| |
C © updated
12022009-06122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
AM Fatwa, H Drs
Lahir:
Bone, 12 Februari 1939
Agama:
Islam
Istri:
Nunung Nurdjanah
Anak:
1. M.Averus
2. Dian ISlamiati
3. Ikrar Fatahillah
4. Diah Sakinah
5. Rijalulhaq
Jabatan:
Wakil Ketua MPR RI Periode 2004-2009
Pendidikan:
1. Sarjana Muda (BA), IAIN Jakarta, 1963.
2. Sarjana Muda (BA) Publisistik, Universitas Ibnu Khaldun, Jakarta,
1964.
3. S1 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas 17 Agustus (Untag),
Surabaya/Jakarta 1970.
4. Kursus Staf dan Kepemimpinan Pegawai Pemda DKI Jakarta, 1975.
5. Latihan Militer di Sekolah Dasar Perwira Komando (Sedaspako) KKO-AL (Marinir),
Surabaya, 1966.
6. Beberapa kursus dan Pelatihan Manajemen di LPPM, Jakarta, 1979/1980.
Karir:
- Imam Tentara, Wakil Kepala Dinas Rohani Islam KKO-AL (Marinir)
Komando Wilayah Timur di Surabaya, 1967-1970
- Kepala Sub Direktorat Pembinaan Masyarakat Direktorat Politik Pemda
DKI Jakarta/Staf Khusus untuk masalah-masalah agama dan politik Gubernur
Ali Sadikin, 1970-1979
- Staf Khusus Menteri Agama Tarmizi Taher, 1996-1998
- Wakil Ketua DPR RI Periode 1999-2004
- Wakil Ketua MPR RI Periode 2004-2009
Pengalaman Organisasi:
- Pelajar Islam Indonesia (PII), sejak 1957, dari tingkat Cabang,
dan Pengurus Besar, Kini Dewan Penasehat Perhimpunan Keluarga Besar PII.
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sejak 1960, dari Komisariat, Cabang,
dan Pengurus Besar. Kini Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni
HMI (KAHMI).
- Muhammadiya, sejak 1959, mulai dari Ranting, Cabang, dan Pimpinan
Pusat. Kini Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat.
- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), sejak 1993, mulai dari
Penasihat Orsat, Orwil, hingga kini sebagai Dewan Pakar Pengurus.
- Front Nasional Pembebasan Irian Barat di Sumbawa, 1958-1959,
selanjutnya aktif di Front Nasional Pusat, 1963-1964.
- Badan Kerjasama Pemuda Militer (BKSPM) di Sumbawa dan Pusat,
1958-1961.
- Badan Kerjasama Ulama Militer (BKS-UM) Jakarta Raya.
- Front Pemuda Pusat, 1961-1962.
- Ketua Senat Corps Pelajar Calon Perwira ALRI (Corps PT PAL),
se-Indonesia, 1962-1963.
- Sekretaris Perserikatan Organisasi-Organisasi Pemuda Islam seluruh
Indonesia (PORPISI), Organisasi Konfederasi Tingkat Pusat, 1963-1964.
- Penandatangan deklarasi berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya
(Sekber Golkar), 20 Oktober 1964.
- Sekretaris Umum Badan Amal Muslimin, Organisasi konfederasi
Ormas-ormas Islam tingkat pusat, 1976-1977. Badan Amal Muslimin
adalah mediator dan fasilitator berdirinya Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).
- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, juga anggota
Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat 1975-1979.
- Penandatangan Petisi 50, 1980. Sekretaris Kelompok Kerja Petisi 50,
1980-1996.
Dewan Penasihat Alumni IAIN/UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
- Sekjen MTQ Nasional V/1972 di Jakarta, kemudian menjadi Ketua Umum
Provinsi DKI 1973-1979, selanjutnya mempersiapkan konsep pelembagaan MTQ
Nasional hingga terbit SK Bersama Menag dan Mendagri tentang pembentukan
LPTQ Nasional.
