|
|
 |
Nama:
Ir. Alexander Edwin Kawilarang
Lahir:
Bandung, 20 Maret 1954
Pendidikan:
Sarjana Planologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB)
Organisasi:
Sekretaris Jenderal DPP REI (1992-1995)
Ketua Umum DPP REI (1995-1998)
Bendahara Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) periode
1994-1997
Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI) periode
1998-2003
Fungsionaris DPP Golkar (1998-sekarang)
Pekerjaan:
Direktur dan Chief Corporate Affairs Officer Bimantara Citra (BMTR), PT. Bimantara Siti Wisesa, PT. Abadi Guna Papan dan PT.
Kuripan Raya
Pimpinan Fraksi Karya Pembangunan MPR RI (Oktober 98-November 99)
Anggota MPR RI utusan daerah Sulewesi Utara (1997-1999 dan November
99-sekarang)
Pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI (November 99-sekarang).
Proyek
• Perumahan Lebak Bulus Indah.
• Plaza Indonesia.
• Hotel Grand Hyatt Jakarta.
• Apartement Palma Citra.
• Proyek Perumahan Pulo Permata Sari, Bekasi.
• Proyek Kawasan Diplomatik dan Komersil Mega Kuningan.
• Proyek Perumahan Mega Rancasari, Bandung.
• Telaga Kahuripan.
|
|
Ir. Alexander Edwin Kawilarang
Pengusaha Properti Sekaligus Politisi
Ia pengusaha sekaligus politisi. Kedua profesi ini digumulinya secara
bersamaan. Ia memang seorang yang aktif di beberapa organisasi, baik
organisasi pengusaha maupun organisasi politik dan kemasyarakatan.
Bagaimana ia memainkan peran dalam dua bidang yang sangat berbeda ini?
Pria kelahiran Bandung, 20 Maret 1954 ini mulai berkiprah di bisnis
properti melalui PT. Bimantara Siti Wisesa yang mengembangkan perumahan
Lebak Bulus Indah, Plaza Indonesia berikut Hotel Grand Hyatt Jakarta,
Apartemen Palma Citra dan Proyek Perumahan Pulo Permata Sari di Bekasi.
Selain itu, melalui PT. Abadi Guna Papan, ia mengembangkan Proyek Kawasan
Diplomatik dan Komersil Mega Kuningan dan Proyek Perumahan Mega Rancasari
di Bandung, Selanjutnya melalui PT. Kuripan Raya, ia mengembangkan proyek
perumahan skala besar di Parung dengan nama Telaga Kahuripan.
Selain di bisnis properti, Insinyur Planologi dari Institut Teknologi
Bandung (ITB) ini juga aktif di kepengurusan DPP Realestat Indonesia
(REI). Beberapa jabatan penting pernah dipegangnya, mulai dari Sekretaris
Jenderal DPP REI (1992-1995) dan Ketua Umum DPP REI (1995-1998).
Di bidang politik, ayah dari tiga orang anak ini juga tak kalah aktifnya.
Jabatan-jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah Bendahara Umum DPP
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) periode 1994-1997, Ketua Forum
Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI) periode 1998-2003,
Pimpinan Fraksi Karya Pembangunan MPR RI (Oktober 98-November 99),
Fungsionaris DPP Golkar (1998-sekarang), anggota MPR RI utusan daerah
Sulewesi Utara (1997-1999 dan November 99-sekarang) dam Pimpinan Fraksi
Partai Golkar MPR RI (November 99-sekarang).
Pada periode kepemimpinannya di DPP REI, ia berhasil memperjuangkan
masalah perpajakan, yaitu PPh Final, yang sekarang sudah dihapus. Lalu
kemitraan pengusaha kecil dengan besar, serta PP yang membolehkan asing
memiliki properti di Indonesia.
Selain itu, ia mengusulkan untuk mengantisipasi otonomi daerah, kalau bisa
REI mengadakan forum-forum pertemuan dengan pemerintah daerah, yang juga
melibatkan unsur pemerintah pusat. Barangkali dalam bentuk
seminar-seminar, yang intinya menjelaskan bahwa jangan sampai otonomi ini
hanya sebagai alat pemda untuk mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Misalnya, orang belum berkembang usahanya, tapi pajaknya sudah membebani.
Mestinya kan pola pikirnya di balik, bagaimana menggalakkan supaya segala
macam kegiatan usaha bisa berkembang di daerah itu. Setelah berkembang
baru dipajaki atau dipikirkan apa yang bisa ditarik untuk menamhah
penghasilan daerah. “Makanya perlu dicari formula-formula yang tepat
supaya dunia usahanya berkembang di daerah itu,” katanya.
Kemudian anggota Dewan Penasehat REI ini menyarankan, untuk menghadapi era
globalisasi, REI atau anggotaanggotanya harus makin profesional, karena
persaingan tingkat global sudah mulai masuk. “Tahun 2003 AFTA sudah mulai,
jadi kalau kita bicara persaingan, maka kita bicara efisiensi. Bicara
efisiensi, kita bicara mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM), ini
saja. Siapa yang punya kualitas sdm yang baik, dia yang unggul,” urainya.
*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), dari properti net dan Properti Indonesia",
No.1085
|
|