| |
C © updated
17062004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Drs. Adolf Jouke Sondakh
Lahir:
Suluun, 20 Juni 1939
Agama:
Kristen Protestan
Pekerjaan/Jabatan :
Gubernur Sulawesi Utara Masa Bakti 2001-2005
Pendidikan:
- SD 1953 Tompaso Kab. Minahasa
- SMP 1956 Langowan Kab. Minahasa
- SMA 1960 Manado
- Sarjana 1966 Fak. Sospol Unsrat Manado Jurusan Akademi Negeri
Alamat Kantor:
Bumi Beringin
Alamat Rumah:
Ranotana Lingkungan I
Jl. Bethesda Manado
|
|
| |
|
|
|
|
== 1 2
3
4 5 6
7 ==
Drs. Adolf Jouke Sondakh (6)
Sulut Sebagai Kawasan Tujuan Wisata
Sebagai daerah tujuan wisata, Sulawesi Utara dengan taman lautnya yang
sangat indah dengan berbagai kehidupan alam tropik serta garis pantai yang
masih perawan yang bepasir putih dan julangan gunung-gunung berapi
mendominasi pemandangan alamnya dengan puncak-puncaknya. Beberapa diantara
gunung berapi itu masih aktif, mengingatkan para penghuni dan
pengunjungnya yang dari berbagai penjuru dunia tentang kekuatan potensial
dari kesuburan tanah dan laut yang tersimpan di dalam bumi.
Para penulis wisata dari dalam maupun manca negara selalu memuji dan
mengagumi keindahan alam propinsi ini, bahkan salah seorang dari penulis
tersebut menggambarkan keindahan Sulawesi Utara sebagai bagian yang tak
terpisahkan dari Republik Indonesia.
Toby Alice Volkman di dalam introduksinya kepada Sulawesi menggambarkannya
sebagai, ‘seuntai bunga anggrek yang tertimpa tiupan angin, garang dengan
gunung gemunung yang diselimuti kabut, serta hutan primer tropik,
petak-petak sawah yang bersaf-saf dan danau-danau yang dalam serta
misterius mendominasi pedalaman. Di sepanjang pantai, terumbu-terumbu
karang yang indah mengelilingi gunung-gunung api yang mencuat dramatis
dari permkaan laut. Bentangan pantai dengan pasir putih berpagarkan
batang-batang nyiur dan dusun nelayan bertebaran dikelilingi oleh hamparan
kapur yang indah seakan mencuat keluar dari lukisan Cina yang indah.’
Ibukotanya, Manado yang ramai, membentang di sepanjang pebukitan rendah
yang ditebari kebun-kebun kelapa di sekitar teluk yang besar, dengan tiga
gunung api yang menjadi latar belakang yang spektakuler. Letak ibukota itu
sendiri merupakan atraksi tersendiri, ditambah dengan sejumlah daya tarik
lain.
Karenanya, tidak mengherankan apabila bagi para pelancong yang berkunjung
ke Sulawesi Utara, letak kota Manado itu sendiripun merupakan daya tarik
utamanya. Demikian juga dengan taraf kehidupan masyarakatnya yang relatif
tinggi serta kenyamanannya sebagai titik pangkal untuk melakukan
perjalanan ke wilayah-wilayah sekitarnya, cukup memiliki makna tersendiri.
Manado, kota yang merupakan warisan berabad-abad dominasi Portugis dan
Belanda itu, kini membanggakan ratusan tempat ibadah, termasuk 266 gereja
dan masih banyak lagi gereja akan dibangun di sana, serentak dengan
tempat-tempat ibadah dari agama-agama lain, baik untuk kaum Muslimin,
pengikut Agama Budha maupun Hindu. Begitu juga dengan aneka ragam
toko-toko, hotel dan restoran, banyak ditemui di sana.
Kota Manado sebagai pusat pelayanan dari seluruh propinsi juga menjadi
tempat banyak lembaga pendidikan, bank dan kantor pemerintahan. Demikian
juga dalam hal jalan raya, setelah diresmikan sebagai daerah tujuan wisata,
jalan raya lintas Sulawesi telah diperpanjang hingga mencapai Bandar Udara
Internasional Sam Ratulangi. Bandara yang memiliki kelengkapan canggih
sehingga dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar seperti MD-ll, Boeing
7327 dan Airbus 300 dari kota-kota lain di Indonesia maupun bagian dunia
lainnya.
