| |
C © updated
22122002 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
|
|
| |
Karya Amien Rais
Hasil Penelitian:
1. Prospek Perdamaian Timur Tengah 1980-an [Litbang Deplu RI]
2. Perubahan Politik Eropa Timur [Litbang Deplu]
3. Kepentingan Nasional Indonesia dan Perkembangan Timur Tengah 1990-an [Litbang
Deplu]
4. Zionisme: Arti dan Fungsi [Fisipol, UGM]
Buku-buku:
1. Orientalisme dan Humanisme Sekuler [Yogyakarta: Salahuddin Press, 1983]
2. Politik dan Pemerintahan di Timur Tengah [PAU-UGM]
3. Tugas Cendekiawan Muslim [Terjemahan Ali Syariati], [Yogyakarta:
Salahuddin Press, 1985]
4. Cakrawala Islam, Antara Cita dan Fakta [Bandung: Mizan, 1987]
5. Politik Internasional Dewasa Ini [Surabaya: Usaha Nasional, 1989]
6. Timur Tengah dan Krisis Teluk [Surabaya: Amarpress, 1990]
7. Keajaiban Kekuasaan [Yogyakarta: Bentang Budaya-PPSK, 1994]
8. Moralitas Politik Muhammadiyah [Yogyakarta: Penerbit Pena, 1995]
9. Tangan Kecil [Jakarta: UM Jakarta Press, 1995]
10. Demi Kepentingan Bangsa [Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996]
11. Visi dan Missi Muhammadiyah, [Yogyakarta: Pustaka SM, 1997]
12. Refleksi Amien Rais, Dari Persoalan Semut Sampai Gajah, [Jakarta, Gema
Insani Press, 1997]
13. Suksesi dan Keajaiban Kekuasaan, [Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997]
14. Mengatasi Krisis dari Serambi Masjid, [Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
1998]
15. Melangkah Karena Dipaksa Sejarah, [Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998]
16. Tauhid Sosial, Formula Menggempur Kesenjangan [Bandung: Mizan, 1998]
17. Membangun Politik Adiluhung: Membumikan Tauhid Sosial, Menegakkan Amar
Ma’ruf Nahi Munkar [Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998]
18. Membangun Kekuatan di Atas Keberagaman [Yogyakarta: Pustaka SM, 1998]
19. Suara Amien Rais, Suara Rakyat [Jakarta: Gema Insani Press, 1998]
20. Amien Rais Sang Demokrat [Jakarta: Gema Insani Press, 1998]
21. Amien Rais Menjawab Isu-isu Politik Kontroversialnya, [Bandung: Mizan,
1999]
22. Melawan Arus: Pemikiran dan Langkah Politik Amien Rais [Jakarta:
Serambi, 1999]
|
|
| |
|
|
|
|
==
1
2
3
4 5 6 7 ==
Prof. Dr. M. Amien Rais
17 Langkah Membangun Indonesia
Amien Rais melihat masih banyak agenda reformasi yang belum tercapai
seperti penegakan pemerintah yang bersih dan penegakan supremasi hukum,
pemulihan ekonomi yang tak kunjung tiba, penggangguran yang meluas,
harga-harga barang yang semakin sulit dijangkau. Kenyataan ini membuat
kebanyakan masyarakat menganggap reformasi sudah gagal. Bagi Amien Rais
reformasi total harus terus dilanjutkan. Berhenti dapat berarti kehancuran.
Berikut ini pokok-pokok pikiran Ketua Umum PAN Amien Rais untuk kelanjutan
proses
reformasi total yang dirumuskannya dalam 17 langkah membangun Indonesia
untuk mencapai tujuan reformasi yaitu masyarakat Indonesia yang
berke-Tuhan-an, berperikemanu-siaan, bersatu-padu, berdemokrasi dan
berkeadilan sosial. Pokok pikiran ini pernah disampaikannya dalam pidato
penutupan sidang tahunan MPR 2003, 7 Agustus 2003.
Pertama, mempertahankan dan memperkuat NKRI sebagai pilihan akhir bangsa
Indonesia. Dalam UUD 1945, terdapat pasal yang tidak boleh diubah (non-amandable
article), yaitu pasal pasal 1 ayat (1) berdasarkan pasa137 ayat (5). PasaI
1 ayat (1) itu berbunyi: Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang
berbentuk Republik. NKRI adalah ketentuan konstitusiona1 yang sampai kapan
pun tidak dapat diubah. Tulang punggung bangsa yaitu TNI dan POLRI harus
tangguh dan kuat. Mereka harus didukung oleh perangkat keras, perangkat
lunak, dan persenjataan modern dan kesejahteraannya terjamin. Oleh karena
itu, APBN harus mengatur jelas dan tegas budget untuk kedua lembaga
strategis itu.
Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia demi mengejar
ketertinggalan dengan negara-negara lain. Pasa131 ayat 4 UUD 1945
menyebutkan: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan
sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja
negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi
kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”. Dengan ketentuan
konstitusi seperti ini masyarakat terutama mereka yang tergolong kelas
menengah bawah menjadi prioritas.
Ketiga, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia.
Pelayanan imunisasi, persalinan, dan sanitasi menjadi fokus perhatian.
Keempat, berpihak kepada petani dan nelayan. Membuat kebijakan ekonomi
yang berpihak kepada petani dan memberikan perlindungan dan sokongan
kepada mereka.
Kelima, memperhatikan kesejahteraan kaum pekerja sehingga tidak hanya
menjadi alat produksi.
Keenam, memberantas korupsi dengan keberanian, kelugasan dan ketegasan.
Ketujuh, melepaskan diri dari ketergantungan luar negeri dengan mengurangi
utang luar negeri secara bertahap.
Kedelapan, membangun perekonomian nasional yang tangguh dengan konsep dan
program pembangunan ekonomi nasional yang realistis, kenyal dan
menomorsatukan kepentingan bangsa di atas kepentingan lain. Menata
konglomerasi sedemikian rupa sehingga industri skala kecil dan skala
menengah dapat tumbuh berkembang. Sektor informal perlu lebih diperhatikan
karena mereka kedap terhadap goncangan-goncangan finansial regional dan
internasional. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi untuk mengurangi
pengangguran terbuka dan terselubung yang telah mencapai angka lebih dari
40 juta jiwa.
Kesembilan, memantapkan kehidupan demokrasi dengan memberantas segala
bentuk diskriminasi. Kemajemukan tanpa diskriminasi dapat menjadi sumber
kekuatan. Sebaliknya, kemajemukan disertai diskriminasi (agama, suku, ras,
jenis kelamin, dsb) akan berakhir dengan kehancuran.
Kesepuluh, masa depan bangsa tergantung dari para pemuda zaman sekarang.
Pepatah Arab mengatakan “ Syubbanul yaum rijaalul ghad” .Pemuda hari ini
adalah manusia dewasa hari esok. Mencegah meluasnya pengaruh narkoba di
kalangan anak-anak muda. Di Singapura dan Malaysia, seseorang yang
terbukti memiliki beberapa gram dedah langsung dihukum mati. Tidak perduli
apakah dia warga negara atau orang asing.
Kesebelas, mempertahankan kelestarian alam. Menghentikan kegiatan merusak
lingkungan alam seperti penebangan liar hutan untuk mencegah khasanah
flora dan fauna Indonesia, termasuk keragaman aneka unggas punah untuk
selamanya. Untuk mencegah itu diperlukan progam mendesak:
a. Restrukturisasl HPH secara menyeluruh
b. Reboisasi intensif dan ekstensif di bawah tekanan waktu yang mungkin
sudah tidak memihak lagi.
c. Mencegah sungguh-sungguh kebakaran hutan yang selama ini pasti terjadi
setiap tahun yang telah menjatuhkan citra bangsa di dunia internasional.
Keduabelas, mengupayakan rekonsiliasi nasional untuk memperkokoh persatuan
dan kerukunan nasional. Rekonsiliasi nasional itu memang mengandung banyak
agenda. Membela anak atau cucu para aktivis PKI di tahun 1960-an dengan
memberi hak sebagai warga negara secara penuh karena tidak ada dosa
politik yag diwariskan. Rebuilding Maluku dan Maluku Utara dari segi
sarana fisik, pemukiman, rumah ibadah, sekolah dll.
Demikian juga pemulihan kerukunan beragama di sana yang dulu pernah
menjadi contoh par excellence di dunia. Dalam konteks Aceh, bila GAM sudah
dapat ditanggulangi, maka rebuilding Aceh harus sejak sekarang mulai
dipikirkan. Memulihkan harkat dan martabat rakyat Aceh; memberikan
kompensasi optimal terhadap kezaliman sosial dan ekonomi yang diderita
rakyat Aceh selama kurun waktu yang panjang; serta tidak pernah mengulangi
lagi pelanggaran HAM di tanah Aceh oleh pemerintah Jakarta; semua itu
merupakan program sangat mendesak. Demikian juga persoalan sosial, ekonomi
dan politik di tanah Papua (Irian Jaya) harus dipecahkan lebih dini secara
tegas, arif dan adil daripada menunggu persoalan menjadi lebih besar.
Ketigabelas, membangun politik luar negeri yang bebas dan akfif bukan
dengan cara yang gamang, waswas dan kadang-kadang setengah hati, tetapi
dengan pola politik luar negeri yang yakin diri, tegas dan mantap.
Kebiasaan melakukan internasionalisasi masalah domestik dihentikan. Karena
itu masalah yang bersifat domestik dipecahkan dengan kreativitas, kearifan
dan kewaskitaan sendiri, tanpa harus mengundang pihak asing untuk
mengintervensi.
Keempatbelas, bangsa Indonesia tidak boleh retak. Budayakan sikap kritis
dan korektif terhadap diri sendiri maupun kepada-pihak lain. Akan tetapi
semua itu harus dilakukan secara dewasa dan bertanggung jawab. Bung Karno
sering mengingatkan bahwa a divided nation cannot stand. Sebuah bangsa
yang retak ke dalam tidak mungkin dapat berdiri tegak.
