| |
C © updated
19012003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama :
Yan Gymnastiar
Nama Populer :
KH Abdullah Gymnastiar
Nama Panggilan :
Aa Gym
Lahir :
Bandung, 29 Januari 1962
Istri :
Ninih Muthmainah Muhsin
Anak :
- Ghaida Tsuraya
- Muhammad Ghazi Al-Ghifari
- Ghina Raudhatul Jannah
- Ghaitza Zahira Shofa
- Ghefira Nur Fatimah
- Ghaza Muhammad Al Ghazali
Agama:
Islam
Pendidikan formal :
- D-3 PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan) Unpad
- Fakultas Teknik Universitas Jenderaln Ahmad Yani
Pendidikan Agama :
- Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya
- Belajar pada Ajengan Junaidi di Garut
Karir:
Komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (1982)
Pendiri Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta (1987)
Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung (1990- sekarang)
Alamat :
Jalan Gegerkalong Girang No 38, Bandung
|
|
| |
|
|
|
|
= 1
2
3 =
KH Abdullah Gymnastiar
Tawarkan Damai dan Manajemen Qalbu
KH Abdullah Gymnastiar, akrab disapa Aa Gym, mengajarkan sebuah konsep
baru Syiar Islam. Manajemen Qalbu yang menawarkan diri untuk
mengajak orang memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu
mengendalikan diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri. Kiyai
yang berbekal ilmu laduni itu disambut haru dengan tetesan air mata oleh umat Muslim
maupun Kristen di Palu, ketika ia dengan tulus mengunjungi daerah yang diwarnai konflik itu.
Pada tablig akbar yang diikuti lebih 10 ribu jemaah --termasuk warga
Kristiani -- di Masjid Agung Darussalam Palu— AA Gym, sapaan akrab KH
Abdullah Gymnastiar, mengatakan jika
buta mata hanya tidak melihat dunia, tetapi jika hatinya yang buta tidak
bisa lagi melihat kebenaran. "Mereka inilah yang kacaukan bangsa ini,"
tuturnya dengan lantunan lagu. Setelah tablig akbar di Poso, Aa Gym juga
berceramah (siraman rohani) di hadapan komunitas kristiani di Tentena.
Kehadiran KH A Gymnastiar di Poso, sangat menyejukkan bagi kedua kelompok
bertikai di daerah itu. Diharapkan suasana ini dapat mengugah kembali
pengikut kedua agama terbesar di daerah itu dapat hidup berdampingan
secara damai di bawah payung Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Toleransi kehidupan antarumat beragama di Poso tercabik-cabik akibat
konflik yang hanya berawal dari peristiwa remaja yang mabuk-mabukan,
kemudian meluas hingga menjerumuskan umat muslim dan kristiani ke dalam
peritikaian yang mengenaskan.
Konflik itu mulai mereda setelah Menko Kesra Yusuf
Kalla memprakarsai pertemuan pemuka agama dan tokoh masyarakat Poso di
Kota kecil Malino, Sulawesi Selatan, yang kemudian melahirkan Deklarasi
Malino Damai untuk Poso.
Dalam beberapa kesempatan, pemimpin Ponpes Daurut Tauhid Bandung itu
mengemukakan perbedaan golongan dan agama merupakan rahmat. "Nikmatilah
perbedaan itu dengan mencari titik persamaannya, yakni kita semua
sama-sama bangsa Indonesia yang ingin maju".
Menurutnya, penyebab terjadinya kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia ini
adalah
karena rakyat Indonesia masih suka menonjolkan golongannya dan menganggap
golongan lain tidak benar. Seharusnya, dengan adanya perbedaan tersebut
justru bisa memperkuat dan mempersatukan bangsa ini, dan tidak sebaliknya
berpecah-belah saling mempertahankan prinsip, padahal semua itu sama-sama
bangsa Indonesia.
Untuk menikmati perbedaan tersebut, Aa Gym mencontohkan bangunan beton,
yang campurannya terdiri atas semen, besi, batu krikil, dan air, tapi bisa
berdiri dengan kokoh dan kuat, karena bahan-bahan yang di dalamnya tidak
saling menonjolkan diri. Demikian juga bangsa ini bisa kokoh dan kuat
serta tidak bisa diadu-domba dan 'dijajah' oleh bangsa lain, jika kompak
dan tidak suka menonjolkan diri.
