| |
C © updated 27032007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
HM Aksa Mahmud
Lahir:
Barru, Sulawesi Selatan, 16 Juli 1945
Agama:
Islam
Istri:
Hj. Ramlah Aksa
Anak:
5 orang
Pendidikan:
:: 1965 - Fakultas Teknik Elektro Univ. Hasannudin di Makassar
:: 1965 - Sekolah Teknik Menengah di Makassar
:: 1962 - Sekolah Teknik Negeri di Parepare
:: 1959 - Sekolah Rakyat di Barru
Pekerjaan:
:: 2004-2009 Wakil Ketua MPR RI
:: 2004-2009 Anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Selatan
:: 2002-sekrg Penasehat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bidang
Perekonomian Daerah
:: 1999 – 2004 Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah
:: 1968-sekrg Pendiri dan pemimpin Group BOSOWA
Organisasi:
:: 2004-sekrg Anggota Badan Pertimbangan KADIN Indonesia
:: 2003-sekrg Ketua Dewan Bisnis Sulawesi
:: 2001-sekrg Anggota Dewan Wali Amanat Universitas Gajah Mada
Yogyakarta
:: 2001 Ketua Dewan Pembinaan Daerah dan Pemasyarakatan Bulutangkis
Seluruh Indonesia (PBSI)
:: 2000-sekrg Ketua Yayasan Univ. Islam Indonesia Makassar, Ketua Dewan
Penyantun Politeknik Negeri Makassar, Ketua Dewan Penyantun Politani
Negeri Pangkep
:: 1999-sekrg Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
:: 1994-sekrg Ketua Dewan Penasehat GAPENSI Pusat
:: 1987-1994 Ketua GAPENSI Sulawesi Selatan
:: 1983- 1986 Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Pengurus Pusat (BPP)
HIPMI
:: 1980- 1983 Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Badan Pengurus
Pusat (BPP) HIPMI
:: 1976- 1985 Sekretaris Umum AKI (Asosiasi Kontraktor Indonesia)
Sul-Sel
:: 1982- 1985 Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sul-Sel
:: 1966 Aktivis KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
:: 1965 Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar
:: 1962 Alumni Pelajar Islam Indonesia
:: Wakil Ketua Umum Bidang Dana Persatuan Anggar Seluruh Indonesia
Hoby:
Olahraga Golf, Renang, Diving
Alamat Kantor:
Gedung Nusantara III Lt. 9
Jl. Jend. Gatot Subroto No.6, Senayan, Jakarta Pusat Telp. 021 -
57895006, 57895026
Alamat Rumah:
= Jl Khairil Anwar No 4, Makasar, Sulawesi Selatan
= Jl. Denpasar Raya Blok C No. 12 Kuningan, Jakarta
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
04
05 =
WAWANCARA:
06
=
OPINI:
07
08
= DEPTHNEWS:
09
KAPUR SIRIH:
10 ==
Aksa Mahmud, HM (04)
Bosowa, Tiga Kerajaan Berlian
Bosowa sebuah nama yang amat menarik, unik, mudah diucapkan, enak dan
akrab didengar dan karenanya mudah melekat dalam ingatan. Siapa dan
bagaimana nama ini ditemukan? Penemunya adalah HM Aksa Mahmud sendiri,
selaku pendiri perusahaan Bosowa, yang kini telah berkembang menjadi
salah satu perusahaan raksasa dengan lebih 30 anak perusahaan dengan
asset lebih Rp 3,5 triliun.
Nama Bosowa, menurut penemunya Aksa Mahmud, adalah singkatan dari tiga
Kerajaan Bugis, yakni Bone, Sopeng dan Wajo. Kenapa Aksa memilih nama
tiga Kerajaan Bugis itu. Dalam historis perjalanan raja-raja selalu ada
perang antara raja. Tapi di tiga kerajaan Bone, Sopeng dan Wajo sangat
damai. Tidak pernah terjadi perang sesama ketiga kerajaan bertetangga.
Antara raja Bone dengan Gowa pernah perang, tapi antara Bone, Sopeng dan
Wajo tidak pernah berperang.
