| |
C © updated 03062005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
Agustin Teras Narang, SH
Lahir:
Banjarmasin, 12 Oktober 1955
Agama:
Kristen
Pekerjaan:
Ketua Komisi III DPR RI Periode 2004-2009
Alamat Rumah:
Rumah Pribadi: Jl Kayu Putih VIII D No 30, Pulogadung, Jakarta
Timur
Telp. (021) 45884.5937
Rumah Dinas: Wisma DPR RI Blok B-1/131, Kalibata, Jakarta Selatan
Telp. (021) 798.9650 |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Agustin Teras Narang
Kalteng, Provinsi Berpotensi
Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang paling
berpotensi di Indonesia. Selain memiliki wilayah daratan yang luas,
Kalimantan Tengah juga memiliki wilayah lautan yang luas dengan garis
pantai sebesar 750 km. Provinsi Kalimantan Tengah merupakan provinsi
terluas ketiga di Indonesia setelah Provinsi Kalimantan Timur dan
Provinsi Papua.
Dari luas daratan yang mencapai 15.798.359 ha, hanya 1.760.079 ha yang
menjadi kawasan hutan lindung.
Selebihnya, seluas 14.038.279 ha merupakan kawasan budidaya. Selain
tanahnya yang terkenal subur, sebagian besar wilayahnya berada pada
dataran rendah. Dari wilayah yang sedemikian luas, 91,69 persen berada
pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut, atau hanya 8,31 persen
atau 1.278.391 ha yang berada di atas 500 meter diatas permukaan laut
(dpl).
Topografi sedemikian sudah barang tentu merupakan wilayah yang ideal
bagi pengembangan pertanian, baik berskala kecil maupun besar. Oleh
karena itu, wilayah Kalimantan Tengah, sangat cocok sebagai wilayah
pengembangan berbagai komoditi, mulai dari tanaman padi, palawija,
hortikultura, hingga perkebunan berskala besar.
Potensi ini semakin didukung dengan hidrologi yang baik. Kalimantan
Tengah memiliki iklim tropis yang lembab, serta curah hujan sebanyak 120
hari dalam setahun dengan ketinggian 2.732 mm.
Sarana Transportasi
Menurut Teras Narang, dalam upaya mengoptimalkan potensi Kalimantan
Tengah menjadi sentra pengembangan pertanian, perkebunan, kehutanan, dan
sektor-sektor lainnya, dibutuhkan infrastruktur yang mendukung,
khususnya sarana dan prasarana transportasi. Dengan luasan wilayah yang
sedemikian besar, sarana dan prasarana perhubungan darat menjadi sangat
penting. Kehandalan perhubungan darat di Kalimantan Tengah yang selama
ini menjadi pergulatan panjang pemerintah daerah, masyarakat, dan
investor, secara perlahan sudah mulai membaik seiring dengan dibukanya
jalan lintas Poros Selatan, Poros Tengah dan Poros Utara.
Dengan dibukanya ketiga jalan lintas ini, interkonseksi angkutan darat
antarkabupaten, dan beberapa pusat kecamatan sudah terjalin dengan baik.
Namun demikian, masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau
perhubungan darat. Oleh karena itu, ke depan, arah pembangunan bidang
kewilayahan di Kalimantan Tengah masih harus difokuskan untuk
mengembangkan dan meningkatkan perhubungan darat ini, hingga dapat
menjangkau pusat-pusat kecamatan dan membuka kawasan-kawasan yang masih
terisolir.
Untungnya Kalimantan Tengah memiliki sungai-sungai besar, yang dapat
dimanfaatkan sebagai prasarana transportasi alternatif, baik
transportasi antarkabupaten atau kecamatan maupun menghubungkan kawasan
utara dengan kawasan selatan hingga ke kawasan laut. Ada 11 buah aliran
sungai besar yang menjadi moda transportasi di Kalimantan Tengah, yakni
Sungai Barito (900 Km, Sungai Kapuas (600 Km), Sungai Kahayan (600 Km),
Sungai Sebangau (200 Km), Sungai Katingan (650 Km), Sungai Mentaya (400
Km), Sungai Seruyan (350 Km), Sungai Kumai (175 Km), Sungai Arut (250
Km), Sungai Lamandau (300 Km), dan Sungai Jelai (200 Km).
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang belum terjangkau
perhubungan darat, dengan terpaksa menggunakan transportasi sungai ini
untuk menjangkau kecamatan atau kabupaten lainnya. Masyarakat Kalimantan
Tengah memang sudah terbiasa dengan angkutan sungai, namun untuk menjadi
prasarana perhubungan rutin, angkutan sungai ini sangat tidak efisien,
karena debit airnya yang naik turun.
Sarana transportasi laut Kalimantan Tengah sudah tergolong cukup baik.
Hal ini berkat dukungan 8 (delapan) pelabuhan laut yang terletak di 8
daerah kabupaten, yakni Pelabuhan Laut Kumai di Kabupten Kotawaringin
Barat, Pelabuhan Laut Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Pelabuhan
Pulang Pisau di Kabupaten Pulang Pisau, Pelabuhan Kapuas di Kabupaten
Kapuas, Pelabuhan Sukamara di Kabupaten Sukamara, Pelabuhan Kuala
Pembuang di Kabupaten Seruyan, Pelabuhan Pegatan Mendawai di kabupaten
Katingan, dan Pelabuhan Sebangau di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota.
Dua diantara pelabuhan ini merupakan pelabuhan tersibuk, yaitu Pelabuhan
Laut Kumai dan sampit yang menjadi basis angkutan laut ke Pulau Jawa dan
ke Malaysia. Di pihak lain, wilayah lautnya yang merupakan bibir pantai
Laut Jawa, memberi keuntungan tersendiri, karena menjadikan Kalimantan
Tengah sebagai salah satu bagian Pulau Kalimantan yang terdekat dengan
Pulau Jawa. Oleh karena itu, pelabuhan-pelabuhannya menjadi berperan
lebih banyak menghubungkan Pulau Kalimantan dengan daerah-daerah lain di
Indonesia, terutama ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
Sementara sarana transportasi udara di Kalimantan tengah, sudah cukup
baik. Saat ini, ada sembilan bandar udara dioperasikan di seluruh
Kalimantan Tengah. Memang hanya satu bandar udara yang dapat disinggahi
pesawat berbadan lebar, yakni Bandar Udara Tjilik Riwut yang berada di
Palangka Raya, yang dapat disinggahi Boeing 737-200.
Sementara bandara-bandara lainnya hanya dapat disinggahi pesawat
berbadan kecil, seperti Bandara Iskandar yang berada di Pangkalan Bun
dan Bandara H. Asan yang berada di Sampit hanya dapat disinggahi pesawat
jenis F.27. Bandara Beringin yang berada di Muara Teweh, bandara
Sangkalemo di Kuala Kurun, Bandara Sanggu di Buntok, Bandara Dirung
Puruk di Cahu dan Bandara Kuala Pembuang di Kuala Pembuang hanya dapat
didarati pesawat jenis C.212. Sementara Bandara Tumbang Samba yang
terletak di Tumbang samba hanya dapat disinggahi pesawat jenis BN. ►ti/ht-hp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|