| |
C © updated
06122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/mi |
|
| |
Nama:
Ali Masykur Musa MSi. Drs
Lahir:
Tulungagung, 12 September 1962
Agama:
Islam
Istri:
Farida Gurmiyati, SH, SpN
Anak:
3 (tiga) orang
Jabatan Terakhir:
Anggota DPR 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa
Pendidikan:
- Madrasah Ibtidaiyah dan SD (1974)
- SLTP (1978)
- SLTA (1981)
- S1 (1986)
- S2 (1998)
- S3 (2001)
Pengalaman Kerja:
- Dosen FISIP Univ. Negeri Jember (1987-1999)
- Presenter TV (1997-1999)
- Anggota FKB DPR/MPR RI (1999-sekarang)
Pengalaman Organisasi:
- Ketua Umum PB PMII (1991-1994)
- Ketua DPP KNPI (1995-1998)
- Lembaga Perekonomian PBNU (1995-2000)
- Wakil Sekjen PCPP/PCNI (1997-2003)
- Ketua FKB DPR RI (2001-2002)
- Ketua DPP PKB (2001-sekarang)
- Anggota Parlemen OKI (2002-sekarang)
Alamat:
Wisma DPR RI Blok A4 No.44 RT 003 RW 005 Kalibata, Jakarta
Selatan
Telp.: 021-7753647, HP: 0811-175344
|
|
| |
|
|
|
|
| ALI MASYKUR HOME |
|
|
 |
Ali Masykur Musa
Politisi Muda PotensiaI
Anggota DPR 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa Drs. Ali Masykur
Musa, Msi seorang politisi muda yang berpotensi masuk dalam bursa
kepemimpinan nasional. Mantan Ketua FKB DPR RI (2001-2002) dan Ketua
Umum DPP
PKB versi MLB Parung ini seorang politisi muda yang bisa diharapkan untuk membangun
Indonesia sebagai bangsa yang flural.
Pria kelahiran Tulungagung, 12 September 1962, ini sebelum menjadi
anggota DPR berkarir sebagai dosen FISIP Universitas Negeri Jember
(1987-1999). Dia juga sempat aktif sebagai presenter televisi
(1997-1999).
Semasa mahasiswa dia aktif berorganisasi. Dia menjabat Ketua Umum PB PMII (1991-1994).
Kemudian dia juga aktif sebagai Ketua DPP KNPI (1995-1998), Lembaga Perekonomian PBNU (1995-2000, Wakil Sekjen PCPP/PCNI (1997-2003), Ketua FKB DPR RI (2001-2002), Ketua DPP PKB (2001-sekarang)
dan Anggota Parlemen OKI (2002-sekarang).
Suami dari Farida Gurmiyati, SH, SpN dan ayah dari tiga orang anak
ini dikenal sejuk, gaya bicaranya tidak menggebu-gebu. Namun daya
kritisnya tetap tajam dan peka pada aspirasi rakyat. Terlihat antara
lain ketika dia begitu walkout pada sidang paripurna menolak kenaikan
harga BBM.
Ketika terjadi konflik di tubuh PKB Muktamar Ke-2 PKB di Semarang, dia
seorang kader yang tidak terlibat dalam konflik dan mampu menempatkan
diri secara proporsional. Tampaknya dia lebih mengutamakan visi dan misi
partai ke depan. Pada saat muktamar dia menyampaikan gagasan membangun
ideologi partai: Islam-Kebangsaan-Pluralis.
Lulusan Universitas Jember (Unej) ini memandang jauh lebih penting
melihat masa depan partai ketimbang berdebat soal calon pengurus.
Menurutnya, membangun partai dengan basis massa NU dengan melebarkan
sayap ke arah pluralis adalah keniscayaan demi besarnya partai.
Menurutnya, warga PKB sudah lelah dengan konflik. ►e-ti/
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|