Taman Laut Nasional Bunaken
Taman Laut Bunaken merupakan satu di antara sekian tempat menyelam yang
paling indah di seluruh dunia. Taman ini merupakan salah satu daya tarik
utama atau unggulan Propinsi Sulawesi Utara. Taman yang terletak di
Kepulauan Bunaken ini hanya berjarak kira-kira satu jam perjalanan saja
dari Manado dengan menggunakan kapal motor.
Begitu menariknya taman laut yang satu ini sehingga lebih dari empat
perusahaan dari luar Manado, sengaja mengkhususkan diri dalam
menyelenggarakan tour ke tempat yang indah ini. Di taman ini ditawarkan
juga pelayanan scuba diving termasuk latihan-latihan bagi para pemula.
Snorkeling dan menyelam tidak terhambat walau bagi mereka yang tidak
memiliki peralatannya, karena perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan
semua peralatan yang dibutuhkan. Namun beberapa di antara penyelam lebih
suka membawa peralatan sendiri dan mereka cukup menyewa angki dan
wegthtblts. Suhu permukaan air yang biasanya berada pada kisaran 25 hingga
28 derajat Celsius atau 77 -73 derajat Fahrenheit, cukup nyaman untuk
melakukan penyelaman.
Suatu perjalanan sehari akan dimulai dengan minum kopi atau teh pagi di
salah satu restoran di pantai. Sebuah motorboat akan membawa para
pengunjung ke dua di antara lima pulau yakni Bunaken dan Manado Tua yang
merupakan kawasan wisata seluas 75.265 hektar atau 186.000 acre kawasan
reservasi laut. Manado Tua merupakan gunung api yang sudah tidak aktif
lagi yang menjulang dari permukaan laut dengan garangnya.
Perjalanan Sehari dari Manado
Dari Manado, jalan seperti menyebar ke berbagai jurusan, tapi semuanya
menuju ke kawasan-kawasan yang sangat menggoda untuk dikunjungi. Kota
Manado sebagai ibukota propinsi, maka hotel dan fasilitas terbaik berada
di sana. Dari kota ini sebagian besar tempat di sekelilingnya dengan mudah
dapat dicapai dalam serangkaian perjalanan dalam satu hari. Maka jika
datang ke Sulawesi Utara, sebaiknya Manado dijadikan sebagai tempat
mangkal. Kemudian dari sana melakukan sejumlah perjalanan ke hinterland
dengan cara menyewa mobil, minibus atau transportasi umum.
Sementara itu, Tomohon juga dapat dicapai dalam suatu perjalanan
ulang-alik dengan melintasi pantai selatan kota Manado menuju ke pantai
Tasik Ria, dan lebih jauh menuju ke Tannawangko yang memotong pulau
melalui Taratara ke tujuan pertama, Tomohon.
Kota yang terletak di dataran tinggi ini menawarkan kombinasi yang
menyenangkan dari suatu perjalanan ke pantai sambil menikmati makanan khas
Minahasa dan pemandangan yang indah di sepanjang pantai dengan kebun-kebun
kelapa serta perkebunan cengkehnya sambil menikmati keindahan alam di
sekitar pedesaan.
Sedangkan pantai Tasik Ria yang berjarak kira-kira 30 menit perjalanan
dari Manado, merupakan pantai yang pantas disinggahi untuk mengumpulkan
kulit kerang atau berenang di Laut Sulawesi yang hangat airnya sambil
menikmati keindahan kehidupan kaum nelayan setempat. Di pantai ini
tersedia lapangan tenis, tempat bermain untuk anak-anak, dan beberapa
cottage yang dapat disewa.
Tidak kalah menariknya adalah Desa Tanawangko, desa yang terletak lebih
jauh ke selatan di sepanjang pantai memiliki pantai yang sunyi, tepat
sesuai dengan yang dibayangkan sebagai ‘Pantai pulau sorga tropik yang
paling indah.’