Ketua Umum Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI 1976-1979.
- Ketua II Korps Muballigh Indonesia, pimpinan Sjafruddin Prawiranegara,
1983-1984.
- Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah DKI, 1977-1999.
- Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Pusat.
- Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Pusat.
- Mendirikan dan memimpin beberapa Yayasan Pendidikan dan Sosial, antara
lain Yayasan Putra Fatahillah dan Yayasan Pondok Karya Pembangunan
sebagai proyek monumental dari Pemda DKI.
-Deklarator Partai Amanat Nasional tingkat Pusat. Ketua DPP PAN,
1998-sekarang.
Alamat:
Jl. Kramat Pulo Gundul No. K-15 Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan
Johar Baru, Jakarta Pusat,
Telp. 021-4255591
Alamat Rumah Dinas:
Jl. Denpasar Raya Blok C-III No.21, Kuningan Jakarta Selatan
Telp. 021-5223092 Fax. 5207708
Sumber:
AM Fatwa Official Site (www.amfatwa.com)
dan www.dephan.go.id
|
|
| |
|
|
|
|
| AM FATWA HOME |
|
|
 |
AM Fatwa
Wakil Ketua MPR 2004-2009
Wakil Ketua MPR periode 2004-2009 yang bernama lengkap Andi Mapetahang
Fatwa ini lahir di Bone, Sulawesi Selatan/12 Februari 1939. Salah
seorang deklarator Partai Amanat Nasional dan Mantan Wakil Ketua DPR RI
Periode 1999-2004, ini pada Pemilu 2009 menjadi calon DPD dari DKI
Jakarta. Ia seorang tokoh pejuang muslim.
Tokoh muslim ini beberapa kali menjadi tahanan politik sejak Orde
Lama dan Orde Baru, terakhir hukuman penjara 18 tahun (dijalani secara
fisik 9 tahun, selanjutnya tahanan luar, yang kemudian amnesti/rehabilitasi
dari Presiden Habibie, 1998). Ia menjalani hidup di bui secara fisik
sebagai tahanan politik kurang lebih 12 tahun.
Dia adalah alumni Sarjana Muda (BA), IAIN Jakarta, 1963, Sarjana Muda
(BA) Publisistik, Universitas Ibnu Khaldun, Jakarta, 1964 dan S1
Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas 17 Agustus (Untag),
Surabaya/Jakarta 1970.
Memulai karir sebagai Imam Tentara, Wakil Kepala Dinas Rohani Islam
KKO-AL (Marinir) Komando Wilayah Timur di Surabaya, 1967-1970. Kemudian
Kepala Sub Direktorat Pembinaan Masyarakat Direktorat Politik Pemda DKI
Jakarta/Staf Khusus untuk masalah-masalah agama dan politik Gubernur Ali
Sadikin, 1970-1979. Lalu menjabat Staf Khusus Menteri Agama Tarmizi
Taher, 1996-1998.
Setelah ikut mendeklarasikan PAN dan menjabat Wakil Ketua, dia pun
terpilih menjadi anggota DPR dan tmenjadi Wakil Ketua DPR RI Periode
1999-2004 . Pemilu 2004, ia juga terpilih sebagai anggota DPR dari PAN
dan menjadi Wakil Ketua MPR RI Periode 2004-2009.
Darah Militer dan Politisi
Dalam diri Andi Mappetahang Fatwa, yang akrab dipanggil AM Fatwa,
mengalir dua denyut darah yang sulit untuk dipisahkan, yakni militer dan
politisi. Sebelum terkenal karena menjadi tokoh politik dan perlawanan
terhadap rezim Orde Lama dan Orde Baru sehingga mendekam dalam penjara
sekitar 12 tahun, Fatwa adalah seorang militer.
