A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Al-Zaytun
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Galeri
 ► Sahabat
 ► Eksponen
 ► Link
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 03032004  
     
 

PARA SAHABAT

 
  Agung Laksono
Akbar Tanjung
Aisyah Aminy
Dato' Paduka Sri Mir Khan
Habibie,BJ
Harmoko
Hendropriyono, AM
Jusuf Kalla, Muhammad
Probosutedjo
Robert W Hefner
Roem Rowi
Rudolf Adolf Tendean
Siti Hardiyanti Rukmana
Soeharto
► Sriyono
Sulaiman AB
► Sutrisno Iwantono
Wiranto

 
     
 
SAHABAT

 

Prof Dr HM Roem Rowi, MA (05)

Al-Zaytun Patut Dicontoh

Ahli Tafsir Al-Quran dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Prof Dr HM Roem Rowi, MA mengatakan Al-Zaytun itu aset umat Islam dan bangsa Indonesia yang perlu dan patut dicontoh dan dijaga. “Kita harus mengucapkan terima kasih dan bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Syaykh Panji Gumilang dan kawan-kawan di Al-Zaytun, sebab itu merupakan lembaga pendidikan masa depan yang modern.”

 

M. Jusuf Kalla

Arsitek Pemulihan Ekonomi

Pengusaha sukses dan kader Golkar ini justru berkibar dalam era reformasi. Dia memang seorang tokoh yang dinilai ‘bersih’ dan dapat diterima semua golongan. Setelah terpilih menjadi Wakil Presiden, dia pun kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Munas di Bali (19/12/2004), meraih 323 suara dari 482 suara.

 

Hj Aisyah Aminy, SH

Perempuan Baja Vokalis Senayan

Di saat dunia politik dimonopoli kaum laki-laki, ia tampil ke depan. Bukan saja seorang parlementarian yang terampil berdebat, ia juga pejuang gender yang tak kenal lelah. Siapapun yang melek politik, pasti kenal nama politisi yang punya banyak julukan ini: Singa Betina dari Senayan, Perem-puan Baja dari Senayan, Vokalis DPR dan sebagainya.

 

Prof. Dr. Robert W. Hefner

Peneliti Islam Indonesia

Guru Besar Antropologi Universitas Boston, Amerika Serikat yang fasih berbahasa Indonesia, Jawa dan Perancis, ini sejak tahun 1977, rajin bolak-balik Amerika-Indonesia. Dia mengajar sebagai dosen tamu di UGM sambil terus giat melakukan penelitian-penelitian. Ia dikenal mempunyai pengetahuan yang luas tentang Islam dan Indonesia.

 

 
           

Habibie, Bacharuddin Jusuf

Manusia Multidimensional

Mantan Presiden RI Ketiga, Si Jenius ahli konstruksi pesawat terbang, ini pada masa emas kejayaan dengan sejumlah jabatan,  adalah manusia paling multidimensional di Indonesia. Ia manusia cerdas ajaib yang sempat menghadirkan selaksa harapan kemajuan teknologi demi kejayaan negeri ini.

 

Harmoko

Menpen Tiga Periode

Dia Menteri Penerangan tiga periode, Kabinet Pembangunan IV-VI (1983-1997). Maka tak salah jika banyak orang menyebut mantan Ketua PWI ini sebagai loyalis Soeharto. Namun ketika mahasiswa berdemonstrasi dan menemuinya selaku Ketua DPR/MPR, Harmoko didampingi empat wakil ketua,  tampil di televisi, meminta Pak Harto mundur.

 

Pendeta Rudolf Adolf Tendean (2)

Berniat Sekolahkan Anak di Al-Zaytun

Pengalaman yang tak terlupakan di Ma’had Al-Zaytun memberi kesan indah dalam hati Pendeta Rudy. Ia tidak akan berhenti memberitakan kabar baik bahwa Ma’had Al-Zaytun sedang memupuk persaudaraan, toleransi dan perdamaian. Ia tidak akan berhenti meski kelak ia sudah pindah tugas dari GPIB Koinonia. Bahkan ia pun berniat menyekolahkan (kuliah) anak di Al-Zaytun.

 

Prof. Dr. Robert W. Hefner

September 11 and the Struggle for Islam

Six hundred years ago the great Arab historian, Ibn Khaldun, observed that popular religion in Muslim societies tends to oscillate between periods of strict religious observance and others of devotional laxity. An astute observer of social life, Khaldun (1958) attributed this cultural cycle to features of ecology and social organization peculiar to the Middle East.

     

AM Hendropriyono

Dicemooh Kala Nyatakan Ada Teroris

Tidak mudah menyatakan kebenaran. Hal itu tercuplik dari pengalaman Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) ini. Ketika ia menyatakan bahwa di Indonesia ada jaringan teroris, beberapa kalangan mencemoohnya, membantah dan tak percaya. Tapi ketika terjadi tragedi bom di Bali, beberapa kalangan itu sempat pula menuntutnya mundur dari Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN). Ia dituding tak bisa mengidentifikasi adanya gerakan teroris di sini.

 

Dato’ Paduka Sri Mir Khan

CEO Dinar & Dirham International

CEO Dinar & Dirham International Sdn. Bhd, ini menyatakan komitmen untuk menggerakan kebangkitan umat Islam melalui sistem ekonomi Dinar emas Islam. Perusahaan Dinar & Dirham, diresmikan Perdana Menteri Malaysia  Dr Mahathir Mohamed pada Oktober 2003 bersamaan Konferensi Pemimpin Islam dari 57 negara di Putrajaya Malaysia.

 

Prof. Dr. Robert W. Hefner

Agama, Kebutuhan Zaman Modern

Menurut Prof. Dr. Robert W. Hefner, tesis sekulerisme penghapusan agama (bahwa semakin modern masyarakat semakin sekuleris) itu salah. Justru sebenarnya, agama itu malah suatu kebutuhan di zaman modern ini. Dalam ceramah umumnya di Al-Zaytun, ia juga menyebut pluralisme merupakan satu ciri pokok dari dunia kita. Pluralisme tidak hanya menyangkut isu etnis dan agama tapi menyangkut seluruh kehidupan kita.

 

Siti Hardiyanti Rukmana

Dipersiapkan Jadi Pemimpin

Ketika Pak Harto masih berkuasa pernah terbetik analisa politik Mbak Tutut telah dipersiapkan Pak Harto untuk memimpin Indonesia kelak. Tutut kerapkali dilibatkan dalam rombongan kepresidenan di dalam dan luar negeri. Tutut juga dicantelkan di organisasi Golkar sebagai salah seorang ketua. Golkar adalah mesin politik Orde Baru.