Kembali ke ujung utara dari Tanawangko, belok ke arah pedalaman ke
pegunungan dan mengikuti jalan yang berkelok melintasi kebun-kebun kelapa
ke kota dataran tinggi, Tomohon, yang jaraknya cuma sekitar 45 menit
perjalanan melewati Taratara. Di sepanjang jalan nampak Gunung Lokon (1595
m), gunung api yang masih aktif menjulang ke langit.
Puncak perbukitan Tomohon yang terkenal sebagai ‘Kota Bunga’ nangkring di
lereng antara dua gunung api Lokon dan Mahawu. Iklim di sini sangat sejuk,
buah-buahan dan bunga-bungaan banyak ragamnya seperti: hibiscus, angel
trumpet, bougainvillea, lili, gladiola, carmation, dan iris, semua itu
untuk dibawa dan diperdagangkan ke pasar-pasar di Manado.
Danau Tondano
Danau Tondano terletak di kota Tondano sesuai dengan namanya. Tondano ini
merupakan sebuah kota kecil yang tepat terletak di sepanjang jalan yang
saling memotong sembilan puluh derajat. Dr. Sam Ratulangie pemimpin yang
pernah memperoleh pendidikan di Swiss dan sempat menjadi gubenur pertama
sesudah perang dunia kedua, dilahirkan di sini.
Di kota ini didirikan sebuah monumen yang ditujukan kepada Sam Ratulangi.
Tugu yang sangat mengesankan itu dimalsudkan untuk mengingatkan daerah ini
sebagai tanah kelahiran Ratulangi. Jalan yang lebih kecil dari Tondano
mengelilingi danau, dan satu perjalanan mengelilingi danau akan memberikan
pemandangan yang indah dari pegunungan yang berada tidak jauh dari sana,
termasuk sawah dan danaunya sendiri.
Jika hendak ke sana, maka jalan yang ditempuh dari Manado adalah jalan
raya ke arah timur menuju ke Airmadidi dan Bitung. Selanjutnya akan
melintasi kebun-kebun kelapa yang sebagian besar adalah milik PT.United
Coconut Tina Indonesia. Lokasi itu merupakan tempat yang baik untuk
menyaksikan proses pembuatan minyak kelapa dimana di sana akan bisa
dilihat bahwa tiap bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan untuk
menghasilkan minyak, arang batok kelapa, makanan ternak, santan dan
bergunung-gunung kopra atau daging kelapa.
Di sepanjang jalan itu pula dapat disaksikan taman anggrek yang memiliki
lebih dari 80 varietas anggrek dari berbagai daerah di bumi Minahasa.
Lebih dari 10.000 specimen, termasuk 2.000 hybrida, dipamerkan di
kebun-kebun anggrek dan rumah kaca. Semua varietas berbunga sesewaktu di
sepanjang tahun, pada waktu yang berbeda-beda.
Sesampai di Airmadidi yang kira-kira 30 menit perjalanan dari Manado,
sebuah jalan ke arah kanan menuju ke selatan ke desa Tondano, Sawangan.
Cuma lima menit lebih jauh di mana dapat disaksikan ‘sarkofagus’ atau 'waruga'.
Sebuah rambu di sisi kanan menunjukkan arah jalan ke kiri. Makam ini
terdiri dari 144 waruga dan sebuah museum.
Lebih jauh dari Sawangan, kemudian jalan mulai menyempit dan
berkelok-kelok mendaki perbukitan, setelah itu akan sampai ke kota Tondano
yaitu kira-kira setengah jam perjalanan. Arah ini menuju ke Sungai Tondano
dengan pemandangan jeram yang indah di mana terdapat pula stasiun tenaga
listrik hydro di Tanggara yang menyediakan tenaga listrik untuk daerah ini.
Sebentar sebelum Tondano, nampak gua-gua yang pernah digunakan oleh bala
tentara Jepang pada perang dunia kedua untuk menyimpan amunisi. Ini dapat
dilihat di sebelah kiri jalan. Setelah itu nampaklah kota Tondano dimana
danau Tondano berada.
Dan di tepi barat danau itu yakni di kota Remboken, ada sebuah proyek
pemerintah berupa daerah pengembangan pariwisata yang mencakup sebuah
taman, sebuah mata air panas dan restoran dengan pemandangan ke arah danau.
