| |
C © updated 27032007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
HM Aksa Mahmud
Lahir:
Barru, Sulawesi Selatan, 16 Juli 1945
Pendidikan:
:: 1965 - Fakultas Teknik Elektro Univ. Hasannudin di Makassar
Pekerjaan:
:: 2004-2009 Wakil Ketua MPR RI
:: 2004-2009 Anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Selatan
Alamat Kantor:
Gedung Nusantara III Lt. 9
Jl. Jend. Gatot Subroto No.6, Senayan, Jakarta Pusat Telp. 021 -
57895006, 57895026
Alamat Rumah:
= Jl Khairil Anwar No 4, Makasar, Sulawesi Selatan
= Jl. Denpasar Raya Blok C No. 12 Kuningan, Jakarta
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
04
05 =
WAWANCARA:
06
=
OPINI:
07
08
= DEPTHNEWS:
09
KAPUR SIRIH:
10 ==
Aksa Mahmud, HM (06)
Duet SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla) sebagai Presiden dan
Wakil Presiden pilihan rakyat secara langsung, merupakan duet yang
paling ideal sepanjang sejarah republik ini. Mereka berdua telah bekerja
luar biasa. Tidak mengenal hari Sabtu-Minggu, siang dan malam. Wakil
Ketua MPR HM Aksa Mahmud menegaskan hal itu dalam wawancara dengan
Wartawan Tokoh Indonesia. Menurutnya, pemerintahan ini masih jauh lebih
baik dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya. Aksa Mahmud, HM (07)
Di era Orde Baru yang identik dengan kekuasaan Pak Harto, usahawan di
tingkat desa dan kabupaten seakan sulit bangkit. Yang terus berkembang
hanyalah pengusaha karbitan atau cukong-cukong yang kebetulan dekat
dengan lingkaran kekuasaan. Hanya seorang entrepreneur sejati yang tahan
banting yang bisa muncul tanpa bersandar pada penguasa. Sementara dalam
era reformasi ini, menurut HM Aksa Mahmud, peluang munculnya pebisnis
baru, pengusaha daerah, kini sangat terbuka. Aksa Mahmud, HM (08)
Benih-benih demokrasi yang mulai bertunas di Indonesia penuh dengan
tantangan. Antara lain dengan munculnya rasa tidak puas terhadap
amandemen UUD 45, yang merupakan pilar utama demokratisasi di Indonesia,
antara lain dengan pembatasan periode boleh-tidaknya presiden dipilih
lagi. Menurut Wakil Ketua MPR HM Aksa Mahmud, kalau kita kembali ke UUD
45, berarti kita menggiring kembali negara ini ke era lama, zaman susah. |
|