Kelimabelas, kedaulatan harus dikembalikan kepada rakyat berdasarkan
konstitusi, UUD 1945, Pasal 1 ayat 2 UUD 1945 yang mengatakan bahwa:
Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. “Tujuh
puluh dua tahun yang lalu, Bung Hatta sudah mengatakan: Bagi kita, ra’jat
itoe jang oetama, ra’jat oemoem jang mempoenjai kedaulatan, kekuasaan (souvereinteit).
Karena ra’jat itoe djantoeng-hati Bangsa. Dan ra’jat itoelah jang mendjadi
oekoeran tinggi rendah deradjat kita. Dengan ra’jat itoe kita akan naik
dan dengan ra’jat itoe kita akan toeroen. Hidoep atau matinja Indonesia
Merdeka, semoeanja itoe bergantoeng kepada semangat ra’jat.
Penganjoer-penganjoer dan golongan kaoem terpeladjar baroe ada berarti,
kalau dibelakangnja ada ra’jat jang sadar dan insjaf akan kedaulatan
dirinja.
Keenambelas, menerapkan pasal-pasal HAM itu dalam kehidupan nyata secara
konsisten dan konsekuen. Lewat UUD 1945, kini Hak Asasi Manusia (HAM)
bangsa Indonesia telah terjamin dan terlindungi. Dalam UUD 1945 Bab Hak
Asasi Manusia adalah bab yang terpanjang kedua setelah Bab Kekuasaan
Pemerintah Negara. Bab Hak Asasi Manusia terdiri dari 10 pasal dan 26 ayat,
dan ini merupakan pencapaian bangsa yang luar biasa.
Ketujuhbelas, melindungi seluruh aspek budaya dan melindungi serta
mengembangkan kesenian daerah dalam segala cabangnya yang merupakan
kekuatan bangsa. Sangat tepat pasal 32 ayat (1) UUD 1945 menentukan:
‘Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia
dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan
nilai-nilai budayanya”
Rujukan Fundamental
Untuk mengatasi 17 permasalahan bangsa tersebut, dalam rangka melanjutkan
proses reformasi total, ada 6 (enam) rujukan fundamental.
Satu, lagu kebangsaan (national anthem). Bait-bait lagu kebangsaan itu
laksana sumber inspirasi untuk terus menerus bersatu dan bersama membangun
Indonesia yang merdeka, yang bangun jiwa dan badannya, yang selalu hidup
berdinamika menuju Indonesia Raya.
Dua, sang saka merah putih. Bendera sang dwi-warna itu mengatasi seluruh
bendera partai, kelompok, golongan dan setiap komponen bangsa. Bendera
berbagai kumpulan anak bangsa boleh berbeda-beda, tetapi semuanya berada
dalam naungan sang saka merah putih.
Tiga, bahasa Indonesia, bahasa pemersatu. Lewat bahasa Indonesia, ratusan
lingua franca (bahasa daerah) yang ada di seluruh nusantara dapat
dijembatani. Sulit membayangkan keutuhan bangsa Indonesia yang demikian
majemuk tanpa adanya bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Empat, semboyan nasional, Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman dalam
persatuan. Pergaulan antarenam agama yang resmi diakui Pemerintah,
ditambah beratus-ratus suku bangsa, adat istiadat dan keragaman budaya
menjadi demikian lancar, mudah dan egaliter karena motto nasional Bhinneka
Tunggal Ika. Tidak boleh ada yang merasa superior tetapi juga tidak boleh
ada yang merasa inferior satu sama lain. Semua anak bangsa bersaudara
dalam pangkuan Bhinneka Tunggal Ika itu.
Lima, TNI dan Polri. TNI dan Polri yang berdiri di atas segala kelompok
dan golongan niscaya menjadi salah satu perekat nasional yang sangat kuat.
Sumpah Sapta Marga setiap prajurit TNI dan sumpah Tribrata Polri telah
menjamin pengabdian yang lebih luas, pengabdian pada nusa dan bangsa,
bukan pengabdian sempit pada suatu golongan atau kelompok bangsa. Angkatan
Darat dengan semboyan Kartika Eka Pakci, Angkatan Udara dengan Swabhuana
Pakca, Angkatan Laut dengan Jalesveva Jayamahe, dan Polri dengan Rastra
Sewakottama, semua bekerja dan berjuang untuk membangun kejayaan nusa dan
bangsa.
Enam, Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara. Pancasila terbukti
telah berhasil menjadi konsensus dan perjanjian adiluhung bangsa Indonesia
pada masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Tidak bisa dipungkiri
Pancasila telah menjadi semen dan perekat paling kuat bangsa Indonesia
dari Sabang sampai Merauke.
Dengan enam rujukan fundamental tersebut, ditambah keimanan dan keyakinan
pada allah SWT, bangsa Indonesia tetap sanggup mengatasi berbagai halangan,
tantangan, gangguan dan rintangan apa saja. ► ch robin
simanullang, dari The Amien Rais Center. ►
LANJUT
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) ==
1
2
3
4 5 6 7 ==
|
|