Di sana dapat menyewa perahu untuk keliling danau, ada pula cottage yang
dapat disewa untuk istriahat. Tempat ini sangat tenang dan damai, kecuali
pada hari-hari Minggu.
Sonder
Sonder yang pernah mengukir sejarah dengan predikatnya yang pernah desa
dengan pendapatan per orang per tahun paling tinggi di Indonesia pada
tahun 1970-an itu merupakan daerah usahawan atau daerah pebisnis. Banyak
di antara penduduk desa ini menjadi kaya ketika harga cengkeh melonjak
tinggi.
Berbeda dengan penduduk Minahasa lain, penduduk Sonder mendiversifikasikan,
penanaman modal mereka dan mampu bertahan ketika harga cengkeh anjlog.
Penduduk Sonder dikenal di seluruh Minahasa sebagai usahawan yang penuh
energi dan mereka terlibat dalam segala jenis bisnis dari menjual kue di
desa-desa kecil sampai menjalankan bisnis besar di kota.
Jika ke sana, akan melihat pemandangan yang indah dan bervariasi di
sepanjang perjalanan satu hari selepas Tomohon di selatan. Beberapa bonus
tambahan adalah kunjungan ke mata air panas dan tempat paling suci di
Minahasa tersebut.
Jalan menuju ke selatan Tomohon ke Sonder akan melintasi Lahendong. Di
sana secara dramatis terasa energi raksasa yang tepat berada di bawah muka
bumi. Sebuah gubug dan rambu hijau akan memandu arah menuju mata air panas.
Ketika melintas, akan mendengar suara menggelegak yang berasal dari
bentangan lumpur sumber air panas. Akan terasa seakan berada di suatu
tempat di jaman purba. Serentak dengan itu bau belerang menyengat di
hidung. Sumber air panas terbesar menyediakan tempat untuk mandi yang
dilengkapi dengan sebuah gubug untuk berganti pakaian.
Setelah melewati Leilem, yaitu sebuah desa yang terkenal karena perabotan
rumah tangganya yang mereka buat dengan tangan itu, kemudian akan tiba di
desa Sonder.
Dan kira kira 15 menit ke arah selatan dari Sonder, sebelum mencapai
Kagangkoan, terdapat gua-gua Jepang, terowongan-terowongan besar yang
dibangun dengan menggunakan pekerja paksa. Di sanalah orang-orang Jepang
menyembunyikan amunisi dan suplai mereka selama perang dunia kedua.
Mendaki Gunung Klabat dan Memasuki Hutan Tropik
Gunung Klabat yang terletak langsung di arah timur Manado, ini merupakan
gunung api yang tidak aktif lagi. Gunung yang berketinggian 1.995 meter
ini merupakan puncak yang tertinggi di Manado. Dari puncaknya, gunung ini
menawarkan pemandangan yang indah sampai ke seluruh ujung utara jasirah.
Bagi yang memiliki kemampuan fisik untuk mendaki gunung akan menyambut
baik peluang untuk mendakinya.
Seluruh jasirah ke arah utara dan barat dari Gunung Klabat tertutup oleh
hutan tropik yang lebat yang telah dinyatakan sebagai cagar alam. Cagar
alam yang bernama resmi Tangkoko-Batuangus-Dua Sudara ini terdiri dari
9.000 hektar yang membentang dari permukaan laut sampai ketinggian 1.100
meter.
Ini merupakan area yang spektakuler yang menawarkan kemungkinan untuk
melihat bukan cuma binatang-binatang unik khas Sulawesi tetapi juga
sejumlah terumbu karang dan ikan-ikan. Species paling menonjol di sini
yaitu burung maleo yang endemis. Sayangnya burung-burung maleo itu kini
sudah lenyap terutama karena over eksploitasi dari telur mereka setelah
desa Batuputih didirikan pada tahun 1913.
Dan yang masih ada sekarang menetaskan telur mereka di dua tempat terbuka
yang berada di dalam kawasan cagar alam. Alfred Russel Wallace yang sempat
singgah di sana pada tahun 1859 untuk mengumpulkan specimen-specimen di
sepanjang pantai berpasir hitam itu.
