|
Ma’had Al-Zaytun (2)
Informasi fisik, statistik dan angka rasanya kurang cukup untuk
menggambarkan Ma’had Al-Zaytun. Gambaran yang lebih jelas mungkin bisa
disarikan dari laboratorium alam dan beberapa proses kegiatan ekonomi
terpadu yang ada di kawasan kampus ini yang merupakan penerapan konsep
pendidikan sebagai gula dan ekonomi sebagai semutnya.
Ma'had Al-Zaytun (3)
Dari Ma’had Al-Zaytun memancar cahaya persaudaraan, damai dan toleransi.
Laksana satelit mengorbit memancarkan sinyal pesan damai dan toleransi ke
seluruh penjuru bumi. Di pondok pesantren modern bersetting internasional,
ini suatu event persahabatan monumental, pertama kali, telah terjadi dalam
sejarah kehidupan keberagamaan di Indonesia.
|
|
|
|
Ma'had Al-Zaytun (4)
Mengutip makna kata Koinonia yang
adalah persaudaraan, Syaykh AS Panji Gumilang mengemukakan bahwa Al-Zaytun
menciptakan perdamaian dan toleransi yang diterapkan melalui pendidikan
sebab Tuhan sudah berpesan lewat nabi-nabi-Nya seperti Nuh, Ibrahim, Isa,
Muhammad dan sebagainya.
Ma'had Al-Zaytun (5)
Kisah persaudaraan ini bermula dari ketulusan hati Syaykh al-Ma’had AS
Panji Gumilang mengirimkan kartu ucapan Selamat Hari Natal ke berbagai
gereja di bulan Desember 2003. Di Indonesia, sangat jarang ditemui bahkan
hampir tidak pernah ada seorang pemimpin pondok pesantren melakukan hal
ini. Tapi Ma’had Al-Zaytun yang memeterai-kan motto toleransi dan
perdamaian, memulainya dengan tulus.
|
|