"Karena itu jiwa `Jalesveva Jayamahe` (semboyan angkatan laut yang
artinya justru di laut kita jaya, red) masih melekat dalam diri saya
sampai sekarang," kata Wakil Ketua MPR itu pada acara sosialisasi
putusan MPR RI tentang perubahan UUD 1945 kepada taruna Akademi TNI dan
Akpol di kampus AAL, Surabaya, Minggu, sebagaimana dirilis situs Dephan
(dephan.go.id).
Fatwa masuk ke angkatan laut lewat jalur ikatan dinas Korps PT. PAL di
Surabaya antara tahun 1960-1963, namun kemudian mengundurkan diri. Tahun
1966, jiwa militernya kembali terpanggil dengan masuk KKO (Korps Komando),
sekarang dikenal sebagai Marinir, lewat pendidikan Sekolah Dasar Perwira
KKO-AL. Semboyannya pun ganti menjadi `Jalesu Bumiyamca Jayamahe` (semboyan
Marinir yang artinya justru di laut dan darat kita jaya).
Namun, keinginan kuat dirinya untuk menjadi perwira militer akhirnya
kalah oleh bakat politiknya. "Tuhan menentukan lain karena bakat
politisi agak sulit dihilangkan, sementara Trisila (hirarki ketat) di
TNI AL tidak bisa kompromi. Akhirnya saya harus memilih, dengan segala
risiko, termasuk dipenjara," ujar AM Fatwa.
Tapi,katanya, kalau saya terus berkarier di militer, paling tinggi
hanya melati tiga dan untuk menjadi pejabat negara tidak mudah kalau
masih di militer.
Gemar Berorganisasi
Suami dari Nunung Nurdjanah dan ayah dari lima orang anak (M.Averus,
Dian ISlamiati, Ikrar Fatahillah, Diah Sakinah dan Rijalulhaq), ini
mempunyai pengalaman yang cukup banyak dalam berorganisasi. Mulai
organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), sejak 1957, dari tingkat
Cabang, dan Pengurus Besar, Kini Dewan Penasehat Perhimpunan Keluarga
Besar PII.
Kemudian aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sejak 1960, dari
Komisariat, Cabang, dan Pengurus Besar. Kini Dewan Penasihat Majelis
Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).
Di Muhammadiya, ia sudah aktif sejak 1959, mulai dari Ranting, Cabang,
dan Pimpinan Pusat. Kini Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat.
Juga aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), sejak 1993,
mulai dari Penasihat Orsat, Orwil, hingga kini sebagai Dewan Pakar
Pengurus.
Kemudian terlibat dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat di
Sumbawa, 1958-1959, selanjutnya aktif di Front Nasional Pusat,
1963-1964. Juga di Badan Kerjasama Pemuda Militer (BKSPM) di Sumbawa dan
Pusat, 1958-1961; Badan Kerjasama Ulama Militer (BKS-UM) Jakarta Raya;
Front Pemuda Pusat, 1961-1962.
Selain itu, juga aktif sebagai Ketua Senat Corps Pelajar Calon
Perwira ALRI (Corps PT PAL), se-Indonesia, 1962-1963; Sekretaris
Perserikatan Organisasi-Organisasi Pemuda Islam seluruh Indonesia (PORPISI),
Organisasi Konfederasi Tingkat Pusat, 1963-1964.
Ia juga ikut sebagai salah satu penandatangan deklarasi berdirinya
Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), 20 Oktober 1964.
Ia kemudian menjabat Sekretaris Umum Badan Amal Muslimin, Organisasi
konfederasi Ormas-ormas Islam tingkat pusat, 1976-1977. Badan Amal
Muslimin adalah mediator dan fasilitator berdirinya Partai Muslimin
Indonesia (Parmusi).
Pernah menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta,
juga anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat 1975-1979. Kemudian
menjadi salah seorang tokoh penandatangan Petisi 50, 1980. Sekretaris
Kelompok Kerja Petisi 50, 1980-1996.
lalu sebagai Dewan Penasihat Alumni IAIN/UIN Syarif Hidayatullah,
Jakarta. Sekjen MTQ Nasional V/1972 di Jakarta, kemudian menjadi Ketua
Umum Provinsi DKI 1973-1979, selanjutnya mempersiapkan konsep
pelembagaan MTQ Nasional hingga terbit SK Bersama Menag dan Mendagri
tentang pembentukan LPTQ Nasional.
