| BERITA |
|
|
 |
BERINDO-36:
01
02
03
04
05 ==
Syaykh AS Panji Gumilang
Pendanaan Tirta Sangga Jaya
BERINDO 36-4: Sepuluh persen saja dari total jumlah penduduk
Indonesia membeli obligasi negara senilai minimal 4.200 dolar AS (setara
dengan Rp 38,64 juta), mimpi Tirta Sangga Jaya akan menjadi kenyataan.
Mewujudkan mimpi ‘Tirta Sangga Jaya’ memerlukan biaya yang sangat besar.
Dengan panjang 240 kilometer melintasi Bodetabek, lebar sungai 100 meter
dan masing-masing sisi kanan dan kiri bantaran kanal dibangun jalan raya
selebar 50 meter membutuhkan luas lahan 48.000 kilometer persegi.
Pengerjaan TSJ diperkirakan membutuhkan 5.000 unit excavator baru dalam
waktu bersamaan. Jika masing-masing unit seharga 100.000 dolar AS, maka
untuk pengadaan excavator saja proyek Tira Sangga Jaya membutuhkan dana
500 juta dollar AS yang bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9.200, sama
dengan Rp 4,6 triliun. Syaykh AS Panji Gumilang sendiri memperkirakan
akan dibutuhkan total biaya sedikitnya 100 miliar dollar AS, setara Rp
920 triliun.
Para insinyur, arsitek dan semua yang terlibat dalam pembangunan proyek,
tentu bisa segera memilah-milah alokasi penggunaan dananya. Misalnya,
berapa persen untuk biaya konsultasi, biaya tenaga kerja (manhours)
untuk ratusan ribu pekerja selama tiga tahun, biaya peralatan, biaya
material dan bahan-bahan, dan biaya-biaya lainnya. Para praktisi ekonomi
makro maupun mikro juga bisa menghitung proyek ini dari sudut pandangnya
masing-masing.
Bila besarnya biaya pembangunan Tirta Sangga Jaya digambarkan dari
produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yang saat ini mencapai Rp 1.300
triliun. Maka, apabila biaya pembangunan proyek mencapai Rp 920 triliun,
itu sama dengan sekitar 71 persen dari PDB. Artinya, Indonesia akan bisa
mewujudkan Tirta Sangga Jaya dengan tidak makan-minum selama 258,30 hari
dalam setahun.
Atau, apabila selama tahun 2007 ini pemerintah menganggarkan anggaran
Belanja Pembangunan sebesar Rp 350 triliun, maka, pemerintah bisa
membangun Tirta Sangga Jaya selama 2,6 tahun dengan syarat tidak
melakukan investasi apapun sebab seluruh investasi pembangunan
dialokasikan ke proyek Tirta Sangga Jaya. Tetapi apakah pendanaan model
seperti itu yang dimimpikan Syaykh? Ternyata tidak.
Syaykh mengatakan, jika Indonesia dalam sekali utang bisa meminjam ke
luar negeri 40 miliar dollar AS, maka proyek mandiri nasional Tirta
Sangga Jaya tidak perlu meminjam ke luar negeri, melainkan dengan
menerbitkan obligasi yang hanya diperjualbelikan di dalam negeri.
Syaykh mempunyai hitungan tersendiri dengan merujuk jumlah penduduk
Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa. Syakh percaya jika terdapat 10 %
dari jumlah penduduk yang memiliki uang diam dan mampu membeli obligasi
senilai minimal 4.200 dolar AS (setara dengan Rp 38,64 juta), maka
dengan mengajak mereka saja sudah terkumpul dana sebesar 100,8 milyar
dollar AS setara dengan Rp 927,360 triliun. Mimpi Tirta Sangga Jaya pun
pasti terwujud. ► e-ti/ berindo
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |