|
|
|
| UNIVERSITAS AL-ZAYTUN |
|
|
 |
UAZ:
01
02
03
04
05
06
07
08
=
Universitas Al-Zaytun (01)
Universitas Riset Internasional
Ma’had Al-Zaytun yang telah mengorbit dalam jagat raya pendidikan
tingkat sekolah menengah sejak 1999, tahun ini, tepatnya Agustus 2005,
segera memulakan pendidikan tinggi dengan nama Universitas Al-Zaytun
(UAZ). Pengoperasian UAZ ini merupakan pewujudan sistem pendidikan satu
pipa (one pipe education system), yang sejak awal dicanangkan Syaykh
Ma’had Al-Zaytun Dr Abdussalam Panji Gumilang.
Jaminan mutu adalah alasan utama penerapan system pendidikan satu pipa
Al-Zaytun. Sekali bergerak mendidik, kata Syaykh Ma’had Al-Zaytun, harus
berkualitas dan berkelas dunia. “Al-Zaytun, jangan berbuat yang tidak
bermutu. Untuk apa kita mendidik, bila hasilnya akan sia-sia,” seruan
yang sering ditekankan Syaykh Ma’had Al-Zaytun kepada segenap eksponen
dan guru Al-Zaytun.
Al-Zaytun yang lahir dari sebuah gagasan dan konsep brilian telah
memunculkan sebuah paradigma baru pendidikan di negeri ini. Tidak
sekadar mengubah kesan kumuh lembaga pendidikan pesantren menjadi
modern, dan mengubah penampilan dari pakai sarung menjadi berpakaian
lengkap dengan jas dan dasi, tetapi juga mengubah paradigma dan wawasan
menjadi berskala global. Al-Zaytun adalah lembaga pendidikan Indonesia
yang disetting dengan jaminan mutu berskala global.
Guna lebih menjamin kualitas itu, maka one pipe education system
dijadikan madzhab pendidikan Al-Zaytun. Dengan sistem tersebut, santri
berpeluang menempuh pembelajaran di MAZ, selama 20 tahun secara
berkelanjutan. Mulai sekolah dasar, pada umur enam tahun hingga mencapai
gelar doktor (S3) pada usia 25 tahun.
Diharapkan, pada usia sedini mungkin (25 tahun), para alumni Al-Zaytun
telah dapat mengabdikan dirinya pada bangsa dan negaranya, dalam
kapasitasnya sebagai doktor. Tidak heran bila orang yang telah
menyaksikan dan mendalami secara seksama sistem pendidikan yang dianut
Al-Zaytun, merasa berkeyakinan bahwa Al-Zaytun akan melahirkan
putera-puteri bangsa yang akan mempercepat kemajuan bangsa ini sehingga
mampu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi di tataran kehidupan
antar bangsa.
Persiapan Menuju Universitas
Pada akhir Mei 2005, MAZ meluluskan lebih dari 1.200 pelajar tingkat
menengah atas. Sebagai konsekuensi menganut pendidikan bersistem satu
pipa, MAZ harus menyiapkan terwujudnya universitas, yang dapat menampung
mereka dan siapa pun (dari luar pelajar MAZ) yang ingin melanjutkan
pendidikan tinggi di MAZ.
Untuk itu, berbagai persiapan, dilakukan dengan seksama. Gedung
perkuliahan berlantai 7, ditambah 1 basemen, dengan luas lantai 24 ribu
m2 pun telah disiapkan, bernama Gedung Perkuliahan Jenderal Besar H
Muhammad Soeharto.
Ruangan-ruangan dalam gedung tersebut, telah didesain sesuai dengan
hajat universitas. Terdapat 40 ruang kuliah, dengan luas masing-masing,
96 m2; 20 ruang kuliah berbentuk segi enam, masing-masing seluas 120 m2;
delapan ruang kuliah berbentuk tribune, seluas masing-masing 144 m2; 40
laboratorium dengan luas masing-masing 96 m2; 88 ruang rektorat dan
dekanat dengan total luas 1353 m2; dua ruang pertemuan, masing-masing
seluas 480 m2; 1 auditorium seluas 1.008 m2 dan ruang pendukung lainnya.
Pada tahap pertama, UAZ menyelenggarakan pendidikan dengan enam
fakultas, yaitu: Fakultas Pertanian Terpadu, Fakultas Teknik Terpadu,
Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknologi Informasi (Information
Technology), Fakultas Bahasa Terpadu dan Fakultas Pendidikan.
Kemudian setelah berjalan dua hingga tiga semester, akan ditambah dengan
fakultas-fakultas lainnya, baik eksakta maupun sosial, seperti Fakultas
Ekonomi, Fakultas Hukum dan lain-lain. ►ti/tim jurnalis maz ►LANJUT
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|