| |
C © updated 23052007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Ir. H. Achmad Diran
Lahir:
Agama:
Islam
Jabatan:
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah 2005-2010
Pendidikan:
-
Alamat kantor:
Jalan RTA Minolo No. 1, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Telp. (0536) 322.1353, 322.2000, 322.2845
Alamat Rumah:
|
|
| |
|
|
|
|
| ACHMAD DIRAN HOME |
|
|
 |
Ir. H. Achmad Diran
Birokrat yang Paham Kalteng MTI-36-07: Wakil
Gubernur Ir. H. Achmad Diran merupakan pasangan serasi Gubernur Agustin
Teras Narang. Semenjak masih dalam pencalonan pun, duet keduanya sudah
menunjukkan kesatupaduan dalam berbagai hal. Kini ia bertugas menyatukan
visi seluruh aparat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah supaya
sama-sama membuka keterisolasian, memberikan kesejahteraan kepada warga,
serta memulihkan martabat mereka.
Teras Narang mantan profesional di bidang hukum, yang lalu terjun
menjadi politisi sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan itu memiliki
jaringan kuat di tingkat pusat. Teras dekat dengan para pengambil
keputusan di level atas, sehingga setiap kebijakan pemerintahan provinsi
yang butuh dukungan pusat akan lebih mudah disosialisasikan. Demikian
pula program-program pusat, akan mudah diimplementasikan di tingkat
bawah karena Teras sudah memahami betul pola pikir para petinggi negara
ini.
Sedangkan Achmad Diran lama berkecimpung sebagai birokrat sejati,
terakhir kali menjabat sebagai Bupati Barito Selatan. Ia membangun
karirnya dari bawah. Kalimantan Tengah yang multietnis dimana terdapat
suku terbesar suku Dayak, itu dapat hidup rukun karena saling-menghargai
perbedaan masing-masing. Achmad Diran yang penganut agama Islam yang
taat, berasal dari daerah Jawa Tengah, begitu pas dipersandingan dengan
Teras yang asli suku Dayak Ngaju dan beragama Kristen Protestan.
Ketika menjalankan safari ramadhan ke daerah-daerah, termasuk
mengunjungi masjid dan pondok pesantren di situ, Achmad Diran dapat pula
sekaligus menjadi penampung aspirasi warga untuk disampaikan kepada
Gubernur. Safari Ramadhan menjadi kebiasaan Diran untuk meninjau
hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, terutama pembangunan
infrastruktur pembangunan jalan, jembatan dan sebagainya. Ketika
melakukan safari Ramadhan ke Kotawaringin Barat, misalnya, ia dapat
memperoleh peningkatan ukuwah islamiyah, serta memperkokoh semangat dan
budaya Islami.
Tetapi, “Yang tidak kalah pentingnya juga, momen seperti ini bisa
langsung kita manfaatkan untuk melihat perkembangan pembangunan
Kotawaringin Barat, terutama pembangunan infrastruktur, serta
pembangunan di bidang kehutanan, perkebunan dan kelautan” cetusnya.
Diran serius dan konsekuen untuk selalu mengkoordinasikan serta
melaporkan setiap aspirasi dari hasil kunjungan pertemuan dengan
masyarakat kepada Gubernur Teras Narang. Achmad Diran yang kini menjadi
umaro sejak kecil sudah dididik oleh orangtua, murni sebagai seorang
Muhammadiyah.
Penyambung Suara Warga
Banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus Diran selesaikan demi mendukung
tugas-tugas kepemimpinan mereka berdua untuk membuka isolasi Kalteng,
memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada warga, dan memulihkan
martabat warga Kalteng. Diran juga harus mewujudnyatakan keinginan
Gubernur untuk membenahi infrastruktur, seperti menyediakan listrik
dalam jumlah besar agar Kalteng tak lagi mengalami pemadaman bergilir.
Demikian pula infrastruktur rel kereta api membentang di tengah-tengah
hutan dan perkebunan Kalteng, harus pula segera diwujudnyatakan agar
produk-produk bumi Kalteng dapat didistribusikan dengan mudah dan murah
sehingga selalu mempunyai harga bersaing di pasaran. Ketidaksediaan
infrastruktur telah membuat hasil perkebunan, sawah, dan pertanian
lainnya lebih banyak membusuk di halaman rumah karena tak terangkut ke
pasar. “Sayuran hasil panen banyak yang membusuk dan terpaksa dibuang
sebab di desa kami tidak ada alat transportasi yang bisa kami pakai
untuk memasarkan jasil kebun dan pertanian,” keluhan warga seperti ini
sudah sering didengar sendiri Achmad Diran.
Wakil Gubernur Achmad Diran memang sangat dekat dengan warga. Ia,
misalnya, tatkala malam takbiran Lebaran 2006 tak segan-segan turun
langsung menghampiri para petugas yang sedang menjalankan tugas Operasi
Ketupat Telabang 2006, yang sedang menempati posnya di Bundaran Besar
Palangkaraya. Kunjungan mengejutkan di malam hari itu semakin bermakna
sebab Diran menyerahkan pula sejumlah bingkisan kepada mereka yang
bertugas. Kunjungan yang sama dia lakukan pula di berbagai sudut kota
lainnya di Palangkaraya.
Tetapi seusai Gubernur melakukan kunjungan kerja ke China, Desember 2006
lalu pembangunan rel kereta api khusus untuk angkutan barang semakin
mendekati kenyataan. Sebuah tim beranggotakan Pemprov Kalteng, PT
Satelit Kota, dan Nurinco salah satu perusahaan terbesar di China akan
melakukan pengkajian dan bergerak bersama-sama dulu, setelah itu baru
melibatkan Pemerintah China. Pertengahan 2007 sudah ada langkah-langkah
konkrit menuju ke sana.
Ketua Tim Pemberantasan
Dalam hal pembagian tugas sehari-hari, rakyat Kalteng sudah sangat
memahami betul perbedaan antara kedua pemimpinnya. Achmad Diran lebih
banyak menjalankan operasional sehari-hari atas setiap kebijakan yang
sudah ditetapkan bersama. Seperti, menjadi penanggungjawab sehari-hari
pemberantasan ilegal logging. Sebagian tugas pemberantasan ilegal
logging ini memang sudah diserahkan ke kabupaten/kota. Namun, bila
ternyata tim bentukan pemerintahan kabupaten/kota menghadapi masalah,
lalu meminta bantuan provinsi, maka Achmad Diran sudah siap-siap untuk
segera turun dan bergerak.
Sejak penanganan kasus ilegal logging diperketat, di bawah kendali Wakil
Gubernur, aktivitas illegal logging terbukti sudah mulai berkurang.
Berdasarkan pantauannya di beberapa kota di pulau Jawa, yang selama ini
menjadi pasar kayu-kayu asal Kalimantan, itu terlihat sudah mulai
kekurangan bahan baku.
Hadir pada saat pelaksanaan Raker Gubernur se Indonesia di Jatinangor,
Sumedang, Jawa Barat Achmad Diran memperoleh penegasan dari Kapolri
untuk mengikis habis ilegal logging ini.
“Dan perlu diketahui, penegasan Kapolri tentang pemberantasan kasus
ilegal logging harus dikikis habis merupakan perintah tegas Kapolri
untuk seluruh jajarannya di tanah aiar termasuk Polda Kalteng,” ucap
Diran.
Diran memaparkan, untuk memberantas ilegal logging ini Pemprov sudah
membentuk Tim Terpadu melalui SK Gubernur Kalteng Nomor 164 Tahun 2005
tanggal 2 Agustus 2005, yang kemudian direvisi dengan Keputusan Nomor
371 Tahun 2006 tanggal 19 Oktober 2006 tentang Pembentukan Tim Gabungan
Penertiban/Pengamanan hutan Provinsi Kalteng, yang unsurnya terdiri dari
TNI, Polri dan Instansi Pemerintah terkait. Di sini Diran tampil sebagai
Ketua Tim.
Kepada setiap daerah kabupaten/kota pun, telah diinstruksikan untuk
segera melakukan percepatan pemberantasan penebangan kayu ilegal di
kawasan hutan dan peredarannya dengan membentuk Tim Terpadu
Pemberantasan Ilegal Logging di daerah masing-masing.
Kata Diran, Kalteng juga sudah menertibkan perijinan di bidang kehutanan
dengan surat Nomor 522.21/661/Ek tanggal 8 April 2006, dan
menginventarisasi IPK, HPHKm dan industri yang salah satunya dengan
pencabutan 36 IPK yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku. Kemudian melakukan pengamanan jalur
keluar hasil hutan melalui 11 daerah aliran sungai (DAS). “Pemerintah
Provinsi Kalteng juga melakukan konsultasi dan koordinasi penyelesaian
penanganan ilegal logging khususnya di kabupaten Katingan di hadapan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan beserta Menteri
terkait,” ujar Diran.
Tim yang dipimpin Diran tak segan-segan untuk menindak tegas dan
memberikan sanksi terhadap oknum dan petugas di lingkup instansi yang
terlibat dengan kegiatan penebangan kayu secara ilegal di dalam kawasan
hutan dan peredarannya. “Kami juga memanfaatkan informasi dari
masyarakat yang berkaitan dengan adanya kegiatan penebangan kayu secara
ilegal dan peredarannya,” kata Diran.
Mengerti Masalah dan Solusi
Sebagai pemimpin yang tumbuh dari bawah, Achmad Diran sangat mengerti
betul persoalan daerahnya. Ia memahami daerahnya sekaligus memiliki
solusi untuk memecahkannya.
