A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P O L I T I S I
 ► Politisi
 ► Partai-Pemilu
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 27102004 -10032003  
   
  ► e-ti/rpr  
  Nama:
Dr Alwi Abdurrahman Shihab
Lahir:
Rappang, Sulsel, 19 Augustus 1946
Jabatan:
= Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu
Alamat:
JI. Garut No.31 Menteng Jakarta Pusat
 
     
 
ALWI SHIHAB HOME

 

Dr Alwi Shihab

Politisi yang Elegan

Penampilan mantan Menko Kesra  Kabinet Indonesia Bersatu ini simpatik, gagah, tenang dan cerdas. Peraih dua gelar doktor ini, juga seorang politisi yang elegan dan bermartabat. Nahdliyin ini salah seorang ahli Islam pertama yang duduk dalam Board of Trustee pada Centre for the Study of World Relegions. Ia sudah teruji menampilkan sosoknya sebagai diplomat andal saat menjabat Menlu.

 

Wawancara Dr. Alwi Shihab

PKB Miliki Otoritas Redam Radikalisme

Negeri ini terpuruk antara lain karena merajalelanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sementara, penyebab utama KKN, menurut Dr Alwi Shihab, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah rendahnya penghayatan kita tentang nilai-nilai moralitas. Orang ke masjid, ke gereja, tapi korupsi jalan terus. Jadi, kata mantan Menteri Luar Negeri ini, sebenarnya krisis kita adalah krisis moralitas.

 

 

 

         

Alwi Shihab

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Konferensi Asia-Afrika dalam rangka peringatan 50 tahun Deklarasi Bandung baru saja berlalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara pembukaan di Jakarta pada tanggal 22 April 2005 yang lalu, mengemukakan permasalahan utama yang dihadapi negara-negara di Asia-Afrika adalah "bagaimana memerangi kemiskinan".

      Kekayaan Alwi Shihab turun sebesar Rp 535 juta, dari kekayaan dalam rupiah pada tahun 2004 Rp 18,609 miliar menjadi Rp 18,174 miliar. Harta dalam dollar AS pada tahun 2005 125.054 dollar AS, turun dari sebelumnya tahun 2004 sebesar 210.980 dollar AS. Demikian pengumuman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (23/5/2006).
 

Harta tidak bergerak pada 25 Oktober 2004 Rp 15,981 miliar, meningkat pada 1 Februari 2006 menjadi Rp 16,046 miliar. Harta bergerak berupa alat transportasi tetap Rp 907 juta. Harta bergerak lainnya Rp 1,143 miliar. Giro dan setara kas lain menurun drastis dari Rp 576,877 juta dan 210.980 dollar AS pada 2004 menjadi Rp 77,792 juta dan 125.054 dollar AS.