Berlatar sejarah damai itu, Aksa menganggap tiga kerajaan ini cukup
kompak dan masing-masing punya keunggulan. Raja Bone unggul dalam
pemerintahan, Raja Soppeng unggul sebagai produsen dan Raja Wajo unggul
sebagai pengusaha. Perpaduan dari ketiganya menghasilkan kekuatan local
yang berjaya di bidang pemerintahan, produksi barang dan jasa, yang
kemudian diperdagangkan menembus pasar internasional.
Jadi, menutu Aksa, kalau Pak Jusuf Kalla jadi wakil presiden karena dia
dari Bone yang dalam historisnya memang keunggulannya pemerintah. “Jadi
kalau dia jadi pengusaha, ya nasibnya aja itu sebenarnya. Sesungguhnya
potensi dia adalah pejabat, penguasa. Potensi budayanya penguasa,”
ungkap Aksa Mahmud, ipar Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Aksa sendiri berasal dari Sopeng. Namun belakangan setelah dibagi jadi
kabupaten, telah lepas dari wilayah itu tapi dari segi darah dia dari
Sopeng. Nama kampungnya Sopeng Riaja, Sopeng sebelah barat. “Itu
historisnya sehingga perusahaan itu saya namai Bosowa,” jelas Aksa.
Sebenarnya, pada awalnya dia membuka perusahaan dengan nama CV Moneter.
Dia bikin perusahaan CV Moneter, karena pemerintah waktu Wijoyo sebagai
Ketua Bappenas dan Ali Wardana sebagai Menteri Keuangan mengumumkan
kebijaksanaan moneter perubahaan nilai tukar rupiah dari Rp 372 menjadi
Rp 410 per satu dolar. “Karena dia sebut malamnya ada kebijaksanaan
moneter, besoknya aku bikin perusahaan moneter. Namanya CV Moneter,”
kenang Aksa Mahmud, yang sejak 2004 aktif sebagai Anggota Badan
Pertimbangan KADIN Indonesia.
Lalu kenapa jadi Bosowa? Nama Bosowa baru muncul setelah Aksa menjadi
dealer Mitsubisi. Pihak Mitshubisi, Jepang mengatakan harus ada
berliannya. Seperti PT Krama Yudha Tiga Berlian. Harus ada tiga berlian.
Aksa pun bilang kalau cuma berlian, di Sulawesi Selatan ada tiga
kerajaan berlian juga. Yaitu Kerajaan Bone, Sopeng dan Wajo. Tiga juga.
Akhirnya Jepangnya setuju dan disepakati namanya PT Bosowa Berlian
Motor.
Aksa meyakini dalam bisnis, nama itu penting. Karena nama itu memberikan
brand image. Kalau nama kita bagus lebih mudah membangun brand image.
Bosowa, sebuah nama yang bagus, selain berkaitan dengan nama tiga
kerajaan (Bone, Sopeng dan Wajo) juga enak diucapkan, bukan hanya oleh
orang Indonesia, bahkan juga orang asing, terutama Jepang. Bahkan
Jepangnya sering mengatakan kenapa seperti nama orang Jepang ya? Bosowa,
Bosowa! Jadi itulah historisnya Bosowa menjadi dealer Sulawesi Selatan,
kemudian Jepangnya percaya dan mengakui menjadi dealer Indonesia Timur
sampai Timor Timor dulu sebelum memisahkan diri dari NKRI.
Kemudian berkembanglah berbagai bisnis, dan sudah bisa mendapat
legitimasi dari masyarakat kawasan timur Indonesia. Walau cita-citanya
hanya Makasar, kemudian Sulawesi Selatan, kemudian Indonesia Timur,
kemudian Indonesia. Aksa berharap secound generation akan bisa mengantar
Bosowa Group menjadi perusahaan multinasional.
Karena Aksa
berprinsip, bagaimanapun pengusaha Indonesia juga harus ikut dalam
pertarungan multinasional. “Jangan hanya orang asing masuk berusaha di
negeri kita, tapi kita tidak berusaha di negara orang. Jadi oleh karena
itu pemikiran saya, anak-anak saya itu harus saya siapkan. Alhamdulilah
setelah lulus di Amerika empat-empatnya lulus di Amerika, yang bungsu
sekarang masih di Inggris, jadi merekalah yang menjalankan sekarang ini,”
ungkap Aksa Mahmud bahagia. ► mti/crs-dap
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|