Untuk mengatasi rawan pangan, misalnya, ia mendorong agar dibentuk
lumbung-lumbung padi di desa-desa. Ia menyatakan setuju pembentukan
lumbung padi di daerah-daerah tepencil, yang sulit dijangkau sarana
transportasi, demikian pula di desa-desa yang masuk kategori rawan
pangan. Ia menyebutkan kerawanan atau kelangkaan pangan terjadi karena
di daerah itu tidak tersedia sarana transportasi pengangkut, karena
minimnya debit air sungai sehingga menjadi sulit untuk dilalui.
Dengan pendirian lumbung padi, kata Diran, pada musim hujan saat debit
air mulai meninggi akan diupayakan penyaluran bahan makanan pokok untuk
jangka waktu tertentu sebagai persediaan. Ketika isu kelangkaan beras
melanda sejumlah daerah pedalaman di Kalteng, Achmad Diran lantas
mengirimkan bantuan 100 ton beras sebagai antisipasi tanggap darurat
pencegahan rawan pangan di seluruh kabuaten. “Semua daerah yang sering
terjadi rawan pangan telah kami kirimi 100 ton beras, sehingga sekarang
tidak ada lagi desa rawan pangan. Cuma yang ada kelangkaan beras,” ucap
Diran, Desember 2006 lalu.
Ketika asap tebal menutupi sebagian besar wilayah udara Indonesia, yang
lalu merembet ke wilayah negara tetangga Asean, Achmad Diran termasuk
salah seorang pejabat Indonesia yang bersuara lantang agar negara
tetangga yang terkena kabut asap juga menunjukkan tanggungjawabnya. Ia
menyebut negara tetangga jangan hanya menyalahkan Indonesia saja, karena
asap tebal muncul bukan sepenuhnya kesalahan bangsa Indonesia, dan
itupun dilakukan tidak secara sengaja. “Misalnya Singapura mengirimkan
alat yang canggih untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan ini,” kata
Diran memberi contoh.
Menurut Diran, ketika kabut asap berkecamuk, dunia internasional hanya
menyalahkan pemerintah Indonesia, dan hanya bisa mengatakan bahwa
Indonesia atau Kalteng sebagai paru-paru dunia. Namun apa yang diberikan
dunia kepada Indonesia hingga saat ini belum ada. Oleh karena itu peran
semua pihak termasuk negara-negara di dunia untuk turun tangan. “Apa
yang dibantu oleh dunia sebagai timbal balik Kalteng sebagai paru-paru
dunia,” gugatnya.
“Kita sudah maksimal melakukan pemadaman tapi hasilnya masih belum
maksimal. Coba bantu dong alat-alat pemadaman canggih bisa dikirimkan ke
Kalteng guna memadamkan api,” serunya kepada seorang wartawan Strait
Times terbitan Singapura. Pada saat asap tebal berkecamuk Klateng sangat
disorot dunia internasional. Sampai-sampai Gubernur Teras Narang
mengancam akan mundur dari jabatannya, apabila pemerintah pusat tak
memiliki komitmen serius mengatasinya, seperti menerbitkan Perpu
penanganan asap.
Diran sangat mendukung sekali pemberantasan narkoba dari lingkungan
anak-anak muda. Ia bahkan mempersilakan pihak sekolah dan kepolisian
melakukan razia di sekolah-sekolah. “Lakukan razia di sekolah-sekolah
dengan sasaran utama obat-obatan narkoba dan buku-buku porno. Kalau
perlu orangtua juga merazia anak-anaknya sendiri di rumah,” kata Diran,
dalam suatu kesempatan sosialisasi penyuluhan remaja/SMU/Mahasiswa
tentang reproduksi, narkoba, HIV/AIDS, dan pergaulan seks bebas di
Palangkaraya.
Usul Diran kepada orangtua untuk melakukan razia bukan main-main. Ia
sendiri rupanya sudah melaksanakannya terlebih dahulu. “Saya juga pernah
melakukan hal serupa terhadap anak perempuan saya dengan membuka tas dan
lemari-lemari di kamar guna mencari narkoba dan kondom. Untungnya tidak
saya temukan,” ucapnya. Ia mengatakan upaya paling efektif mencegah anak
muda terjerumus ke dalam narkoba dan pergaulan bebas adalah dengan
meningkatkan iman dan taqwa sebagai benteng diri melalui agama.
Menurutnya, perkembangan moral generasi muda Kalteng masih jauh lebih
baik dibandingkan di perkotaan besar lain yang menganggap narkoba dan
seks bebas sebagai gaya hidup.
“Meski di Kalteng ini ada juga yang terjerumus narkoba dan pergaulan
bebas, tapi jumlahnya masih sedikit. Karena bahaya narkoba, HIV/AIDS,
dan akibat pergaulan bebas, sangat menghambat anak pada usia remaja,
pemuda, dan mahasiswa,” kata Achmad Diran. ►mti/crs-ht
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
MTI-36: TOKOH UTAMA: 01
02
03
04
05
WAWANCARA:
06
TOKOH PILIHAN:
07 PERSPEKTIF:
08
09 DEPTHNEWS:
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24 ==
|
|