| |
C © updated 10102009-26052007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ms |
|
| |
Nama:
Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Lahir:
Gresik, 30 Juli 1946
Jabatan:
Syaykh Al-Zaytun |
|
| |
|
|
|
|
| WAWANCARA |
|
|
 |
Syaykh AS Panji Gumilang (03)
WAWANCARA:
Setelah lebih sepuluh tahun reformasi, menurut Syaykh Panji Gumilang,
bangsa ini telah mendapatkan nilai kebebasan. Tinggal nanti kita
bersama-sama (bangsa), membuat fakta sosial. Sehingga fakta sosial
itulah nanti yang mengerem kebebasan kita, bukan kita sendiri, tapi
fakta sosial. Artinya, apa yang kita buat, kesepakatan a,b,c,d, sepakat,
ketuk palu, nah itulah nanti yang membatasi. Syaykh AS Panji Gumilang (04)
WAWANCARA:
Teror bom bunuh diri adalah kejahatan
kemanusiaan. Bukan sekadar teror. ”Kalau teror itu hanya menakut-nakuti.
Tapi ini sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah
kejahatan kemanusiaan,” tegas Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada
TokohIndonesia.com, Senin (21/9/2009).
Wawancara Syaykh AS Panji Gumilang
BERINDO 36-5: Pemimpin Kampus Al-Zaytun, Syaykh AS Panji
Gumilang memiliki mimpi besar tentang pengendalian air di Ibukota
Negara, dengan berpijak pada proyek Waduk Windu Kencana yang sedang
dikerjakan Al-Zaytun siang malam. Ia mengambil contoh pembangunan
bendungan Azwan, di Mesir, yang berhasil mengendalikan kota Kairo dari
ancaman air bah Sungai Nil dan serangan buaya-buayanya.
Syaykh Abdussalam Panji Gumilang (1)
Indonesia ini harus masuk dalam ‘zone of peace and democracy’ kalau
ingin menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini
bersama-sama dengan negara-negara lain. Di situlah baru ketahuan bahwa
Indonesia akan strong. Pernyataan ini dikemukakan Syaykh Abdussalam Panji
Gumilang, pemimpin Ma’had Al-Zaytun dalam percakapan dengan Tim Wartawan
TokohIndonesia DotCom, di Wisma Tamu Al-Ishlah Ma’had Al-Zaytun. Syaykh Abdussalam Panji Gumilang (2)
Wawancara (2):
"Manusia itu dipersiapkan untuk menjadi
dirinya di masanya nanti dengan persiapan cerdas berpikir, punya bajik dan
bijak, sains teknologi, cinta negara yang bertanggung jawab dan mampu
hidup dengan bangsa-bangsa lain." |
|