A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► PGI
 ► Publikasi
 ► Galeri
 ► Kontak
 ► Link
 ► Pemuka
 ► Kristen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 08042006-03032005  
   
  ► e-ti/sh  
  Nama:
Andreas Anangguru Yewangoe
Lahir:
Mamboru, Sumba Barat, NTT, 31 Maret 1945
Agama:
Kristen
Jabatan:
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
 
 
     
 
PUBLIKASI

 

Andreas A Yewangoe

Menyikapi Peraturan Bersama Dua Menteri

Bagaimanakah kita menyikapi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2006/No 8 Tahun 2006 (PBM)? Pertama-tama, mesti ditegaskan, bahwa peraturan itu adalah peraturan bersama kedua menteri. Bukan peraturan lembaga-lembaga atau majelis-majelis agama, kendati mereka ikut mendiskusikannya.

 

Andreas A Yewangoe

Menelaah RUU Antipornografi

RANCANGAN Undang- Undang Antipornografi dan Pornoaksi sedang dalam proses pembahasan. Berbagai elemen bangsa telah dimintakan pen- dapat dan masuk- annya. Ada yang menyetujui, bah-kan mendesak agar RUU itu segera diundangkan. Tetapi, tidak kurang pula yang menolaknya. Bahkan di Pulau Bali diorganisir unjuk rasa besar menuntut dibatalkannya pembahasan RUU tersebut.

 

Andreas A Yewangoe

Mengembangkan Budaya Keramahan

SALAH satu topik penting yang dibicarakan dalam Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) di Porto Alegre-Brazil adalah tentang pluralitas agama-agama dalam kaitannya dengan pemahaman diri kekristenan (Religious Pluralism and Christian Self-Understanding).

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

 

 

         

Andreas A Yewangoe

Janganlah Takut sebab Aku Menyertai Engkau

ADA banyak alasan untuk takut. Ada alasan sepele. Ada alasan serius. Bahkan sangat serius. Apabila orang tidak mau mandi karena takut kedinginan, itu sepele. Tetapi, kalau orang tidak berani berjalan sendiri karena takut dirampok, itu serius. Lebih serius lagi apabila orang takut berbicara karena takut ditangkap penguasa yang represif. Sangat-sangat serius apabila orang takut kepada ketakutan itu sendiri.
     

Andreas A Yewangoe

Hidup Penuh Pengharapan

Tentu saja ini bahasa agama. Dan, bahasa agama selalu bersifat optimis. Bahasa itu selalu menunjuk pada sesuatu yang melampaui ranah sejarah ini. Bahasa agama selalu mengatasi apa yang dialami sekarang. Memang mesti begitu. Kalau tidak, agama akan kehilangan maknanya bagi kehidupan manusia. Agama akan kehilangan gregetnya bagi keselamatan manusia. Bukankah agama senantiasa menyediakan ruang bagi yang berputus asa, agar dengan demikian kembali lagi melanjutkan hidup?