A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P R O F E S I
 ► Guru-Dosen
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Wartawan
  B E R A N D A
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 27102006  
   
  ► e-ti  
  Nama:
Ahmad Fuad Fanani
Lahir:

Agama:
Islam

Pekerjaan:
- Ketua Lembaga Studi Islam DPP IMM
- Presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM)
- Ketua Program Kajian Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM)
- Dosen FE UHAMKA, Jakarta
- Direktur al-Maun Center for Islamic Transformation Jakarta
- Kontributor Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Pendidikan:
Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta

Kegiatan Lain:
- Penggagas Lingkar Muda Indonesia
- Peneliti MAARIF Institute for Culture and Humanity

 
 
 
 
 
 
A FUAD FANANI HOME

 

OPINI:  01  02  03  04  05  06  07  08  09  10  11  =

 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (01)

Pluralisme dan Kemerdekaan Beragama

Pengakuan terhadap pluralisme agama dalam sebuah komunitas sosial menjanjikan dikedepankannya prinsip inklusivitas (keterbukaan) –suatu prinsip yang mengutamakan akomodasi dan bukan konflik- di antara mereka. Sebab, pada dasarnya masing-masing agama mempunyai berbagai klaim kebenaran yang ingin ditegakkan terus, sedangkan realitas masyarakat yang ada terbukti heterogen secara kultural dan religius.
 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (02)

Membendung “Syahwat” Politik Muhammadiyah

Polemik fatwa resmi Muhammadiyah untuk mendukung Amien, tentu harus diingat kembali. Dukungan itu terbukti banyak menimbulkan riak-riak konflik di internal Muhammadiyah. Selain itu, asumsi awal bahwa dengan keluarnya dukungan resmi menjadikan suara PAN naik dan Amien confidence maju dalam pilpres, akhirnya hanya menjadi impian yang jauh dari kenyataan.

 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (03)

Ulama dan Godaan Politik Kekuasaan

Fenomena sowan ke kyai, atau kyai yang kembali aktif menjadi tim sukses, menjelang masa-masa pemilihan presiden kembali marak. Bisa jadi, seorang ulama’ akan konsisten menjadi –meminjam istilah Clifford Geertz- perantara dan pialang budaya (cultural broker), dan mungkin saja ia akan masuk jalur politik praktis. Bagaimana seyogyanya ulama' menghadapi godaan politik itu?

 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (04)

Evolusi Pemahaman Keagamaan

Dewasa ini, tafsir-tafsir keberagamaan yang muncul di masyarakat lebih banyak berasal dari satu arah, yaitu tafsir dari lembaga keagamaan. Selain itu, tafsir keagamaan yang ada juga terlalu berorientasi pada pemahaman keagamaan yang bersifat vertikal dan legal-formal. Artinya pemahaman keagamaan yang dipupuk adalah yang berhubungan dengan ibadah ritual, doktriner, dogmatis, dan berhubungan dengan kesadaran langit (ketuhanan).

 

 

 

         

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (05)

Islam dan Tantangan Demokratisasi

Semenjak awal abad ke-21, demokrasi menjadi tema umum yang menarik perhatian banyak negara di seluruh dunia. Negara-negara bekas Uni Soviet, Eropa Timur, Timur Tengah, Asia, dan Afrika mempunyai keinginan menyuarakan tentang
perlunya power sharing kekuasaan. Dalam power sharing kekuasaan yang menjadi bagian penting demokrasi itu terdapat aspek partisipasi, representasi, dan perlindungan warga negara. Pada demokrasi, juga meniscayakan adanya
akuntabilitas pemerintahan, aturan hukum, dan keadilan sosial.

 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (06)

Tegakkan Tanggung Jawab Sosial Agama

Hari demi hari, fenomena kemiskinan dan kelaparan di kalangan masyarakat ternyata semakin memprihatinkan. Akibat dari telikungan kapitalisme global, keserakahan penguasa, kekurangpedulian para agamawan, mereka yang tidak tersapa oleh kecukupan hidup menjadi pemandangan biasa.

 
     

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (07)

Gerakan Mahasiswa dan Konstruksi Indonesia Baru

Gelombang aksi gerakan mahasiswa Indonesia akhir-akhir ini sedang mengalami pendulum balik yang rada memprihatinkan. Hal itu tampak dari fenomena demonstrasi yang dilakukan menyambut ST MPR yang baru saja berlalu. Saat itu, dari elemen-elemen mahasiswa yang melakukan aksi, hanya tampak beberapa gelintir organ saja. Dan itu pun, dari presentase kelembagaan, terlihat organisasi yang besar semisal HMI, PMII, IMM, PMKRI, GMKI, dan lainnya tidak unjuk gigi memanfaatkan momen tersebut.

 

OPINI: Ahmad Fuad Fanani (08)

Otoriterisme Pemahaman Keagamaan

KALAU kita kaji secara jeli, teliti, dan mendalam, sebetulnya dalam Islam tidak pernah ada penafsiran tunggal dalam memahami wahyu serta ajaran yang diturunkan oleh Tuhan dan disampaikan oleh Rasul-nya. Bila terjadi perbedaan, ada kalanya yang bisa diselesaikan dengan jalan dialog dan saling melakukan tabayyun, namun ada juga yang berakhir dengan peperangan dan penindasan satu pihak terhadap pihak lainnya. Sejarah telah memberikan cerminan bagaimana perbedaan pandangan antara kaum Syi'ah, Sunni, Khawarij, Murji'ah, dan Mu'tazilah tampil berkontestasi wacana dan pemeluk di dunia ini.