa monyet, bermata besar, panjang tubuhnya 9,5-10 cm,
dikenal hidup endemik di hutan semak Sulawesi Utara (Sulut). Binatang ini
bisa ditemukan hidup liar di Minahasa, Bitung, Dumoga, dan Gorontalo.
Bahasa setempat menyebutnya "tangkasi". Spesies lain tarsius juga bisa
ditemukan di hutan semak Sumatera, Bangka, dan Kalimantan, serta Filipina.
Sejak tahun 1990, Tarsius telah masuk dalam "daftar merah" IUCN
(International Union for Conservation of Nature and Natural Resources)-lembaga
internasional yang bergerak pada perlindungan sumber daya alam. Tarsius
dianggap sebagai binatang yang terancam kepunahan.
Binatang ini monogami, hanya berpasangan dengan satu lawan jenis. Konon,
begitu salah satu mati, tidak berapa lama pasangan monogaminya akan mati
juga. “Hidup berpasangan binatang ini seperti kisah cinta abadi," kisah
Angel.
Putri Indonesia 2001 ini, pada Oktober 2002, hadir di Los Angeles, New
York, Boston, dan New Hampshire diupayakan melalui organisasi masyarakat
Maesa Eastcost, media Cahaya Times, Yayasan Pelestarian Selat Lembeh dalam
rangka membantu usaha-usaha pemerintah untuk mengangkat kembali image
negatif mengenai Indonesia.
Road Show Angelina Sondakh ini merupakan promosi kekayaan Indonesia
dikaitkan dengan budaya, alam, dan senyum orang Indonesia. Iabanyak
menjelaskan soal lingkungan dan pelestarian kekayaan Indonesia yang tidak
ada di negara lainnya seperti binatang langka satu-satunya di Batuangus
Tangkoko, Sulawesi Utara, yakni Tarsius dan Orang Utan di Kalimantan yang
hampir punah.
Pendidikan yang diberikan kedua orang tuanya, terutama semasa kanak-kanak,
telah membentuk karakter dirinya. Tak lupa ia pula menceritakan bagaimana
cinta kasih orang tua yang telah dirasakannya, bahkan hingga kini.
Berulang kali, Angie menegaskan bahwa kesuksesan dirinya bukan karena
kemampuannya sendiri saja tapi karena berkat dan penyertaan Tuhan. Ia pun
mengakui, bahwa dirinya tidak berarti apa-apa tanpa kehadiran orang lain.
Cho Telew, orang yang pertama kali menemukan bakatnya, berkali-kali memuji
pribadi Angie. "Ia tak pernah melupakan dari mana ia datang, bagaikan
kacang yang tidak lupa kulitnya," ungkap Cho Telew seorang pemandu bakat
di bidang fashion dan modeling.
►e-ti/
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|