“Nah, berkunjunglah ke Sulawesi Utara, di mana Anda bukan hanya dapat
melakukan eksplorasi prehistoris sampai ke peninggalan perang dunia kedua,
tetapi Anda pun bisa menikmati hutan tropis yang masih perawan dan
menikmati keindahan taman bahari Bunaken maupun ibukotanya yang sibuk dan
modern, Manado, pintu gerbang utara Indonesia” kata Gubernur berpromosi.
Lebih jauh Tentang Taman Nasional Bunaken
Taman Nasional Bunaken ditetapkan oleh pemerintah dan diresmikan oleh
Presiden Republik Indonesia pada tanggal 24 Desember 1991 dan merupakan
kawasan konservasi perairan dengan luas 79.065 ha yang terdiri dari dua
bagian terpisah yaitu, bagian utara yang meliputi lima pulau masing-masing
pulau Bunaken; Siladen; Manado Tua; Mantehage dan Pulau Nain, serta
wilayah pesisir desa Molas; desa Meras; Tongkaina dan Tiwoho. Sedangkan
daerah selatan meliputi pesisir desa-desa yaitu desa: Popo; Teling; Kumu;
Pinasungkulan; Rap-Rap; Sondaken; Wawontulap dan Popareng.
Taman Nasional Bunaken yang merupakan kawasan konservasi ini memiliki
keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang sangat tinggi dan terdapat
tiga ekosistem utama perairan tropis Indonesia yaitu: Terumbu Karang;
Hutan Bakau; dan Padang Lamun.
Sementara spesifikasi potensi yang dimiliki oleh Taman Nasional Bunaken
ini yaitu: Potensi biologis daratan; Potensi habitat mangrove dan padang
lamun; Potensi habitat pantai pasir; Potensi habitat terumbu karang.
Potensi biologis dimaksud yaitu antara lain berbagai jenis flora kelapa,
palma, sagu, silar, woka dengan fauna yang lebih spesifik yaitu kera hitam
Sulawesi, dan kukus. Sementara potensi habitat mangrove dan padang lamun
yaitu habitat yang merupakan pencegah erosi garis pantai dan kaya dengan
berbagai jenis kepiting, Umang, Mollusca dan ikan muda.
Di samping itu, merupakan tempat ikan bertelur dan berkembang, juga
merupakan habitat bagi jenis duyung, penyu laut dan burung laut. Sedangkan
potensi habitat pantai pasir yaitu pasir putih yang bertopografi landai,
kaya dengan kehidupan berbagai jenis umang, kepiting dan udang.
Kemudian potensi habitat terumbu karang yaitu hamparan terumbu karang yang
adanya terutama terletak di perairan pulau Bunaken, lebarnya dapat
mencapai 2.5 km. Dan yang sangat spesifik adalah form asing yang diawali
dengan karang datar di kedalaman kurang lebih 5 meter, kemudian membentuk
bukit-bukit di bawah air, sampai ke tebing vertikal ke bawah (dop off)
yang ratusan meter (underwater great walls).
Tebing dibawah air ini memiliki banyak sekali gua ceruk dan rekahan yang
tertutup sponge beraneka warna dan dihuni berbagai jenis vertebrate dan
invertebrate laut. Selain karang, terdapat pula biota laut lainnya seperti
akar bakau, hydroid penyengat, cacing laut, bintang laut, teripang, kima,
bahkan sampai kima raksasa yang ukurannya dapat mencapai satu meter.
Di habitat ini dihuni oleh beraneka macam ikan yang jumlahnya mencapai
2000 jenis, seperti wrasse, dansel, trigger, sweettip, unicoern, dan
beberapa ikan langka, seperti jenis ikan Napoleon dan jenis ikan purba
yang diperkirakan sudah punah. Jenis ini diketahui habitatnya hanya ada di
perairan kepulauan Comorro dan Aanjow. Oleh karena itu habitat terumbu
karang Taman Nasional Bunaken inilah yang merupakan zone wisata yang
paling atraktif dan menarik.
Salah satu keunikan lain Taman Nasional Bunaken adalah kedalaman laut yang
memisahkannya dengan dataran Sulawesi yang kedalamannya dapat mencapai
1000 meter. Kedalaman ini menjadi suatu barrier yang mengurangi tingkat
kerusakan Taman N asional Bunaken sebagai akibat pengotoran yang berasal
dari daratan kota Manado.
