A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 16052005  
   
  ► e-ti/rpr  
  Nama:
Agus D.W. Martowardojo
Lahir:
Amsterdam, 24 Januari 1956

Pendidikan:
= Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984)
= Banking & Management Courses di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore.

Karir:
= Bank of America NT & SA (1984) sebagai Officer Development Program dan International Loan Officer
= PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya (1986 – 1994).
= Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994)
Direktur Utama di Bank Bumiputera (1995 – 1998)
= Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia (1998)
= Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999)
= Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000)
= Managing Director Human Resources and Support Services (2001)
= Advisor bagi Ketua dan Wakil Ketua BPPN untuk bidang Perbankan (2002).
= Direktur Utama PermataBank terhitung sejak 31 Oktober 2002-2005
= Direktur Bank Mandiri, 16 Mei 2005

Organisasi:
= Aktif di Himbara (Himpunan Bank-bank Miliki Negara)
= Ketua Umum Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Swasta) periode 2003 - 2006.
  
 
     
 
BERITA

 

Agus DW Martowardojo

Dirut Bank Mandiri Gantikan Neloe


Jakarta 16/5/2005: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri, Senin 16/5/2005, memilih Agus Martowardojo sebagai direktur utama, menggantikan Eduard Cornelis William Neloe, yang berstatus tersangka dalam kasus kredit macet. Sementara Edwin Gerungan, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ditetapkan sebagai komisaris utama menggantikan Binhadi.


Agus Martowardojo yang masih menjabat sebagai Direktur Utama Bank Permata, bukan orang baru di Bank Mandiri. Dia pernah menjabat direktur di bank BUMN terbesar itu. Dia juga ikut membidani kelahiran Bank Mandiri melalui merger Bank Eksim, Bank Dagang Negara, Bapindo dan Bank Bumi Daya, Juni 1999. Pada Juli 2002 Agus mengundurkan diri dari Bank Mandiri karena diangkat menjabat Wakil Ketua BPPN. Kemudian terhitung sejak 31 Oktober 2002 dipercaya menjabat Direktur Utama Bank Permata.

Selain memilih Agus RUPS juga menetapkan I Wayan Agus Mertayasa sebagai wakil dirut, Abdul Rahman (direktur corporate banking), Sasmita (direktur UKM), JB Kendarto (direktur treassury), Nimrod Sitorus (direktur compliance, human capital, dan corporate secretary), Omar S Anwar (direktur consumer banking), dan Zulkifli Zaini (direktur distribution network).


Sementara jajaran komisaris, selain Edwin, RUPS juga memilih Muchayat sebagai wakil komisaris utama, Soedarjono (komisaris), Richard Claphort (komisaris), serta Goenarni Soeworo, Pradjoto dan Yap Tjay Soen masing-masing sebagai komisaris independen.

Setelah RUPS secara resmi menyetapkan Agus sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, dia langsung menggelar jumpa pers di Kantor Pusat Bank Permata. Dia berbicara akrab dengan para wartawan. Dia mengemukakan pengangkatannya sebagai Dirut Bank Mandiri sebagai amanah, pengabdian dan ibadah.


Agus, mengakui dirinya sudah mengetahui dicalonkan sebagai Dirut Bank Mandiri Minggu (15/5/2005) malam saat dihubungi Menteri BUMN. Saat itu, sedang berlangsung rapat tim penilai akhir (TPA). Sumber Tokoh Indonesia di Kantor Presiden mengungkapkan bahwa pengangkatan Agus mendapat restu dari beberapa pihak berkompeten, terutama TPA (Tim Penilai Akhir) yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla (wakil ketua tim) dan seluruh anggta tim. Termasuk Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah yang menilai Agus sebagai bankir muda yang dinamis akan mampu membawa perbaikan di Bank Mandiri.


Terbukti, sebelum RUPS secara resmi menetapkan Agus sebagai Dirut Bank Mandiri, Wapres Jusuf Kalla sudah mengungkapkan bahwa pemerintah sebagai pemegang 69% saham Bank Mandiri telah menunjuk Agus menjadi dirut. Sebelumnya ada tiga nama kandidat yang muncul. Selain Agus juga Dirut BRI Rudjito dan Dirut BNI Sigit Pramono. Namun, akhirnya menjelang dini hari, nama Agus ditetapkan mengganti Neloe.

Selain mengangkat direksi dan komisaris, RUPS juga menerima laporan keuangan Bank Mandiri. Bahkan RUPS memberikan "Acquit et de Charge" (pembebasan tanggung jawab sepenuhnya) kepada direksi atau komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004.


Pemberian pelunasan dan Acquit et de charge ini berlaku sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Tahunan Perseroan serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004.


Seusai rapat, mantan Direktur Utama ECW Neloe yang sempat bersalam-salaman dengan para pemegang saham dan pengurus Bank Mandiri lainnya, memilih tidak memberi komentar. Dia langsung menuju ruang belakang panggung.
 ►tsl
 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia