| |
C © updated 16102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti |
|
| |
Nama:
Adyaksa Dault
Lahir:
Donggala, Sulawesi Tengah 7 Juni 1963
Jabatan:
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI
Agama:
Islam
Jumlah anak:
Dua (2) orang
Pendidikan:
Kandidat Doktor Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Teknik
Kelautan, sejak tahun 2003
S-2, FISIP UI Jakarta
Pengalaman kerja:
Konsultan Hukum pada Kantor Dault and Associate
Ketua Ikatan Pensehat Hukum Indonesia (IPHI), 1999-2004
Ketua DPP KNPI 1999-2002
-
|
|
| |
|
|
|
|
Adyaksa Dault
Janji Prioritaskan Olahraga
Tokoh pemuda ini merupakan orang keempat yang dipanggil SBY dalam rangka
dialog calon menteri. Mantan Ketua KNPI Adyaksa Dault, ini kemudian
diangkat menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga kabinet Indonesia
Bersatu.
Meski mengaku kurang memahami persoalan olahraga, dia berjanji
memprioritaskan olahraga dalam kepemimpinannya.
Pada tahap pertama dia akan duduk bersama Komite Olahraga
Nasional Indonesia dan Direktorat Jenderal Olahraga untuk membuat cetak
biru program. Setelah itu, dia baru akan melaksanakan program tersebut
secara bersama-sama.
Kandidat doktor program Sosial Ekonomi IPB ini berjanji akan datang kepada
Ketua KONI Agum Gumelar dan kepada Dirjen Olahraga Toho Cholik Mutohir.
Dia akan membangun komunikasi dengan mereka dan stakeholder olahraga yang
lain. "Tanpa komunikasi akan sulit," ujar Adhiyaksa dalam perbincangannya
dengan wartawan seusai acara buka bersama di kediamannya di seputaran
Kalibata, Jakarta, Kamis (21/10/2004).
Adhiyaksa mengatakan, Menpora akan memiliki garis kerja berbeda dengan
KONI maupun Direktorat Jenderal (Ditjen) Olahraga.
Menurutnya, KONI merupakan sebuah badan yang mengurusi olahraga prestasi,
sedangkan Menpora lebih difokuskan pada koordinasi kebijakan serta aturan
peralihan dana. Sementara Ditjen Olahraga lebih diarahkan pada olahraga
pendidikan.
Menteri kelahiran Donggala, 7 Juni 1963, itu juga berjanji mempelajari
kembali Rancangan Undang-Undang Olahraga yang mengendap di Sekretariat
Negara. Bila ada kekurangannya, dia akan memperbaikinya agar dapat
disahkan.
Pada hari-hari pertama menjadi menteri, dia akan membenahi persoalan
internal terlebih dahulu. Misalnya, mengurusi persoalan kantor yang belum
jelas, mengisi staf-staf yang membantunya mengerjakan tugas tanpa diisi
dengan unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Saya perlu bantuan orang- orang yang tepat. Saya tidak asal memilih dari
unsur teman. Di pemuda, saya sudah punya dasar sebagai Ketua KNPI, namun
di olahraga saya harus belajar. Namun, saya jamin akan memprioritaskan
olahraga, karena saya juga cinta olahraga," katanya.
"Saya tak mau memberi janji. Saya tak mau seperti orang bangun pagi
melihat langit buram lalu mengatakan hari ini jelek. Tunggulah sampai
senja, mana tahu siang hari terang. Artinya, biarlah saya bekerja dahulu,
baru kemudian Anda lihat dan nilai," ujarnya
Adyaksa adalah putra pengacara terkenal HM. Dault. Selain itu, dia
termasuk famili mantan Menhankam/Pangab Wiranto. ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|