|
Andreas A Yewangoe
ADA banyak alasan untuk takut. Ada alasan sepele. Ada alasan serius.
Bahkan sangat serius. Apabila orang tidak mau mandi karena takut
kedinginan, itu sepele. Tetapi, kalau orang tidak berani berjalan
sendiri karena takut dirampok, itu serius. Lebih serius lagi apabila
orang takut berbicara karena takut ditangkap penguasa yang represif.
Sangat-sangat serius apabila orang takut kepada ketakutan itu sendiri. |
|
|
|
Andreas A Yewangoe
Tentu saja ini bahasa agama. Dan, bahasa agama selalu bersifat optimis.
Bahasa itu selalu menunjuk pada sesuatu yang melampaui ranah sejarah ini.
Bahasa agama selalu mengatasi apa yang dialami sekarang. Memang mesti
begitu. Kalau tidak, agama akan kehilangan maknanya bagi kehidupan manusia.
Agama akan kehilangan gregetnya bagi keselamatan manusia. Bukankah agama
senantiasa menyediakan ruang bagi yang berputus asa, agar dengan demikian
kembali lagi melanjutkan hidup?
|
|