| |
C © updated 22102009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
BIODATA
Nama:
Dr. Andi Alifian Mallarangeng
Lahir:
Makassar, Sulsel, 14 Maret 1963
Agama:
Islam
Jabatan:
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga 2009-20014
Isteri:
Vitri Cahyaningsih
Anak:
- Gemilang Mallarangeng
- Gemintang Kejora Mallarangeng
- Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng
Ayah:
Andi Mallarangeng (1936-1972)
Ibu:
Andi Asni Patoppoi
Saudara:
- Rizal Mallarangeng
- Coel Mallarangeng
Kakek:
Andi Patoppoi (1910-1977)
Pendidikan:
- Sarjana Sosiologi Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,
1986
- Master of Science di bidang sosiologi Northern Illinois University
(NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat
.- Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois
University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat, 1997.
Karir:
- Dosen Universitas Hasanuddin (1988-1999)
- Dosen Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002)
- Anggota Tim Tujuh yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk
merumuskan paket Undang-undang Politik dan Undang-undang Pemerintahan
Daerah (1998-1999)
- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah, penyelenggara
Pemilu 1999
- Saf Ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000)
- Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in
Indonesia (2000-2002)
- Pendiri dan Pengurus Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (2002-2004)
- Juru Bicara Kepresidenan Presiden SBY, 2004-2009
- Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Kabinet Indonesia Bersatu II,
2009-2014
Penghargaan:
- Man of the Year Majalah MATRA (2002)
- Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999)
- Bintang Jasa Utama RI (1999)
- Percy Buchman Prize (1995)
|
|
| |
|
|
|
|
| ANDI MALLARANGENG |
|
|
 |
Andi Mallarangeng
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
Andi Alifian Mallarangeng pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret
1963, menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia
Bersatu II (2009-2014). Sebelumnya, doktor ilmu politik dari Northern
Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (1997), ini
menjabat Juru Bicara Kepresidenan.
Andi juga aktif sebagai Ketua DPP Partai Demokrat, dimana Susilo
Bambang Yudhoyono menjabat Ketua Dewan Pertimbangan. Selain sebagai juru
bicara kepresidenan, Andi juga menjabat pemimpin redaksi situs web
resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (presidensby.info).
Andi mulai dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang
Pilpres 2004. Ketika itu, Andi yang sebelumnya dalam Pemilu Legislatif
2004 tampil sebagai calon DPR daerah pemilihan Sulawesi Selatan (tidak
terpilih) dari Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) yang
didirikan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, memilih
mendukung pasangan Capres-Cawapres SBY - Jusuf Kalla.
Andi berbeda pendapat dengan Prof. DR. Ryaas Rasyid soal calon
presiden yang akan didukung Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan.
Partai ini secara resmi mendukung Capres dari Golkar Wiranto.
Akibat perbedaan pendapat itu, Andi memilih keluar dari PPDK dan memilih
bergabung dengan Tim Sukses SBY, Capres yang diusung Partai Demokrat.
Seolah berperan sebagai pengamat politik, Andi menyuarakan bahwa
pemimpin yang paling tepat dipilih dalam Pilpres adalah SBY. Dia tampil
gemilang sebagai 'juru bicara' Tim Kam[panye Nasional Capres-Cawapres
SBY-JK. Pasangan ini pun memenangkan Pilpres dalam dua putaran.
Suami dari Vitri Cahyaningsih dan ayah dari tiga anak (Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng
dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng), ini pun semakin akrab dengan
SBY dan dipercaya menjabat Juru Bicara Kepresidenan.
Kemudian, dia pun ikut aktif di Partai Demokrat dengan jabatan Ketua
Dewan Pimpinan Pusat. Partai yang didirikan SBY ini memenangkan Pemilu
Legislatif 2009. Kemenangan ini, membuat Partai Demokrat makin kuat
mencalonkan kembali SBY dalam Pilpres 2009, berpasangan dengan Boediono
sebagai Cawapres. Walau menurut ketentuan UU tentang Pilpres, Partai
Demokrat dengan perolehan suara lebih 20 persen berhak mengusung
Capres-Cawapres, namun partai ini membuka diri berkoalisi dengan partai
lain yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional
(PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) dan dan puluhan partai yang tidak memiliki kursi di DPR.
Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono yang diusung PD dan koalisinya
ini memenangkan Pilpres 2009 dalam satu putaran dengan meraih suara
60,08 persen mengalahkan pasangan Capres-Cawapres Megawati-Prabowo (PDIP
dan Gerindra) dan Jusuf Kalla- Wiranto (Golkar dan Hanura).
Kemudian, dalam pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden
SBY dan Wapres Boediono mengangkat Andi Mallarangeng memimpin
Kementerian Negara Pemuda dan Olharaga. Dia menggantikan Adyaksa Dault,
kader PKS yang tidak lagi dicalonkan oleh partainya untuk jabatan
menteri.
Berkibar di Era Reformasi
Andi Alifian Mallarangeng, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14
Maret 1963.
Ayahnya, Andi Mallarangeng (1936-1972) adalah mantan walikota Parepare.
Ayahnya sudah
menjadi walikota pada usia 32 tahun. Namun, ayahnya meninggal dunia pada usia
muda, masih 36 tahun. Ketika itu, Andi yunior masih berusia 9 tahun.
Sejak ayahnya meninggal, Anda dan adik-adiknya diasuh oleh ibunya, Andi
Asni Patoppoi dan kakeknya, Andi Patoppoi (1910-1977). Sang Kakek adalah
mantan Bupati
Grobogan, Jawa Tengah dan Bupati Bone, Sulawesi Selatan. Kakeknya adalah salah seorang tokoh pemuda Sulawesi
Selatan yang berhasil membujuk raja-raja di Sulawesi Selatan untuk
mendukung dan menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia yang
diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Ayah dan kakeknya, adalah putera bangsa yang mengobarkan semangat keindonesiaan
di atas semangat kedaerahan. Ayah dan kakeknya mengajarkan bahwa nilai-nilai kedaerahan
itu perlu untuk memperkaya
nilai-nilai keindonesiaan. Ajaran, semangat dan keteladanan dari ayah
dan kakeknya ini telah membentuk pribadi Andi dan saudara-saudaranya
menjadi seorang putera bangsa Indonesia berjiwa kebangsaan. Ditambah
lagi dengan semangat perjuangan yang diteladankan oleh Sang Ibu, yang
gigih memperjuangkan anak-anaknya hingga mencapai pendidikan yang lebih
tinggi.
Andi sendiri meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang
ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois,
Amerika Serikat pada tahun 1997. Dari universitas yang sama, dia meraih
gelar Master of Science di bidang sosiologi. Gelar Drs
Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada
tahun 1986. Dua ddiknya, Rizal Mallarangeng dan Coel Mallarangeng, juga
meraih gelar doktor dan terjun dalam duniapolitik.
Setelah meraih sarjana sosiologi dari Fisipol UGM, dia
pun mewujudkan cita-cita menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu
Pemerintahan (1999-2002).
Kemudian, arus reformasi yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan
Orde Baru membuka peluang baginya terjun dalam bidang pengembangan
demokrasi. Sebagai
Doktor Ilmu Politik didukung Contextual Analysis on
Indonesian Electoral Behavior, Andi diminta menjadi anggota Tim Tujuh
(1998-1999) yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan
paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu
demokratis pertama di era reformasi. Tim Tujuh ini juga
merumuskan Undang-undang Pemerintahan Daerah , sebagai landasan
reformasi sistem pemerintahan dengan desentralisasi dan otonomi daerah.
Kemudian kiprahnya dalam gerakan reformasi semakin berkibar, saat dipercaya
menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah,
penyelenggara Pemilu 1999.
Kemudian, Andi mengundurkan diri dari KPU, karena dipercaya staf ahli
Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Sayang, Kementerian Otonomi Daerah
yang baru dibentuk dalam pemerintah era reformasi,
hanya berusia 10 bulan, dibubarkan. Sejak itu, Andi bekerja mengembangkan ide tata
pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada
Partnership for Govermance Reform in Indonesia (2000-2002). Andi juga
semakin dikenal sebagai pengamat, kolumnis dan komentator politik di
berbagai media.
Lalu, bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid dan kawan-kawan, ikut
mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) pada tahun 2002.
Namun, partai ini kurang mendapat dukungan dari rakyat pada Pemilu
legislatif 2004. Andi, sendiri yang menjadi Caleg dari Sulsel, tidak
terpilih. Kemudian, Andi memilih keluar dari partai ini, karena berbeda
pendapat dengan Ryaas Rasyid soal dukungan kepada Capres. Andi memilih
mendukung SBY sementara Ryaas Rasyid menggiring partai mendukung
Wiranto.
SBY pun terpilih jadi Presiden. Andi menjadi juru bicara
kepresidenan. Sebagai juru bicara kepresidenan, Andi berhasil
menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga pada periode kedua Presiden
SBY, dia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Negara Pemuda dan
Olahraga.
Dengan berbagai kegiatannya, Andi telah mendapat penghargaan Man of the
Year Majalah MATRA (2002); Future Leader of Asia, Majalah Asia Week
(1999); Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995). ► ti/crs
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Refrensi, al:
1) Keterangan Pers di Cikeas, 17 Oktober 2009
2) Wawancara Rizal Mallarangeng
2)
http://id.wikipedia.org/wiki/Andi_Mallarangeng
|
|