| |
C © updated 01092007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Dr Ir Akbar Tandjung
Lahir:
Sibolga, 14 Agustus 1945
Jabatan:
Ketua DPR-RI 1999-2004
Alamat Rumah:
JI. Widya Chandra 111/No.10 Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Dr Ir Akbar Tandjung
Kecam Kepemimpinan Jusuf Kalla
Sinar Harapan 1/9/2007: Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung
mengecam keras kepemimpinan Partai Golkar di bawah Jusuf Kalla, karena
Kalla lebih mementingkan bisnis dan urusan jangka pendek, ketimbang
mengurusi partai untuk kepentingan jangka panjang.
Kritik Akbar Tanjung tersebut disampaikan ketika menjawab ujian doktoral
di Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Sabtu (1/9) pagi. Dalam
sidang terbuka yang dihadiri tiga menteri kabinet (Mensos Bachtiar
Chamsyah, Menko Perekonomian Boediono, Menhukham Andi Matalatta), Ketua
Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto,
Ketua BPK Anwar Nasution, Anggota Dewan Penasihat Presiden Dr. Sjahrir,
Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, dan Muhaimin Iskandar, Sekjen
PDIP Pramono Anung, dan hampir 100 anggota DPR dari Fraksi Golkar,
Fraksi PAN, Fraksi PPP, serta para mantan pejabat.
Dalam sidang terbuka yang dihadiri lebih 500 pengunjung, termasuk dengan
memasang CCTV di luar ruang ujian, Akbar memperlihatkan kemampuan yang
luar biasa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di hadapan sembilan tim
penguji di bawah pimpinan Prof Dr Irwan Abdullah (Direktur Program Pasca
Sarjana UGM) dan para penguji yang terdiri Prof Ichlasul Amal, Prof
Mochtar Mahfud, Prof Bachtiar Effendi, Dr Burhan Magenda, Dr, Purwo
Santoso, Dr Ketut Putra Erawan, Dr. Nanang Pamuji dan Dr. Pratikno.
Masih menjawab pertanyaan tim penguji, Akbar Tandjung dengan bersemangat
menjelaskan bagaimana pentingnya kepemimpinan di partai politik karena
eksistensi dan kebesaran partai sangat ditentukan oleh faktor
leadership.
Dia juga mengkritik bagaimana kepemimpinan Jusuf Kalla yang hanya
berorientasi pada kekuasaan jangka pendek tanpa memperhatikan tiga hal
penting dalam memimpin partai yaitu memperkuat kelembagaan partai,
intensitas konsolidasi partai dan rekrutmen untuk mencari kader-kader
terbaik. “Itulah bedanya kepemimpinan partai di bawah saudagar dengan
kepemimpinan partai oleh politisi pejuang. Saya ini politisi pejuang
yang tentunya mempunyai cita-cita untuk membesarkan partai,” kata Akbar
sambil menambahkan saudagar yang memimpin partai juga cenderung berpikir
singkat menganggap implikasi dari langkah yang diambil belakangan.
Akbar juga menjelaskan bagaimana partai berlambang pohon beringin
berubah dari sebuah partai politik yang hegemonik menjadi partai politik
yang mandiri baik secara eksternal tidak mendukung lagi pemerintah,
maupun secara internal tidak lagi mengandalkan kepemimpinan dewan
penasihat.
Dalam sidang ujian terbuka, Akbar tampak sangat menguasai disertasi yang
dibuatnya karena memang mantan ketua Umum HMI ini pernah memimpin Partai
Golkar selama enam tahun (1998-2004) dan dalam dua kali pemilu partai
ini membuktikan kehebatannya karena dipilih mayoritas rakyat.
Salah satu tim penguji doktor Purwo Santoso mempertanyakan kesimpulan
Akbar bahwa Partai Golkar bisa bertahan karena ada elemen perubahan.
Menurut Purwo Santoso, Partai Golkar bukanlah melakukan pembaruan,
tetapi bereaksi terhadap perubahan dan mampu menyelamatkan diri karena
kepemimpinan Akbar Tandjung.
Tetapi Akbar langsung menyanggah dan menjelaskan bahwa awal pendirian
Golkar sudah merupakan kekuatan alternatif pembaru terhadap sistem
politik di masa Orde Lama. Tetapi karena sistem politik Orde Baru,
Partai Golkar diharuskan menjadi partai pendukung pemerintah dan tidak
bisa leluasa bergerak.
Tetapi setelah perubahan politik, elemen-elemen demokrasi ini
menggelorakan perubahan. Menjawab pertanyaan penguji, Akbar menegaskan
dirinya tidak akan lagi berniat menjadi Ketua Umum Partai Golkar namun
bersedia memberikan nasihat politik, termasuk kepada partai-partai lain
agar elemen utama demokrasi ini bisa menjadi faktor dari perubahan
politik yang penting. n
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|