| |
C © updated 10092004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/sm |
|
| |
Nama:
Ahmad Sumargono
Lahir:
Jakarta, 1 Februari 1943
Pendidikan:
-
Karir Politik:
= Ketua DPP Partai Bulan Bintang
= Anggota DPR
Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI)
Buku:
= Ahmad Sumargono: Dai dan Aktivis Pergerakan Islam yang Mengakar
di Hati Umat. |
|
| |
|
|
|
|
Ahmad Sumargono
"Yes, I am a Fundamentalist"
Secara blak-blakan, Gogon, panggilan akrab Ahmad Sumargono, menyatakan
dirinya adalah seorang fundamentalis. "Yes, I am a fundamentalist,"
ujarnya mengawali sambutan peluncuran buku biografinya. Dia
mengakui, sebutan fundamentalis itu menyebabkan dirinya dinilai sebagai
"orang paling berbahaya" sekaligus membuat namanya menonjol di pentas
politik nasional. Ahmad Sumargono meluncurkan buku berjudul:
Ahmad Sumargono: Dai dan Aktivis Pergerakan Islam yang Mengakar di Hati
Umat. Peluncuran buku Sumargono ini dilakukan di Hotel Bumi Karsa Jakarta
Selatan dan dihadiri Wakil Presiden Hamzah Haz dan Menteri Kehakiman dan
HAM Yusril Ihza Mahendra, Senin (8/3/2004). Buku biografi Ahmad Sumargono
tersebut ditulis oleh Drs Firdaus Syam MA dan Drs Ahmad Suhelmi.
Namun, saat peluncuran buku biografinya, hadir pula beberapa orang yang
dinyatakan Sumargono memiliki pemikiran berlawanan dengan dirinya, akan
tetapi akhirnya menjadi teman diskusinya. Satu di antaranya Direktur
Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Denny JA.
Mundur dari PBB
Ketua DPP dan anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengundurkan
diri dari partainya. Pengunduran diri ini terkait dengan keputusan PBB
untuk mendukung kandidat presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Dia mengaku sudah memendam keprihatinan sejak menjelang pilpres pertama.
Menurutnya, Yusril sebagai ketua umum sudah mengambil
keputusan sendiri untuk mendukung SBY, padahal mekanisme partai belum
dilakukan.
Dia bilang, keputusan PBB untuk mendukung Susilo Bambang Yudhoyono
diputuskan dengan tergesa-gesa dan dilakukan beberapa orang pengurus PBB
saja. Pengurus sudah tidak menghormati lagi mekanisme kepartaian. Memang,
katanya, setelah itu ada pertemuan partai, tetapi itu lebih untuk meminta
pengesahan saja.
Sebagai kader partai, dirinya tidak bisa mengeluarkan pernyataan yang
bertentangan dengan sikap partai. Itu sebabnya dia baru memberikan
pernyataan yang bertentangan dengan sikap PBB setelah resmi mengundurkan
diri. "Tadi siang saya sudah mengembalikan kartu tanda anggota saya ke DPP.
Jadi, sekarang saya bebas mengemukakan pikiran dan menjadi orang bebas
dari partai," ujarnya Kamis 9 September 2004.
Dia akan aktif di Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI). Rencananya
ia akan menata dengan baik organisasi GPMI tersebut agar mampu memberikan
kemaslahatan kepada anggotanya. Dia berharap, dalam perjalanannya nanti,
jika memang mendapat sambutan dan dukungan yang besar, bisa dibentuk
partai. ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|