| |
C © updated 14062009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/pusba |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof Dr Amran Halim
Lahir:
Pasar Talo, Bengkulu, 25 Agustus 1929
Meninggal:
Palembang, 13 Juni 2009
Isteri:
Nuryanti Syafniar Amran
Anak Kandung:
- Frieda Agnani Amran
- Davron Donny Amran
Anak Angkat
- Anova Luska
- Ribodesiana
- Medika Azwar
- Variantono
- Agung Hakimolast
Cucu:
11 orang
Karir:
- Rektor Universitas Sriwijaya
- Ketua Majelis Bahasa Indonesia Malaysia (MBIM)
- Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (kini Pusat Bahasa)
- Ketua Dewan Pertimbangan Pendidikan Sumsel
- Ketua Dewan Kesenian Sumsel
|
|
| |
|
|
|
|
| AMRAN HALIM HOME |
|
|
 |
Prof Dr Amran Halim (1929-2009)
Penggagas Ejaan Yang Disempurnakan
Mantan Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (kini Pusat Bahasa)
Prof Dr Amran Halim seorang tokoh bahasa Indonesia, penggagas Ejaan Yang Disempurnakan
(YED). Mantan
Rektor Universitas Sriwijaya, kelahiran Pasar Talo, Bengkulu, 25 Agustus
1929, ini meninggal dunia dalam usia 79 tahun, di Palembang, Sabtu 13
Juni 2009 pukul 11.40.
Menurut putri pertamanya, Frieda Agnani, Amaran, guru besar bahasa
Indonesia, ini pernah menjabat sebagai
Kepala Pusat Bahasa pada tahun 1970-an. Disebutkan, Amran Halim adalah
penggagas pembakuan Bahasa Malaysia dan Bahasa Indonesia saat menjabat
sebagai Ketua Majelis Bahasa Indonesia Malaysia (MBIM). Hasil pembakuan
MBIM akhirnya juga digunakan untuk bahasa Brunei Darussalam. Amran juga
ikut menyusun Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) setelah menjabat sebagai
Ketua MBIM. 1)
Amran Halim, tokoh bahasa yang juga guru besar Bahasa Indonesia, ini
menjadi kepala Pusat Bahasa keenam yang pada awal dibentuknya pada 1
April 1975 bernama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Setelah
Amran Halim, Pusat Bahasa kemudian dipimpin
Prof. Dr. Anton M. Moeliono,
Drs Lukman Ali, Dr Hasan Alwi, dan kini (2009) dipimpin Dr Dendy Sugono.
Kemudian berdasarkan Keppres tahun 2000, Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa berubah nama menjadi Pusat Bahasa. Lembaga ini
berada di bawah naungan Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan
Nasional.
Amran Halim adalah orang yang berjasa besar dalam pengembangan Bahasa
Indonesia. Saat pemerintah menetapkan ejaan resmi Bahasa Indonesia yang
diberi nama “Ejaan yang Disempurnakan” (EYD) berdasarkan Keputusan
Presiden No.67 Tahun 1972, kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
waktu itu Sjarif Thajeb membentuk Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia
dengan ketua Amran Halim.
Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia yang dipimpin Amran Halim ini
kemudian menyusun buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan” yang tebalnya hanya 55 halaman, dicetak pertama
kali tahun 1978 oleh penerbit Balai Pustaka. Buku berwarna putih dengan
warna biru muda tempat meletakkan judulnya sudah beberapa kali mengalami
cetak ulang.
Amran Halim yang hingga akhir hayatnya masih aktif di sejumlah organisasi di
Sumsel, seperti menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Pendidikan Daerah
Sumsel, Dewan Kesenian Sumsel, dan kegiatan kepramukaan, semasa muda
pernah bergabung dalam tentara pelajar. Atas perjuangannya tersebut
pemerintah menganuegrahkan bintang gerilya. Ia pun berhak untuk
dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Siguntang, Palembang.
Namun menurut Priada anak tertua almarhum, ayahnya pernah mengatakan
tidak ingin mau dimakamkan di taman makam pahlawan. "Almarhum ingin
tetap di makamkan di taman pemakaman umum Puncak Sekuning dekat makam
ibu,” ujar Prida. 2)
Amran Halim meninggal dunia di RS RK Charitas, Palembang, Sumatera
Selatan, karena kanker paru. Sempat dirawat di RS RK Charitas selama 17
hari. Amran Halim meninggalkan seorang istri, Nuryanti Syafniar Amran
(65), dan dua anak kandung, Frieda Agnani Amran (50) serta Davron Donny
Amran (46), serta lima anak angkat, yaitu Anova Luska (42), Ribodesiana
(41), Medika Azwar (37), Variantono (34), dan Agung Hakimolast (31).
Hingga akhir hayat memiliki 11 cucu dari seluruh anak kandung dan anak
angkatnya. ►tsl
Kepala Pusat Bahasa (Kapusba)
= Amir Dahlan, Kapusba I
= R.T. Amin Singgih Tjitrosomo, Kapusba II
= Prof. Dr. Prijana, Kapusba III
= Prof. Dr. Hoesein D. Kapusba IV
= Dra. Lukijati G. Kapusba V
= Dra. Moliar Achmad, Kapusba VI
= Dra. S.W. Rujiati Mulyadi, Kapusba VII
= Amran Halim, Kapusba VIII
= Prof. Dr. Anton M. Moeliono,
Kapusba IX
= Lukman Ali, Kapusba X
= Hasan Alwi, Kapusba XI
= Dr. Dendy Sugono, Kapusba XII 3)
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Sumber:
1) Kompas, 14 Juni 2009
(Prof Dr Amran Halim Meninggal Dunia)
2) Republika, 13 Juni 2009
(Prof Dr Amran Halim, Penggagas EYD Telah Pergi)
3) Pusat Bahasa Depdiknas |
|