Perairan ini menjadi jalur yang sering dilalui oleh jenis-jenis ikan besar
seperti tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cakalang, barracuda,
lumba-lumba bahkan ikan paus. Daya tarik kehidupan bawah air diperairan
Taman Nasional Bunaken ini yang sangat fariatif, spesifik, unik dan
exotic, telah menjadi primadona pariwisata Sulawesi Utara dan tumbuh
sebagai salah satu objek wisata bahari yang terkenal di dunia. Hal ini
didukung juga oleh dekatnya lokasi kawasan ini dengan Manado yaitu hanya 6
km dari kawasan pusat kota.
Di kawasan Taman Nasional Bunaken ini telah dikembangkan juga jalur-jalur
penyelaman pada lokasi-lokasi yang diantaranya seperti di Pulau Bunaken,
11 titik yaitu Kenan 1,2,3, Fukui Mandolin, Tanjung Parigi, Ron's Point
Pangalisang, Muka Kampung, Sachiko Point, dan Bunaken Timur. Kemudian di
Pulau Manado Tua, 5 titik yaitu Buwalo, Pengalingan, Negeri, dan Tanjung
Kopi. Dan di Pulau Siladen, 2 titik yaitu Siladen 1 dan 2. Selain itu
terdapat pula jalur wisata permukaan air laut berperahu katarama. Kemudian
jalur wisata tracking ke puncak gunung Manado Tua, serta jalur wisata
pantai.
Lebih jelasnya tentang biota laut di taman Nasional Bunaken dan aturan
yang berlaku di kawasan tersebut antara lain pertama yaitu mengenai
terumbu karang. Tipe terumbu karang di taman Nasional Bunaken ini umumnya
merupakan terumbu karang tepi (fringing reet). Di Pulau Nain terdapat
sebuah laguna besar. Sebagian terumbu karang di pulau Mantehage merupakan
terumbu penghalang (barrier reet). Ada beberapa gosong karang (patch reet)
di Arakan Wawontulap.
Ciri khas terumbu karang di kawasan ini adalah tebing karang yang
menghujam vertikal ke dasar berupa tebing atau tubir sampai kedalaman
lebih dari 400 meter. Di tebing tersebut banyak terdapat ceruk, gua, dan
celah tempat berlindung berbagai jenis ikan, penyu, dan invertebrata laut.
Taman Nasional Bunaken ini juga kaya akan jenis-jenis karang. Jumlah jenis
karangnya termasuk yang tertinggi di dunia, dimana ada lebih dari 58 genus
dan sub genus karang keras yang telah diidentifikasi.
Kedua, yakni mengenai ikan. Di Taman Nasional Bunaken terdapat lebih dari
2.000 jenis ikan. Ikan kupu-kupu saja yang merupakan indikator terumbu
karang ditemukan sekitar 39 spesies. Hiu ekor putih dan ekor hitam bahkan
hiu martil dapat terlihat sedang berenang di sepanjang tubir dan lereng
terumbu. Hiu paus pada musim-musim tertentu melintas perairan Taman
Nasional Bunaken ini.
Beberapa jenis ikan pari juga terdapat kawasan ini. Ikan-ikan karang
berwarna-warni sangat berlimpah dalam di sana. Maming atau yang disebut
juga dengan ikan Napoleon, merupakan salah satu ikan karang terbesar juga
sering terlihat di kedalaman 2 sampai 6 meter. Begitu juga ikan-ikan
pelagis yang sangat senang dilihat oleh para penyelam adalah jenis-jenis
tuna dan cakalang, tongkol, bobara dan barakuda.
Ketiga, mengenai ikan-ikan Aneh. Di Taman Nasional Bunaken ini terdapat
beberapa famili ikan unik antara lain seperti ikan kotak, ikan katak, ikan
pemanah, kuda laut kerdil, dan ikan pipa hantu.
Keempat, tentang ikan raja laut (Coelacanth). Ikan raja laut merupakan
ikan purba yang memiliki sirip besar berlobi. Ikan ini disebut fosil hidup
karena diperkirakan telah punah sejak 70 juta tahun lalu hingga kemudian
seekor ikan raja laut hidup tertangkap di lepas pantai Afrika Selatan
tahun 1938. Sedikit sekali hal yang diketahui tentang ikan ini karena
hidup di dalam gua-gua lereng dasar laut vulkanik yang curam pada
kedalaman 100 sampai 200 meter.
Awalnya diketahui hanya hidup di kepulauan Comoro. Ikan ini ditemukan di
Pulau Manado Tua tahun 1997. Populasi ikan raja laut di Manado Tua belum
diketahui pasti jumlahnya. Ikan raja laut ini telah dilindungi oleh
Undang-Undang di Indonesia dan juga termasuk dalam Appendix 1 CITES.
Kelima, tentang invertebrata terumbu karang. Terumbu karang Taman Nasional
Bunaken kaya dengan berbagai jenis invertebrata antara lain karang lunak,
akar bahar, spons, anemon, hydroid, cacing laut, crustacea, asciden,
echinodermata, kerang-kerangan dan siput laut.
Keenam, tentang mangrove. Luas hutan mangrove (hutan bakau) di Taman
Nasional Bunaken lebih kurang 1.800 ha. Sebagian besar berada di sekitar
Arakan-Wawontulap dan pulau Mantehage. Hutan mangrove di Taman Nasional
Bunaken termasuk tertua di Asia Tenggara.
Di sana masih bisa ditemukan pohon-pohon bakau tua yang berukuran besar.
Jumlah jenis pohon mangrove di kawasan ini sangat tinggi dan merupakan
rumah bagi sejumlah besar hewan. Selain biota laut seperti berbagai jenis,
kepiting, udang, moluska dan ikan, juga terdapat beraneka jenis burung
laut dan pantai, bahkan tarsius.
Ketujuh, mengenai sosial ekonomi. Desa-desa didalam kawasan ini telah ada
sejak 200 tahun lalu yang mempunyai ragam budaya masyarakat yang sangat
tinggi. Masyarakat didalam kawasan ini terdiri dari 8 kelompok etnis yaitu
Sangir, Siau, Baji, Bantik, Gorontalo, Bugis, Buton dan Minahasa.
Penduduk umumnya bermata pencaharian nelayan dan bertani. Ikan pelagis
adalah target utama sebagian besar melayan tradisional dalam kawasan.
Setiap jenis perahu kayu dibuat untuk tujuan tertentu. Hasil pertanian
utama adalah kopra, pisang, ubi kayu dan ubi jalar.
Kedelapan, mengenai peraturan memasuki kawasan Taman Nasional Bunaken.
Beberapa peraturan telah dibuat berhubungan dengan taman ini yaitu pertama,
hindari membuang jangkar secara sembarangan karena dapat merusak karang.
Gunakan jangkat berton yang telah terpasang atau ikutilah arus tanpa
membuang jangkar. Kedua, hindari berjalan atau berdiri di atas karang.
Jika anda belum mahir snorkeling, kenakanlah pelampung. Jagalah buoyancy
anda selama menyelam agar anda tidak menginjak karang.
Ketiga, biarkanlah karang, kerang dan makhluk lain tetap di tempat
hidupnya. Janganlah membeli kerang-kerangan dan karang mati bila ada yang
menjualnya di pantai, karena akan mendorong mereka untuk mengambil lebih
banyak dari alam. Keempat, hindari membuang sampah di perairan dan pantai.
Selain mencemari perairan, plastik dapat mematikan karang dan satwa laut
lain seperti penyu, lumba-lumba dan mamalia laut lain. Bawalah plastik,
botol, kaleng dan sampah lain keluar dari Taman Nasional. Kelima, kegiatan
seperti penelitian, survei, pembuatan film dan video harus mendapat ijin
dari Balai Taman Nasional Bunaken.
Kesembilan, mengenai cara mencapai Taman Nasional Bunaken. Bila hendak ke
taman ini, maka lokasi daratan dapat dicapai dari kota Manado melalui
jalan darat. Sedangkan pulau-pulaunya dapat dicapai dari Pasar Bersehati
Manado dengan menggunakan perahu umum atau carteran.
Dan jika untuk melakukan aktivitas selam atau snorkeling, dapat
menggunakan jasa operator selam di sekitar Manado. Sejumlah operator selam
adalah anggota dari North Sulawesi Watersport Association.► juka-atur =>Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|