Ulama kondang ini, tampil di acara Sixty Minutes di TV NBC, AS, bulan
November 2002. Media televisi di AS itu tertarik menampilkan Aa Gym
karena ia dinilai menghadirkan sebuah nuansa Islam yang sejuk dan damai. Nuansa islami yang dinilai sangat berbeda dengan isu dan
pandangan AS tentang Islam selama ini. Beberapa waktu lalu, koran New York
Times dan majalah Time juga menyajikan profil Aa Gym, berikut
pandangan-pandangannya.
Manajemen Qalbu
Aa Gym mengajarkan sebuah konsep baru Syiar Islam yang menawarkan diri untuk mengajak orang
memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu mengendalikan
diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri.
Menurutnya, orang sering lupa terhadap diri sendiri. Bahkan, orang selalu menyalahkan
orang lain jika terjadi sesuatu pada dirinya. Sebaiknya setiap orang harus sadar,
bahwa semua yang
terjadi dan bakal terjadi bermula dari dirinya sendiri. Jika ingin jadi
baik, tentu dia harus berbuat baik. Jadi, harus lebih dulu mengenali dan memahami diri sendiri.
Dengan mengutip hadis Rasulullah SAW, iamengatakan, bahwa dalam diri manusia itu terdapat
suatu organ. Kalau organ itu baik, baik jugalah seluruh manusia itu.
Tetapi, kalau ia busuk, busuk pulalah seluruh manusia itu. Organ itu
adalah hati.
Menurutnya, hati adalah raja.
Sehubungan dengan itu, dalam dakwahnya dia selalu menyampaikan arti penting manajemen qalbu (hati). Sebab, bila seseorang memiliki hati yang baik,
maka akan baiklah perilakunya, yaitu perilaku yang dipenuhi rasa ikhlas
dan jujur.
Kejujuran adalah modal dasar untuk membentuk jiwa yang tangguh, penuh
dedikasi, dan disiplin dalam menjalankan kerja sehari-hari. Dan, disiplin
adalah modal dasar untuk membentuk kader-kader unggul yang selalu haus
prestasi. Langkah seperti itulah yang diterapkan dalam membina para
santrinya.
Kini dia menjadi salah satu pendakwah paling digemari di Indonesia. Bahkan
telah mulai melampaui popularitas KH Zainuddin MZ, terutama setelah dai
sejuta umat itu menjadi politisi lalu bertikai dan mendirikan partai baru.
Popularitas Aa Gym memang sedang berkibar. Anak tertua
dari empat bersaudara, yang dilahirkan di Bandung dengan nama Yan
Gymnastiar, dari pasangan Letkol (Pur) Engkus Kuswara dan Hj Yeti Rohayati,
itu kini kebanjiran undangan untuk berdakwah di berbagai kota di seluruh
pelosok tanah air. Jadwalnya pun makin padat.
Dakwahnya tidak hanya
disiarkan di televisi, juga di berbagai radio seperti di
Jakarta, Bandung, Semarang dan Medan. Bahkan, banyak isi ceramahnya yang
sudah dibukukan, dibuat VCD (video compact disc), atau direkam di pita
kaset. Kini, hampir setiap hari, menjelang magrib, dia tampil di SCTV.
Sukses Aa Gym tak terlepas dari konsep barunya tentang syiar Islam. Dia
menyiarkan Islam dengan format yang sangat sederhana, lugas dan renyah.
Dai muda yang memulai karirnya pada 1990 itu kini menjadi pendakwah yang
dikagumi hampir semua lapisan masyarakat. Mulai remaja, ibu rumah tangga,
hingga para eksekutif perusahaan. Bahkan, BUMN seperti PT Telkom, Bank BNI,
PT DI (Dirgantara Indonesia), dan PT KAI sering mengundang dia memberikan ceramah rohani.
Setiap dia tampil berdakwah, ribuan orang berduyun-duyun ingin mendengar.
Pesantrennya di kawasan utara Bandung itu hampir setiap hari dipenuhi para
santri yang ingin mengaji, beriktikaf, dan mentoring.
Kemunculan Aa Gym menjadi fenomena dakwah di tengah krisis
multidimensional yang sedang melanda negeri ini. Bahkan, ajaran
kesederhanaan hidup, kesahajaan, pembenahan hati dari dalam diri sendiri
yang dia sampaikan menjadi kebutuhan santapan rohani sekaligus obat untuk
kondisi masyarakat saat ini.
"Semua harus dimulai dari hati kita sendiri," katanya.
Karena itu, dia selalu mewanti-wanti jangan sampai apa yang disampaikan
tidak tecermin dalam diri sendiri. Tak lupa, dia menyebut keluarga adalah
cermin dari sukses dakwah yang dia sampaikan. "Keluarga jadi lingkup
terkecil dari orang yang mendengar dakwah kita. Jangan sampai kita sukses
mengubah orang lain dengan dakwah itu, tetapi keluarga tidak. Keluarga
menjadi sangat penting bagi saya," bebernya.
Suksesnya di bidang dakwah diikuti pula sukses di bidang pendidikan dan
bisnis. Dia berhasil mengelola Yayasan Pesantren Darut Tauhid di Jalan
Gegerkalong Girang No 38, Bandung. Pesantren yang dibangun di atas lahan
seluas tiga hektar itu tergolong modern dan multifungsi. Ada bangunan
masjid 1.000 meter persegi, ada cottage 24 kamar berkapasitas 80 orang (khusus
bagi orang tua dan santri dari luar kota yang ikut pelatihan atau
pesantren). Ada pula gedung serbaguna, kafetaria, serta swalayan mini yang
megah dan elite. Ribuan santri belajar di sana.
Bidang usahanya antara lain, swalayan, warung telekomunikasi, penerbitan
buku, tabloid, stasiun radio, pembuatan kaset, dan VCD. Omzetnya miliaran
rupiah. "Bisnis ini dikelola dan juga jadi wahana para santri untuk
mengaktualisasikan jiwa dan pendidikan wirausahanya. Bukankah Rasulullah
menyuruh kita agar berada dalam tangan posisi di atas? Tak harus
minta-minta. Ini akan berhasil jika kita mampu membangun jiwa
entrepreneurship dalam diri kita sendiri," ujarnya.
Sosok Aa Gym memang bisa menjadi suri teladan. Dia kyai yang masih muda, sederhana,
namun bersahaja dan sukses di bidang usaha. Ia sosok teladan di tengah
langkanya keteladanan pada masa kini.
Ketika tampil di depan para elite politik, pejabat negara, dan diplomat
asing pada malam peringatan Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, dai muda yang menekankan kebersihan hati, manajemen qalbu sebagai
trademark dakwahnya, itu mengatakan, "Rakyat lebih terpesona kepada
pemimpin bersahaja. Pemimpin bangsa tak perlu pamer kemewahan. Melihat
orang pakai mobil mewah dan punya rumah mentereng, kita jadi enek. Bukan
tidak boleh. Tapi, itu bisa menimbulkan pertanyaan dari mana semua itu?"
Kisah Aa Gym
Lalu, siapakah Aa Gym yang ceramahnya mampu membuat ribuan
jemaahnya mengucurkan air mata? Dan, bagaimana ia mengelola Pondok
Pesantren Daarut Tauhid sehingga menjadi rujukan beberapa lembaga dari
sejumlah negara asing?
Pada tahun 1980-an di Garut, Jawa Barat, di sebuah rumah yang tertata rapi,
di sebuah dusun, tampak seorang lelaki muda tengah memperdalam pemahaman
spiritual di bawah bimbingan ajengan Junaedi. Hanya dalam tiga hari,
lelaki muda itu dinyatakan memiliki ilmu laduni (ilmu yang diberikan Allah
Swt kepada hambanya yang beriman, tanpa melalui proses belajar). Untuk
lebih meyakinkan ucapan gurunya, lelaki muda itu kembali melanjutkan
perjalanan spiritualnya dengan berguru kepada beberapa ulama zuhud.
Hasilnya sama, ia dinyatakan telah dikaruniai ma'rifatullah.
Lelaki yang bernama Abdullah Gymnastiar itu mengaku sering merasakan
keajaiban yang sulit dicari penjelasannya. Setiap hari, dia mampu mengajar
banyak orang dengan materi yang mengalir begitu saja. Saat materi tersebut
di cek dengan kitab-kitab tafsir, ternyata isinya sama persis. "Terkadang
saya mendapat ilmu baru tatkala sedang menyampaikan ceramah di hadapan
jemaah," ujarnya.
Berbekal ilmu laduni itu, ia mulai menyebarkan ajaran Islam kepada sesama
manusia melalui pengajian dan ceramah, baik secara langsung maupun
menggunakan media cetak dan elektronik. Langkah awal dakwahnya dimulai
dengan membangun Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT). Ide
pembentukan DT terilhami oleh keberhasilan gerakan Al-Arqom dari Malaysia
yang sukses mengembangkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari secara Islami. Tapi, perbedaannya, DT tidak bersifat eksklusif
seperti Al-Arqom. DT terbuka untuk semua orang.
DT, yang berarti perkampungan atau rumah bagi orang-orang yang bertekad
mengabdi hanya kepada Allah Swt., dirintis dari usaha wiraswasta Aa Gym
bersama teman-temannya melalui lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta
(KMIW) pada 1987.
Saat itu, KMIW bergerak pada beberapa usaha kecil seperti pembuatan
sticker, t-shirt, gantungan kunci, dan stationary yang dilengkapi
slogan-slogan religius. Sebagian hasil usahanya digunakan untuk menopang
dakwah, yaitu dalam bentuk pengajian rutin untuk remaja dan umum di bawah
bimbingan Aa Gym.
Seiring dengan perkembangan usaha dan peningkatan jemaah pengajian, maka
pada 1990 KMIW mendirikan DT di rumah orang tua Aa Gym. Beberapa waktu
kemudian, DT pindah lokasi ke Jalan Gegerkalong Girang 38. Di lokasi baru
yang berupa rumah pondokan dengan 20 kamar itu, ia menyewa dua kamar.
Di sini gerakan dakwah lelaki penggemar warna putih itu mendapat tantangan
berat. Sebab, lokasi itu dikenal sebagai markas "biang kerok" keresahan
masyarakat. Dan, dengan keteguhan jiwa, akhirnya lelaki yang pintar
beradaptasi dengan lingkungan itu berhasil mengontrak seluruh kamar yang
ada. Bahkan, ia berhasil membeli rumah kontrakan tersebut langsung dari
pemiliknya dengan harga Rp 100 juta.
Selanjutnya, pada 1993, ia memperbaiki markasnya dengan membangun gedung
permanen berlantai tiga. Lantai satu digunakan untuk kegiatan perekonomian, lantai dua dan tiga dijadikan masjid. Masjid DT itu sering disebut masjid
seribu tangan karena dibangun secara gotong royong oleh ribuan warga yang
tinggal di sekitar tempat tersebut dan jemaah DT.
Usahanya berjalan lancar. Pada 1994, lelaki yang antirokok itu
berhasil mendirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT untuk
menopang dakwahnya. Dan, pada 1995, seorang jemaah membelikan sebidang
tanah berikut bangunannya di Jalan Gegerkalong Girang 30 D, sekitar 50
meter dari masjid. Bangunan itu lalu digunakan sebagai kantor yayasan,
kediaman pemimpin pondok, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman
Pendidikan Al-Qur’an (TPA), ruang pertemuan, ruang produksi konveksi,
gudang, dan kamar para santri.
Menjelang akhir tahun 1997, sarana dakwah dan perekonomian lelaki yang
kurang suka pada pakaian batik itu bertambah lengkap setelah berdiri
Gedung Kopontren empat lantai di seberang masjid. Gedung yang cukup
representatif itu digunakan untuk kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT),
penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi,
pusat informasi, serta lain-lain.
Pada 1999, DT berhasil memiliki Radio Ummat yang mengudara sejak 9
Desember 1999, mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata
Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening
Hati, dan membangun Gedung Serba Guna. Sampai 1999, aset DT--yang semula
tidak seberapa--telah bernilai Rp 6 miliar.
Usaha ekonomi yang berjalan sukses tersebut ternyata sangat membantunya dalam menjalankan misi DT sebagai fasilitator pengembangan seluruh
aktivitas sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan yang bernuansa Islam.
Dan, kesuksesan usaha ekonomi DT itu tercapai karena pengelolaannya
menggunakan sistem keuangan yang transparan, profesional, dan inovatif,
ditambah kejujuran para santri. Sifat jujur para santri itu tak terlepas
dari peran sentral Aa Gym dalam menggembleng mereka.
Dalam mendidik atau menyampaikan sebuah materi ajaran agama, ia
senantiasa menekankan pentingnya pembenahan hati, atau yang sering disebut
metode Manajemen Qalbu. Manajemen Qalbu adalah upaya untuk mengatur dan
memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah. Salah satu caranya
dengan berzikir. Selanjutnya, hati yang damai itu diisi dengan nilai-nilai
rohani Islam seperti sabar, rida, tawakal, ikhlas, jujur, dan disertai
dengan ikhtiar.
Menurut ustad yang tidak memiliki pembantu rumah tangga itu, hati adalah
raja yang dapat membuat manusia melakukan apa saja. "Kita banyak amal,
tapi kalau hatinya tidak ikhlas, ya tidak akan diterima," ujarnya. Bagi Aa
Gym yang fasih mendendangkan nasyid, itu suatu hal yang disampaikan dengan
pikiran, maka hanya akan menyentuh pikiran. Sedangkan apa yang disampaikan
dengan hati yang tulus, maka akan menyentuh relung hati pendengar yang
paling dalam.
Pendapat itu terbukti kebenarannya. Sebab, di tiap pengajian yang ia
adakan tiap minggu di DT, meskipun hanya membahas materi ringan ternyata
mampu menyejukkan hati ribuan pendengarnya yang datang dari berbagai kota
di Jawa Barat, bahkan Jakarta. Malah, ketika ia bernasyid atau
memanjatkan doa, banyak jemaah yang tak kuasa membendung air matanya. "Terasa
seperti sedang memutar rekaman film dari tingkah laku saya sendiri.
Benar-benar menyentuh hati ceramahnya," ujar salah seorang santrinya.
Selain diajari Manajemen Qalbu, para santri DT yang jumlahnya lebih dari
lima ribu orang itu juga harus mengikuti program Santri Quantum. Program
ini dirancang khusus untuk meningkatkan dan melipatgandakan kemampuan otak
dalam berpikir. Sebagai pelengkap, para santri juga digembleng kemampuan
fisiknya, sehingga daya tahan (endurance) mereka dalam aktivitas hidup
sehari-hari bisa optimal. "Di sini, seseorang dilatih untuk menjadi
dirinya sendiri," ujarnya dengan mantap.
Metode pendidikan ala Aa Gym itu berjalan sukses karena dalam
pelaksanaannya dijalankan dengan disiplin yang ketat. Bila ada santri yang
salah, ia tak segan-segan menjatuhkan sanksi. Biasanya, sanksi
diberikan sesuai dengan kemampuan orangnya, misalnya disuruh push up.
Secara umum, metode pendidikan yang menekankan arti penting zikir, pikir,
dan ikhtiar itu banyak menarik minat lembaga lain untuk mempelajarinya.
Misalnya, ada salah satu kesatuan TNI AD yang mengikuti pendidikan di
pesantren itu selama satu bulan. Hasilnya, disiplin mereka tidak kaku
seperti robot lagi, tapi berubah menjadi disiplin yang memiliki roh.
Bahkan, banyak prajurit yang menjadi rajin mengerjakan salat dan mulai
meninggalkan kebiasaan merokok.
Juga ada beberapa lembaga dari luar negeri, seperti dari Australia, Jepang,
Mesir dan Singapura, yang pernah melakukan studi banding tentang resep
sukses DT. Dan, kini, pengajian atau ceramah Aa Gym tidak lagi hanya
diadakan di Bandung dan Jakarta, tapi telah merambah ke kota-kota lain
seperti Semarang, Yogyakarta, Batam, dan Padang. Malah, ke luar negeri.
Selain terus berupaya meningkatkan kualitas para santrinya, Aa Gym yang
semasa remaja menjadi penggemar musik country itu juga sangat peduli pada
kebersihan, keamanan, dan ketenteraman lingkungan sekitarnya. Untuk
masalah kebersihan, ia yang siap melayani umatnya kapan saja, itu tak
segan-segan memungut kertas permen yang berserakkan di lingkungannya untuk
dibuang ke tempat sampah. Dan, ia menugaskan para santrinya untuk
membersihkan lingkungan pesantren dari segala macam sampah setiap hari
Sabtu.
Sedangkan untuk membersihkan Bandung dari perbuatan maksiat dan perjudian,
Aa Gym bersama Satuan Santri Siap Guna tidak segan-segan turun langsung ke
lapangan guna mengingatkan para penjudi dan pelaku maksiat lainnya.
Keberaniannya tersebut ternyata membuatnya sering dimusuhi para bandar
judi. Tapi, semua itu tak membuatnya menyurutkan langkah dalam
memerangi maksiat. Sebaliknya upayanya ternyata berdampak positif. Kini,
kawasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid menjadi kawasan bebas rokok dan
wilayah teraman dan terbaik se-Jawa Barat.
Pria bertubuh ramping dengan sorot mata tajam itu terkenal murah senyum.
Sejak SMA, naluri bisnisnya telah berkibar. Saat itu, ia pernah berjualan
roti, koran, film, dan membuat percetakan.
Moto hidupnya adalah berprestasi bagi dunia dan akhirat. Ia u menikah
dengan Ninih Mutmainah M dan kini telah dikarunia enam
anak, yaitu Ghaida Tsuraya, M. Ghazali Al-Ghifari, Ghina Rauddathul Jannah, Ghaitsa Shofa, Ghefira Nur
Fatimah, dan M. Ghaza Al-Ghazali.
Sebagai orang yang super sibuk, ia menerapkan manajemen keseimbangan.
Menurutnya, segalanya harus diukur secara proporsional. Sebab, setiap
ketidakseimbangan adalah kezaliman, sedangkan kezaliman dilarang oleh
Islam. "Sesibuk apa pun, menimang dan bercengkerama dengan anak harus
dilakukan," ujarnya.
Dalam mendidik putra-putrinya, penggemar kegiatan membaca itu selalu
menekankan arti penting kejujuran dan keikhlasan. Maksudnya, agar kita
menjadi insan bertakwa dan berprestasi. Atau, siapa tahu, mendapat karunia
ilmu laduni seperti Aa Gym?
Wawancara
Konsep baru syiar Islam yang ditawarkan Aa Gym adalah tentang manajemen
qalbu (MQ). Apa dan bagaimana MQ itu, berikut petikan wawancaranya dengan
Widaningsih:
Apa sebenarnya konsep manajemen qalbu yang ditawarkan dalam pesan dakwah
Anda?
Konsep manajemen qalbu itu sebuah konsep yang menawarkan diri untuk
mengajak orang memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu
mengendalikan diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri.
(Dia lantas mengutip hadis Rasulullah SAW). Bahwa dalam diri manusia itu
terdapat suatu organ. Kalau organ itu baik, baik jugalah seluruh manusia
itu. Tetapi, kalau ia busuk, busuk pulalah seluruh manusia itu. Organ itu
adalah hati.
Orang kadang lupa terhadap diri sendiri. Bahkan, orang selalu menyalahkan
orang lain jika terjadi sesuatu pada dirinya.
Kalau dia sadar, semua yang terjadi dan bakal terjadi bermula dari dirinya
sendiri. Jika ingin jadi baik, tentu dia harus berbuat baik. Contoh yang
paling konkret adalah diri sendiri. Untuk itu, mengenali dan memahami diri
sendiri itu menjadi penting.
Apakah format yang cantik dan penyampaian lugas serta bahasa sederhana
jadi resepnya sehingga pesan MQ yang Anda tawarkan begitu segar dan sangat
menyentuh?
(Dia tertawa). Ada kalanya, beberapa pesan yang kita sampaikan harus
berbentuk sesuatu yang sangat familiar. Contoh-contoh konkret harus ada di
sekitar kita atau biasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya,
bagaimana kita butuh upaya untuk pengembangan pribadi, bagaimana membangun
keluarga sakinah, bagaimana membangun peradaban, atau bagaimana kita bisa
meraih sukses.
Contoh nyata atas apa yang saya sampaikan juga harus tecermin dalam diri
saya sendiri. Bagaimana saya bisa mempengaruhi orang kalau saya sendiri
tak berbuat seperti itu.
(Lalu, Aa Gym bercerita tentang kiat suksesnya dengan mengutip ayat
Alquran Surat Al Qashash:77). Seorang mukmin yang kuat itu lebih dicintai
Allah daripada yang lemah. (Aa juga bertutur tentang keunggulan Nabi
Muhammad). Sejak kecil, beliau memiliki etos kerja yang tinggi dan
profesional.
Dari contoh itu, saya hanya sedikit meramunya dengan kiat sukses yang
dirumuskan dalam rumus 7 T. Yakni tenang, terencana, terampil, tertib,
tekun, tegar, dan tawadlu (rendah hati).
Mengapa Anda sering menyampaikan pesan itu secara jenaka?
Ada kalanya, apa yang kita sampaikan sangat bergantung pada situasi yang
terjadi. Misalnya, saat pesan yang disampaikan berupa muhasabah atau
perenungan, agar jadi lebih baik, harus konsentrasi.
Tetapi, ada kalanya, kita juga menggunakan gurauan yang membuat orang bisa
dan perlu menertawakan diri sendiri. Gurauan itu punya makna sangat tinggi.
Biar orang bisa mengevaluasi dirinya sendiri. Walaupun tertawa, silakan
menertawakan diri sendiri.
Inti MQ itu upaya menyentuh hati atau tasawuf. Tapi, ada juga pendapat
tasawuf malah menghambat karena orang cenderung berserah diri. Komentar
Anda?
Jujur saja, sebenarnya saya kurang begitu paham tentang tasawuf ini. Saya
hanya paham bagaimana Rasulullah mengajarkan dalam tubuh ini ada segumpal
daging. Kalau daging itu baik, baik pula sekujur tubuhnya. Jika buruk,
buruk pula sekujur tubuhnya itu. Segumpal daging itu dinamakan qalbu (hati).
Rasulullah mengatakan seperti itu. Dan, saya yakin, itu sebuah kebenaran.
Jika kita kemas dengan cara tepat dan profesional, ini akan berdampak
bukan hanya pada diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain sampai pada
akhir hayat atau kiamat nanti.
Apa betul, bangsa kita sedang sakit? Lantas, apakah penyembuhan hati ini
satu-satunya jalan?
Masyarakat Indonesia kini mengalami krisis multidimensional. Kembali
menata hati dan memulai perubahan pada diri sendiri menjadi kondisi
psikologis dan kebutuhan yang diperlukan masyarakat kita.
Tentu saja, itu bukan sebagai satu-satunya jalan. Tapi, saya pikir,
penyembuhan hati sangat penting, terutama karena perilaku orang ditentukan
hatinya. Kalau akal dan pikiran itu menunjukkan esensi, perbuatan untuk
menjadikannya sebuah nilai sangat bergantung pada hatinya.
Kita lihat, banyak orang pandai, tetapi tidak punya hati nurani. Ya, dia
korupsi. Korupsi itu bukan pekerjaan orang bodoh. Kerusakan negeri ini
justru disebabkan orang-orang yang mempunyai kemampuan berpikir, tapi
hatinya kurang baik.
Ini yang harus kita sembuhkan. Jangan lupa, penduduk Indonesia itu lebih
dari 250 juta orang. Ini merupakan aset yang luar biasa.
Apakah agama masih dianggap sebagai suatu solusi?
Itu harus. Agama pasti mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi
bangsa ini. Hanya, masalahnya, mengamalkan agama dan menyosialisasikannya
harus dilakukan terus-menerus, lebih inovatif, dan kreatif. Jadi, bisa
diterima masyarakat yang terus mengalami perubahan.
Yang terpenting pula, bagaimana mengaktualisasikan pemahaman agama itu
dengan benar dan konsisten. Dengan begitu, masyarakat bisa menerima agama
sebagai suatu solusi. Jangan hanya mengaku beragama, tetapi tindakan dan
perilakunya justru jauh dari agama itu. Kondisinya saat ini kan seperti
itu. Banyak masyarakat yang tidak konsisten dengan agamanya.
Jadi, peran ulama dan dai sangat penting? Kenyataannya, sangat jarang dai
seperti Anda. Banyak yang cenderung masih sangat konservatif dan
ketinggalan perkembangan di masyarakat?
Saya tidak berani menilai. Sebab, kapasitas pengetahuan dan pemahaman saya
tentang orang lain masih sangat terbatas. Namun, saya percaya, ulama itu
harus memiliki pemahaman soal agamanya dengan benar.
Dia harus bersungguh-sungguh dan konsisten dalam mengamalkan agamanya
untuk menjadi suri teladan umat. Tidak untuk kepentingan apa pun dan siapa
pun, kecuali Allah semata.
Allah SWT yang mengangkat derajat umat yang tidak takut siapa pun, kecuali
takut kepada Allah. Sepanjang hayatnya bersih untuk mengabdikan diri bagi
kemaslahatan umat. Kalau ulama berhati tulus dan pengamalannya benar, dia
akan punya kekuatan ruhiyah yang sangat tinggi.
Seorang ulama harus bisa menyajikan opini di masyarakat bahwa kebenaran
itu begitu indah dan bisa menjadi jalan keluar yang realistis bagi umat.
Tentu, jika melihat dinamika masyarakat yang terus berkembang dengan
penggunaan perangkat modern, misi itu bakal bisa menggugah dan mengubah
masyarakat itu sendiri.
Anda membina pondok pesantren dengan cara amat modern. Terbukti, itu cukup
berhasil, termasuk di bidang bisnis. Misi itu tidak berbenturan?
Intinya begini. Untuk bisa berdakwah dengan baik, harus ada contoh nyata.
Dengan demikian, umat tidak hanya mendengar bagaimana Islam menjadi solusi.
Kami membuat Pesantren Darut Tauhid sebagai miniatur realitas.
Karena itu, kami bekerja keras untuk membuktikan bagaimana Islam
benar-benar bisa membuat orang sejahtera di bumi ini. Bahwa Islam juga
sangat profesional.
Islam juga membuat kita mendapat dunia dan menikmati dunia dengan baik,
tetapi juga punya nilai yang bisa menjadi bekal di akhirat nanti. Dengan
santri-santri yang kita bina, Islam juga bisa membuktikan bagaimana cara
berbisnis yang baik. Pebisnis dengan hati dan mental yang baik itu kan
yang kita perlukan. Dua sisi yang saling melengkapi.
Itu berarti keseimbangan tetap harus ada?
Saya kira begitu. Metode manajemen qalbu yang saya tekankan di Pesantren
Darut Tauhid tersebut diarahkan untuk mencapai keberagamaan yang intrinsik.
Keseimbangan itu dibangun dalam praktik agama yang bersifat lahiriah dan
batiniah. Jadi, terwujud keseimbangan antara zikir, pikir, dan ikhtiar.
Islam membuat kita mendapat dunia dan menikmati dunia dengan baik. Tetapi,
juga punya nilai untuk bekal di akhirat dan punya nilai yang membuat orang
berinteraksi dengan dunia ini. Orang tidak tertipu hiruk-pikuk dunia
sehingga membuat orang terhina oleh dunia yang dimilikinya.
Kita punya dunia. Namun, kita harus jauh lebih bernilai daripada dunia
yang kita genggam itu sendiri. Ini yang ingin saya tekankan. ►e-ti/dari
berbagai sumber
*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|