|
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
IDUL FITRI 1428 H:
Di antara sekian banyak rahmat Allah salah satunya berkenaan dengan
masalah persaudaraan dan persahabatan. Ditegaskan bahwa seluruh kaum
beriman itu bersaudara. Dalam beragama intinya jangan saling
bercerai-berai atas namanya dan pribadi-pribadi maupun kelompok-kelompok
yang merespon rahmat Ilahi sajalah yang dapat menghindari pertikaian dan
pertengkaran.
Versi
Lengkap,pdf
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Beraktivitas untuk mencapai masa depan yang terhormat, memerlukan
pengendalian diri, masing-masing pada proporsinya. Itulah wujud saling
ketergantungan satu dengan lainnya (interdependensi) dalam beraktivitas.
Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu pada Khutbah
‘Ied al-Fithri 1427 H/2006 M, di Kampus Al-Zaytun, pada tarikh 01
Syawwal 1427 H (24 Oktober 2006 M). ►Versi
Word Document
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Indonesia semestinya dapat menjadi rumah tempat berteduh bagi individu
(bangsa) penghuninya yang majemuk. Penghuni rumah Indonesia yang
pluralistik ini semestinya tampil secara sadar sebagai aktor pembangunan
sikap dan jiwa altruistik (nahniyah). Sekat-sekat budaya, ras dan agama
semestinya tidak menjadi penghambat penghuni rumah Indonesia.
►Versi
Word Document |
|
|
|
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Pengakuan adanya kekuatan Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan, Allah, God,
Yahweh, Elohim, yang disertai ketundukan itu, merupakan fitrah (naluri)
yang dimiliki oleh setiap manusia. Kendati demikian, manusia tetap
memerlukan adanya pemberi peringatan agar tidak menyeleweng dari
fitrahnya, mereka adalah para nabi dan rasul.
Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Menjelang
2020, para pelajar Indonesia modern dapat menjadi the first in the world
dalam pencapaian sains dan matematik. Syaykh AS Panji Gumilang
mengemukakan hal itu sebagai salah satu butir Kesepakatan Muharram 1426
tentang Pencapaian Minimal Pendidikan Indonesia Modern 2020. ►Versi
Word Document Syaykh AS Panji Gumilang
Syaykh A.S. Panji Gumilang dalam Khutbah ‘Ied Al-Adlha mengatakan pembangunan kembali daerah-daerah
terkena bencana menjadi tugas wajib bangsa dan pemerintah Indonesia, yang
pembiayaanya pun tidak mesti mengandalkan hanya dari bantuan luar negeri. Khutbah ‘Ied Al-Adlha 1425 H/2005 M di Masjid
Rahmatan Lil ‘Alamin Ma’had Al-Zaytun, pada tarikh 10 Dzu al-Hijjah 1425 H / 21 Januari 2005 M.
►Versi Word
Document |
|