|
|
|
| UNIVERSITAS AL-ZAYTUN |
|
|
 |
UAZ:
01
02
03
04
05
06
07
08
=
Universitas Al-Zaytun (02)
Riset, Spirit, Visi dan Misi UAZ
Riset menjadi sifat dari UAZ, dimaksudkan agar UAZ menjadi center of
research (pusat riset). Dengan demikian fungsi motto Ma’had sebagai
pusat pendidikan akan menjadi lebih nyata. “Tidak boleh ada sesuatu pun
yang wujud di UAZ yang tidak akurat,” tegas Syaykh Panji Gumilang.
Semua harus berdasarkan penelitian yang seksama. Sehingga hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan dan dikembangkan. Ukuran akurat yang dimaksud
adalah dapat dijadikan referensi, di tataran pendidikan bertaraf
internasional. Spirit pesantren yang diwujudkan dalam sistem boarding
school akan berfungsi sebagai katalisator munculnya penemuan-penemuan
ilmiah yang aktual dan up to date. Spirit pesantren yang di setting
secara modern, juga akan memacu, terbentuknya masyarakat yang toleran
dan damai.
Kesatuan strategi di atas, bila dijalankan dengan baik, akan memunculkan
lembaga pendidikan yang dapat menjadi contoh, bagi kehidupan
bangsa.Untuk itulah dibangun visi UAZ, yaitu: “menjadi center of
excellence dan universitas riset internasional dengan jiwa pesantren,
bersistem modern, berlandaskan budaya toleransi dan budaya damai.”
Berdasarkan visi diatas, dibangun pula misi UAZ, meliputi:
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk mempersiapkan peserta didik
yang berakidah kokoh kuat terhadap Allah dan syaria’tnya, menyatu di
dalam tauhid, berakhlak al-karimah, cerdas, bajik bijak, berpengetahuan
luas, berketerampilan tinggi yang tersimpul dalam basthatan fi al-‘ilmi
wa al-jismi sehinga sanggup dan mampu untuk hidup secara dinamis di
lingkungan negara dan bangsanya dan masyarakat antarbangsa dengan penuh
kesejahteaan dan kebahagiaan duniawi dan ukhrawi.
2. Mengembangkan iptek secara terpadu dan efisien untuk menjawab
tantangan pembangunan masa depan.
3. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang iptek secara
terpadu untuk mewujudkan negara Indonesia yang kuat, adil dan makmur.
Output UAZ
Berdasarkan visi dan misi diatas, diharapkan UAZ, mampu membimbing
mahasiswanya untuk mencapai tingkatan S3 yang berkualitas baik dan dapat
mengabdikan ilmu dan tenaganya kepada bangsa ini, pada usia produktif.
Hal itu disimpulkan sebagai berikut:
1. Lulusan berkualitas yang memiliki imtak dan menguasai iptek
berlandaskan budaya toleransi dan budaya perdamaian.
2. Pengembangan iptek berkualitas yang dapat menjadi trend setter bagi
masyarakat ilmiah.
3. Produk dan jasa yang berkualitas serta berdaya saing.
Manusia berkualitas, tidak diperoleh dari bahan dasar yang berkualitas
saja, tapi juga harus diproses dengan mesin atau sistem yang berkualitas
pula. Ketelitian memproses bahan yang berkualitas, menjadi hasil yang
berkualitas, adalah syarat bagi suksesnya sebuah hasil.
Demikian pula halnya dengan pendidikan. “Pendidikan yang tidak terencana
dan tidak tersistem, akan menjerumuskan bangsa ke tempat yang lebih
terpuruk lagi. One pipe education system (pendidikan satu pipa) yang
diwujudkan MAZ, akan menjadi solusi yang jitu bagi menjawab persoalan
pendidikan dan kehidupan bangsa. Semoga Bangsa ini bangkit, maju dan
jaya,” tulis tim jurnalistik MAZ. ►ti/tim jurnalis maz ►LANJUT
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|