Menjabat Ketua Umum Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI 1976-1979;
Ketua II Korps Muballigh Indonesia, pimpinan Sjafruddin Prawiranegara,
1983-1984; Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah DKI, 1977-1999.
Juga aktif sebagai Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)
Pusat; Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Pusat.
Ia pun mendirikan dan memimpin beberapa Yayasan Pendidikan dan Sosial,
antara lain Yayasan Putra Fatahillah dan Yayasan Pondok Karya
Pembangunan sebagai proyek monumental dari Pemda DKI.
Publikasi
AM Fatwa telah mempublikasikan beberapa karya tulis, antara lain:
Dulu Demi Revolusi, Kini Demi Pembangunan (Eksepsi di Pengadilan), YLBHI,
Jakarta, Cetakan I, 1985; Demi Sebuah Rezim, Demokrasi dan Keyakinan
Beragama Diadili, Gramedia, Jakarta, 2000; Saya Menghayati dan
Mengamalkan Pancasila Justru Saya Seorang Muslim, Skripsi Pembebasan,
Bina Ilmu, Surabaya, 1994.
Juga, Islam dan Negara, Bina Ilmu, Surabaya, 1995; Menggugat dari
Balik Penjara, Surat-surat Politik AM Fatwa, Prima Netcom Inaya,
Bandung, 1999; Dari Mimbar ke Penjara, Mizan, Bandung, 1999; Satu Islam
Multipartai, Mizan, Bandung, 2000; Demokrasi Teistis, Gramedia, Jakarta,
2001; Otonomi Daerah dan Demokratisasi Bangsa, Yasrif Waatampone,
Jakarta, 2003.
PAN Mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa, Intrans, Jakarta, 2003;
Kampanye Partai Politik di Kampus, Gramedia, Jakarta, 2003; Dari
Cipinang ke Senayan, Catatan Gerakan Reformasi dan Aktivitas Legislatif
hingga ST MPR 2002, Intrans, Jakarta, 2003; Catatan dari Senayan, Memori
Akhir Tugas di Legislatif 1999-2004, Intrans, Jakarta, 2004; Melanjutkan
Reformasi Membangun Demokrasi, Jejak Langkah Parlemen Indonesia periode
1999-2004, Rajawali Pers, Jakarta, 2004.
Problem Kemiskinan, Zakat sebagai Solusi Alternatif (AM. Fatwa,
Djamal Doa, Arief Mufti), Belantika Mizan, Jakarta, 2004.
PAN Menyongsong Era Baru Keharusan Reorientasi, Republika, Jakarta 2005;
dan Pengadilan Ham Ad Hoc Tanjung Priok; Pengungkapan Kebenaran untuk
Rekonsiliasi Nasional, Dharmapena, Jakarta 2004.
Pengalaman Luar Negeri
AM Fatwa mempunyai pengalaman luar negeri. Antara lain, Official Qori
Indonesia ke MTQ Internasional di Kuala Lumpur, 1972. Melawat ke Afrika
Selatan, 1996, dengan mengunjungi kota Cape Town dan Pretoria. Melawat
ke Australia, 1997, dengan mengunjungi lembaga pendidikan Islam di
Canberra, Sidney, dan Melbourne. Melawat ke Inggris, 1998, untuk
menghadiri seminar Islam bersama Menteri Agama RI di London.
Kemudian dalam kesempatan berobat di Rumah Sakit Militer Nan Fang Guang
Zhou menjadi tamu kehormatan Pameran Industri dan Perdagangan Cina dan
Asia Pasifik, diteruskan dengan kunjungan kehormatan kepada Parlemen
Cina dan Partai Komunis Cina, April 2000.
Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Polandia, September 2000,
memenuhi undangan Ketua Parlemen Polandia. Delegasi kemudian melanjutkan
lawatan ke Perancis, Tahta Suci Roma (Italia), dan Amsterdam.
Mewakili PAN meninjau Kongres UMNO di Kuala Lumpur.
Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Republik Cuba, Februari 2001.
Sebelumnya Delegasi melakukan Kunjungan Kehormatan kepada Ketua Parlemen
Jepang di Tokyo. Dari Cuba Delegasi melakukan pertemuan dengan Majelis
Syuro Kerajaan Arab Saudi.
Melakukan upaya diplomasi dengan menemui Presiden Arroyo dan beberapa
pejabat tinggi Filipina untuk membebaskan tiga WNI (Agus Dwikarna,
Tamsil Linrung, dan A. Jamal Balfas) yang ditahan Pemerintah Filipina,
April 2002.
Wakil Ketua Delegasi dalam Sidang Umum AIPO (Asean Inter Parlementary
Organization) ke-23 di Hanoi (Vietnam), September 2002. Ketua Delegasi
APPF (Asia Pasific Parlementary Forum) ke-11 di Malaysia, Januari 2003.
Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Republik Rakyat Cina, April
2003, dilanjutkan dengan lawatan ke Korea Selatan.
Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Malaysia, dilanjutkan dengan
Kunjungan Kehormatan kepada Ketua Parlemen Singapura, Februari 2004.
Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Sudan. Sebelumnya meninjau
kota Abu Dhabi dan mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia, 2-5
Agustus 2004. Sebagai pemimpin para pejabat RI dalam pertemuan dengan
Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi di Arab Saudi, 8 Agustus 2004. Wakil
Ketua Delegasi AIPO di Pnom Phen, Kamboja, 12-17 September 2004.
Penghargaan
Atas berbagai aktivitas dan pengabdiannya, AM Fatwa telah menerima
beberapa penghargaan, antara lain: Menerima "Award sebagai Pegawai
Negeri dan Politisi Berpendirian" dari KNPI, 1999; "Profil Top Indonesia
2002" dari Pusat Profil dan Biografi Indonesia, Mei 2002; "Top Executive
Award 2002" dari Yayasan Prestasi Indonesia, 10 Mei 2002.
"Citra Manajemen Award 2002" dari Media Executive Penunjang Karier dan
Profesi, Juni 2002; "Man of the Year 2002" dari Yayasan Penghargaan
Indonesia, September 2002; "Well Performed Men and Women of ther Year
2003 Award" dari Indonesia Lestari Foundation, September 2003.
Juga menerima Penganugerahan Gelar Marga "Ginting" di Brastagi,
Sumatera Utara, 1 Maret 1999; Dianugerhi Gelar Marga "Harahap" dengan
panggilan "Mangaraja Ompu Sarudak Hatorangan" dan sebutan untuk istri "Namora
Ikutan Boru Regar", di Padang Sidempuan, 24 Agustus 2001; Menerima
Piagam Adat dari Sai Batin Raja Adat Keratuan Paksi Pak Skala Brak (Kerajaan
tertua di Lampung) dengan gelar "Tumenggung Alip Jaya", 7 September
2003.
Menerima Lencana Kehormatan Radyolaaksono dari Pakubuwono XII dan
pemberian nama "Notohadinagoro", 19 Juli 2003, dan diwisuda sebagai
Kanjeng Pangeran di Kraton Surakarta Hadiningrat, 28 September 2003;
Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyusun Pledoi
Terpanjang di Pengadilan (Setebal 1118 pada tahun 1984) dan sebagai
anggota parlemen yang paling banyak menulis buku, 2004.
Terakhir, 14 Agustus 2008, AM Fatwa dianugerahi Bintang Mahaputra,
bersama mantan Panglima TNI Marsekal Purn Djoko Suyanto dan mantan Menag Prof KH
Tolchah Hasan. ►e-ti/
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|