ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
POLISI
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
R up date 060702
INDEX PEJABAT   

garis

:::::: Pejabat garis

:::::: Lembaga Tinggi
garis
:::::::::::: Presiden
garis
:::::::::::: MPR/DPR/DPD
garis
:::::::::::: MA
garis
:::::::::::: Bepeka
garis
:::::::::::: DPA
garis
:::::: Kabinet
garis
:::::: Departemen
garis
:::::: Badan-Lembaga
garis
:::::: Pemda
garis
:::::: BUMN
garis
:::::: Asosiasi
garis
::::::::::: Korpri
garis
::::::::::: APPSI
garis
::::::::::: Apeksi
garis
::::::::::: Apkasi
garis
::::::::::: Lainnya
garis
:::::: MK
garis
:::::: Purnabakti
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 


Nama :
Ahwil Lutan
Lahir :
Pemantang Siantar,1 Juni 1947.
Pendidikan Umum :
SH, Fakultas Hukum Universitas Pancasila 1993
MBA, Program Greggorio Areneta Universitas, Philippine 1995
MM, STIE IGI, Jakarta 1997
Pendidikan Militer/Polri :
Akademi Militer 1965-1968
Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian 1972-1975
Kurusus Reserse Narkotika untuk Pamen Polri 1978
Drugs Enforcement (DEA) School, Wasington DC, 1979
Sekolah Staf Pimpinan Polri, Bandung 1981
Senior Police Management Training, Bramshill, Police College, UK 1984
Narcotics Law Enfforcement School, Tikyo 1985
Kursus Pamen Senior Reserse 1989
The Need Assesment & Policy Development Training Colomboplan Bureau, Penang Malaysia 1995
Riwayat Jabatan :
Ketua Pelaksana Harian BKNN
Gubenur PTIK
Koordinator Staf Ahli Kapolri
Sekertaris Nasional Central Bureau Interpol Indonesia
Sekertaris Direktur Reserse Polri
Ka Sub Direktorat Reserse umum Polri
Kepala Pusat Pendidikan Reserse Polri
Wakil Kepala Sub Direktorat Reserse Narkotika Dit Serse Polri
Kepala Operasi Pendidikan dan Pengajaran PTIK
Komandan Satuan Reserse Polda Riau

Ahwil Lutan, Komjen Pol

Konseptor Polri Ogah Berpolitik

Komisaris Jerderal Polisi Ahwil Lutan, Inspektur Jenderal Markas Besar Kepolisian RI adalah sosok polisi yang langka dengan komitmen tegas. Ia misalnya tidak pernah memperlihatkan keberpihakannya. “Saya menjadi seorang polisi bukan untuk berpolitik,” ujar Ahwil. Hal ini pula yang membuat dirinya selalu dipilih untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan internal Polri seperti sebagai ketua tim penyelidikan kasus korupsi di tubuh Polri (1999) dan kasus penyelundupan mobil mewah yang melibatkan mantan Kapolda Metro Jaya, Sofjan Jacoeb.

Walaupun namanya tidak terlalu menonjol, Ahwil lebih dikenal sebagai konseptor dan pemikir Polri yang memiliki visi ke depan, daripada sebagai komandan pasukan di lapangan. Berbagai jabatan penting yang memerlukan pemikiran dan strategi serta jaringan internasional sering diembannya. Seperti Staf Ahli Kapolri dan memimpin jajaran Reserse, Interpol, PTIK.
Mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan pemerintah memilihnya sebagai calon tunggal Dubes untuk Meksiko. Kepastian ini didapat setelah pencalonannya diterima Komisi I DPR BIdang Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri. Jabatan Dubes ini bertepatan dengan akan diadakannya pertemuan APEC yang akan dilaksanakan di Mexico pada tahun ini. Walaupun akan bertugas sebagai dubes, status Ahwil tetap sebagai polisi aktif. “Saya siap ditugaskan di mana saja, dalam maupun diluar negeri,” tegas pria kelahiran Pemantang Siantar,1 Juni 1947. Namun dirinya membantah bahwa penunjukan dirinya sebagai dubes berkaitan dengan kasus yang sedang ditanganinya, kasus Sofyan Jacoeb. “Penunjukan sebagai dubes keluar dua bulan sebelum ada kasus ini,” ujar jenderal berbintang tiga ini.
Tugasnya sebagai dubes bukanlah suatu yang ringan. Salah satu tugasnya adalah meningkatkan hubungan diplomatik dan perdagangan antara Indonesia serta Mexico. Saat ini perdagangan Indonesia ke Negara-negara Amerika latin tahun 2000 sebesar 600 juta dolar. Nilai ini menurut Deperindag masih dinilai kecil. Sebelum ditunjuk sebagai dubes, ayah dari Chippy, Gary dan Desirre sering kali pengeyam pendidikan di luar negeri, sehingga dirinya memiliki banyak pengalaman internasional. Kesempatan ini tidak banyak dimiliki oleh anggota Polri. Dalam mengeyam pendidikan di luar negeri, dirinya tidak segan-segan menjalin hubungan internasional dengan Perwira dari negara lain.
Hubungan ini pula yang dimanfaatkanya saat menjabat sebagai Sekertaris Nasional Central Bureau Interpol Indonesia. Prestasi yang diraih dalam jabatan ini antara lain mengembalikan sejumlah koleksi lukisan museum nasional dari Singapura dan mengembalikan para tersangka yang lari keluar negeri ke Indonesia walaupun Indonesia belum mempunyai perjanjian ekstradisi dengan negara yang bersangkutan. *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), Repro Tempo Interaktif/Priandono)
 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero