|
|
|
| UNIVERSITAS AL-ZAYTUN |
|
|
 |
UAZ:
01
02
03
04
05
06
07
08
=
Universitas Al-Zaytun (03)
Fakultas Pertanian Sebagai Unggulan
Pertanian, harus dikelola secara optimal, efisien dan berkesinambungan,
sehingga dapat dijadikan andalan untuk menghidupi bangsa. Untuk
mengelola secara baik sektor ini, dihajatkan sumber daya manusia yang
handal, terutama tenaga kerja terdidik dan terlatih. Untuk dapat
menghasilkan tenaga kerja pertanian yang handal dan terdidik, itu
diperlukan suatu model pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman
yang selalu berubah.
Pemikiran di atas menjadi alasan, maka Fakultas Pertanian Terpadu
dijadikan fakultas unggulan di UAZ. Tim jurnalistik MAZ yang secara
khusus menulis untuk Tokoh Indonesia, menguraikan dasar pemikiran
dijadikannya Fakultas Pertanian sebagai unggulan. Disebut bahwa
tantangan sektor pertanian pada era globalisasi saat ini sarat dengan
persaingan.
Selain dituntut untuk menghasilkan produk pertanian yang
berkualitas, produktivitas yang tinggi, juga harus dapat dilaksanakan
secara efisien. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan pertanian yang
dilaksanakan secara terpadu serta dilandasi dengan ilmu dan teknologi,
diharapkan dapat menjadi jawaban, atas tantangan sektor pertanian, di
masa mendatang.
Hajat hidup manusia terhadap pangan yang aktual, tidak dapat diabaikan.
Pangan aktual adalah hajat yang mendesak, tiada putus-putusnya dan
merupakan inti dari kehidupan manusia. Kualitas kehidupan bangsa sangat
bergantung pada apa yang mereka konsumsi, sehari-hari. Semakin tinggi
kualitas hidup suatu bangsa akan semakin mudah pula bangsa itu untuk
mencapai kemajuan yang diharapkan.
Pengelolaan pangan aktual di Indonesia adalah pekerjaan besar dan
mencakup aspek yang sangat luas. Perhatian bangsa ini pada persoalan
tersebut, masih jauh dari yang diharapkan. Padahal, sumberdaya alam,
yang mendukung tercukupinya hajat pangan aktual, sangat melimpah.
Keterbatasan kesadaran, perhatian, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
sumberdaya manusia mahir untuk mengelolanya, harus segera diganti dengan
keseriusan.
Dalam implementasinya, UAZ berdaya upaya mewujudkan berbagai sarana yang
memadai di bidang pertanian. Bermodalkan sarana tersebut, Fakultas
Pertanian Terpadu diharapkan dapat berkreasi dan berinovasi secara
leluasa, sehingga dapat berperan, menyumbangkan keilmuan, untuk
membangun bangsa.
Fakultas Pertanian Terpadu, telah memiliki laboratorium lapangan seluas
800 hektar dari 1.200 hektar, lahan MAZ. Luas lahan yang disediakan
tersebut, akan memberikan kesempatan pada mahasiswa pertanian untuk
mampu mempraktekkan keilmuannya, berskala riset dan produksi. Hal
tersebut, membantu perkembangan ilmu sekaligus menunjang pendapatan UAZ,
untuk menyokong kemandiriannya.
Selain lahan yang telah tersedia, sarana laboratorium yang mendukung
produktivitas pertanian dan peternakan telah berjalan dengan baik.
Contohnya, laboratorium kultur jaringan (Tissue culture) dengan berbagai
kelengkapannya. Selain itu, ada juga laboratorium IB (inseminasi buatan)
dan ET (embrio transfer) untuk peternakan. Sedangkan untuk perikanan,
telah dilengkapi pula dengan hatchery, empang-empang air tawar,
jaring-jaring apung, dan lain sebagainya. Untuk kehutanan, telah
disediakan lahan pembibitan HTI (hutan tanaman industri) dan
berhektar-hektar lahan yang telah dibudidayakan tanaman keras, dari
berbagai jenis, sebagai laboratorium lapangan jurusan kehutanan.
Program Pendidikan Pertanian Terpadu sebagai embrio Fakultas Pertanian
bukan hanya menyiapkan sarana lahan dan laboratorium, namun telah pula
melaksanakan praktek pertanian dan peternakan dengan menyediakan
bibit-bibit unggul. Populasi sapi, kambing, telah ribuan jumlahnya dan
beraneka ragam bangsanya. Demikian pula dengan unggas.
Hewan langka, seperti rusa, merak, kasuari, kangguru dan lainnya telah
beranak pinak dan dilestarikan, untuk tujuan penelitian. Ribuan jenis
tanaman dan jutaan tanaman keras telah ditanam, mengasrikan lingkungan
MAZ. Ratusan hektar lahan, telah dikelola dengan baik, untuk tanaman
muda (semusim) dengan sistem pengairan yang telah diatur dengan baik.
Infrastruktur juga telah disiapkan. Aset jalan, normalisai sungai, water
treatment, catchments area (cekungan penangkap air) telah tersedia.
Waduk di atas permukaan tanah, seluas 1 hektar dengan kedalaman 9 m
telah tersedia. Waduk itu berfungsi untuk menampung hasil pengolahan air
limbah sekaligus penjernihan.
Semua itu, memungkinkan civitas akademikia Program Pendidikan Pertanian
Terpadu (P3T) MAZ, yang lebih dari 300 personil (mahasiswa dan dosen),
mampu mengelola pertanian dan peternakan dengan hasil yang mampu
menyubsidi biaya hidup dan kuliah mereka di MAZ. Para mahasiswa P3T yang
telah terlatih bertahun-tahun (dengan program D-2 dan D-4nya) dan
belasan doktor, adalah faktor pendukung yang sangat penting, dalam
terwujudnya Fakultas Pertanian Terpadu. ►ti/tim jurnalis maz ►LANJUT
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|