| |
C © updated 23042008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
BIODATA
Nama :
KH Achmad Mustofa Bisri
Lahir :
Rembang, 10 Agustus 1944
Agama :
Islam
Jabatan:
Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang,
Jawa Tengah
Alamat Rumah :
Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Jalan Mulyo No. 4 Rembang
59217 Telepon/Faksimile : 0295-691483
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
KH Achmad Mustofa Bisri
Yang Sesat dan Yang Ngamuk
Indo Pos, Rabu, 23 Apr 2008: Karena melihat sepotong, tidak sejak awal,
saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang
sedang kesurupan masal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut
istri saya yang menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah
orang-orang yang ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan
sesat oleh MUI.
Saya sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus
diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta,
tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang
itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu.
Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang
beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang
Mahaesa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam mereka
yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan mengenakan
busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, mengapa
mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka tidak
mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.
Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka
hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam
-yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam yang
rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah makhshuushah (golongan
sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin agung Islam, Rasulullah
SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling mulia dan diutus Allah untuk
menyempurnakan akhlak manusia.
Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat "Ya ayyuhalladziina
aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al-aayah" (Q. 5:
8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak
kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali
kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil.
Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada
Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.
Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapangdadaan Nabi
Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau, "Fabimaa rahmatin
minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu
min haulika… al-aayah" (Q. 3: 159). Artinya, maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya
engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari menjauhimu…"
Tak Mengerti
Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki pikiran
mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh pengayoman
seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang. Atau, sekadar
membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan pihak minoritas
(kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu mayoritas (menang).
Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang
Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang dengan
orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang jelas
Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak
berbelas kasihan kepada orang.
Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit- orang yang sudah
dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi
berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan
Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan
menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.
Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami
dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?
Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat
membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas
seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi…
KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang ►eti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|